TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Gabung di IDN Times

5 Rekomendasi Novel Berlatar Negara Eksotik, Wisata Budaya! 

Mengajak pembaca jalan-jalan lewat buku

Bolla (instagram.com/pantheonbooks)

Ungkapan buku adalah jendela dunia itu bukan isapan jempol belaka. Tidak hanya menjelajah benak terdalam orang lain, kamu bisa berkelana ke berbagai tempat lewat buku. Bahkan ke lokasi dan waktu yang mungkin tidak pernah kamu bayangkan, termasuk negara-negara eksotik alias yang masih jarang dijelajahi. Entah karena letaknya yang jauh dari jangkauan atau memang pernah terkoyak konflik.

Kamu bisa mendapatkan pengalaman tersebut melalui lima novel berikut yang latar tempat dan waktunya langka. Ini merupakan sebuah cara unik untuk melakukan perjalanan budaya sambil mengedukasi diri. 

1. When I'm Gone, Look for Me in the East (Mongolia)

When I'm Gone Look for Me in the East (instagram.com/pantheonbooks)

Pernah membayangkan melakukan perjalanan menjelajah bentang alam Mongolia? Kamu bisa merasakannya bersama lima biksu dalam novel When I'm Gone, Look for Me in the East. Dua di antara mereka adalah saudara kembar Chuluun dan Mun yang ditugaskan mencari reinkarnasi dari seorang lama, yaitu guru spiritual yang terlahir di area Mongolia.

Dalam perjalanan panjang ini, Chuluun akan memandumu sebagai narator. Sudut pandangnya amat reflektif dengan diksi memukau dan laju lambat yang pas. 

Baca Juga: 7 Rekomendasi Novel Misteri Karya Dan Brown, Penuh Teka-Teki!

2. Three Apples Fell from the Sky (Armenia)

Three Apples Fell from the Sky (instagram.com/oneworldpublications)

Kehidupan penduduk sebuah desa di Armenia disusun jadi novel menarik oleh Narine Abgaryan. Nama desa itu Maran yang diceritakan dari masa ke masa oleh sosok bernama Anatolia, perempuan 58 tahun yang yakin hidupnya tak akan lama. 

Maran dulu desa yang makmur dengan ribuan penduduk yang mayoritas petani dan peternak. Namun, zaman terus menggerus mereka. Mulai dari wabah kelaparan, perang, dan kini ketika negara mulai damai, Maran ditinggalkan penduduk mudanya. 

3. Bolla (Kosovo)

Bolla (instagram.com/pantheonbooks)

Bolla merupakan novel ketiga dari penulis Finlandia, Pajtim Statovci. Sang penulis masih setia mengulik negara asal orangtuanya, Yugoslavia saat berkarya. Kali ini lewat dua sudut pandang, dua pria bernama Arsim dan Milos.

Bukan hanya gender mereka yang membuat hubungan asmara mereka terlarang. Keduanya berasal dari etnik yang berseberangan. Arsim seorang Albania dan Milos orang Serbia. Balada keduanya makin pelik ketika perang berkecamuk di kota mereka tinggal, Pristina. Kini jadi ibu kota negara independen, Kosovo. 

Uniknya, buku ini ditulis lewat tiga gaya penceritaan sekaligus. Pertama, perspektif Arsim yang ditulis dengan sudut pandang orang ketiga. Kedua, cerita Milos yang ditulis seperti buku harian dengan kata ganti orang pertama. Ketiga, cerita mitologi Kosovo tentang asal-usul sosok berjuluk Bolla. 

4. Dust Child (Vietnam)

Dust Child (instagram.com/oneworldpublications)

Inti cerita Dust Child adalah eksplorasi dampak Perang Vietnam pada kehidupan penduduk lokal dan para tentara yang pernah terlibat dalam prosesnya. Ceritanya dikemas dengan metode maju mundur. Dimulai dengan dua kakak beradik dari keluarga tak mampu yang merantau ke kota sebelum perang pecah. 

Dilanjut dengan seorang tentara Amerika yang diterjunkan ke Vietnam mendekati masa perang. Terakhir, cerita Phong, seorang pria campuran Vietnam-Amerika yang ditinggalkan di panti asuhan dan kini mencoba mencari identitas orangtuanya. 

Baca Juga: 5 Rekomendasi Novel Thriller Karya Alice Feeney, Bertabur Plot Twist!

Verified Writer

Dwi Ayu Silawati

Pembaca, netizen, penulis

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Rekomendasi Artikel

Berita Terkini Lainnya