Hemat sering dianggap sebagai kebiasaan baik yang wajib dimiliki setiap orang, terutama di tengah kondisi ekonomi yang serba tidak pasti. Banyak orang berlomba-lomba menekan pengeluaran demi merasa aman secara finansial, bahkan sampai menahan diri dari hal-hal kecil yang sebenarnya dibutuhkan. Padahal, sikap terlalu hemat justru bisa berdampak buruk bagi kesehatan mental maupun kualitas hidup secara keseluruhan.
Tidak sedikit orang yang akhirnya hidup dalam tekanan karena terus merasa bersalah setiap kali mengeluarkan uang untuk diri sendiri. Segala bentuk pengeluaran dianggap sebagai pemborosan, meski tujuannya untuk kebutuhan dasar atau kebahagiaan pribadi. Jika dibiarkan, pola pikir seperti ini bisa membuat hidup terasa kering dan penuh beban.
