TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Gabung di IDN Times

5 Cara Jitu Lolos Beasiswa LPDP ala Tasya Kamila, Bisa Jadi Referensi!

Butuh persiapan yang matang..

Tasya Kamila dalam acara press conference WISH Festival 2020. 5 Maret 2020. IDN Times/M. Tarmizi Murdianto

Siapa sih yang tidak mengenal Tasya Kamila? Artis yang lulus dari Columbia University pada 2018 ini ternyata merupakan salah seorang penerima beasiswa LPDP, lho. Ketika ditemui oleh IDN Times dalam acara press conference World Indonesia Scholarship (WISH) Festival 2020 di WeWork Menara Astra pada Kamis (5/2), perempuan berusia 27 tahun ini membagikan tips sekaligus pengalamannya ketika lolos beasiswa tersebut. Daripada penasaran, langsung saja simak ulasannya berikut ini.

1. Ketahui kemampuan yang kamu miliki

Tasya Kamila dalam acara press conference WISH Festival 2020. 5 Maret 2020. IDN Times/M. Tarmizi Murdianto

Tasya Kamila mengatakan jika hal pertama yang harus kamu lakukan agar bisa lolos mengambil sebuah beasiswa, termasuk beasiswa LPDP adalah mengetahui kemampuan apa yang sudah dimiliki dan belum kamu miliki.

"Waktu aku masuk ke Columbia University, Agustus 2016, persiapan yang aku lakukan setahun dari waktu pendaftaran, yakni Januari 2015. Nah, langkah pertama yang aku lakukan adalah membuat daftar mengenai kemampuan yang sudah atau belum aku miliki, yang sesuai dengan kriteria persyaratan beasiswa itu," katanya.

Ia juga menambahkan, bahwa hal tersebut bisa menjadi informasi penting untuk memilih jurusan. Sehingga, nantinya kamu tidak salah pilih jurusan atau kampus.

2. Cari informasi sebanyak mungkin mengenai beasiswa dan kampus yang ingin dituju

Tasya Kamila dalam acara press conference WISH Festival 2020. 5 Maret 2020. IDN Times/M. Tarmizi Murdianto

Hal yang kedua ini merupakan hal paling penting yang patut kamu lakukan dari jauh-jauh hari. Sebab, persiapan yang satu ini membutuhkan waktu yang lama. Tidak hanya sekadar mencari tahu seadanya saja melalui internet, Tasya juga memberikan penjelasan bahwa informasi yang harus diketahui bisa seputar beasiswa, kampus, serta kehidupan di dalam kampus tersebut.

Untuk itu, dirinya menyarankan untuk mencari informasi sebanyak-banyaknya melalui alumni penerima beasiswa, dan juga alumni kampus tersebut.

"Cari tahu informasi seputar beasiswa dan kampus yang kamu inginkan di website resmi kampus tersebut. Biasanya di sana ada sosialisasi online seperti webinar, dan offline sosialiasi dari alumni di kampus tersebut. Bertanya pada alumni juga jangan cuma persyaratan aja, tetapi juga kehidupan di kampusnya biar gak culture shock," ucap ibu satu anak itu.

Baca Juga: Mau Beasiswa ke Luar Negeri? 7 Dokumen Ini Harus Disiapkan Sejak Dini

3. Ikuti les untuk mengisi kekurangan yang kamu miliki

Tasya Kamila dalam acara press conference WISH Festival 2020. 5 Maret 2020. IDN Times/M. Tarmizi Murdianto

Setelah kamu mengetahui kekurangan apa yang kamu miliki, maka mengikuti les merupakan salah satu kunci agar kamu bisa lolos dalam mendapatkan beasiswa. Pasalnya, dengan melakukan hal tersebut, kamu bisa meningkatkan kemampuanmu dan menghilangkan kekurangan yang kamu miliki. Misalnya, jika kamu memiliki kekurangan dalam Bahasa Inggris, maka ikutilah les Bahasa Inggris.

Dalam wawancaranya, Tasya Kamila juga memberikan tips dalam memilih tempat les yang baik dan sesuai. Berikut ini beberapa di antaranya:

  1. Tanya ke alumni yang pernah dapat beasiswa, mereka pernah les di mana saja. Review dari orang itu sangat penting.
  2.  Melihat track record tempat les tersebut. Apakah orang yang les di tempat itu banyak yang berhasil atau tidak.
  3. Menyesuaikan dengan persyaratan dan kebutuhan untuk mengambil beasiswa.
  4. Menyesuaikan dengan budget yang kamu miliki.

4. Membuat timeline untuk merencanakan pendaftaran beasiswa

Tasya Kamila dalam acara press conference WISH Festival 2020. 5 Maret 2020. IDN Times/M. Tarmizi Murdianto

Setelah sudah mengetahui informasi seputar beasiswa dan kampus yang ingin kamu tuju, maka hal yang selanjutnya perlu kamu lakukan adalah membuat timeline untuk merencanakan pendaftaran beasiswa. Menurut Tasya, hal ini penting agar kamu bisa termotivasi dalam membuat cover letter, dan mengirimkan aplikasi beasiswa.

"Selanjutnya, kamu perlu membuat timeline untuk melakukan pendaftaran beasiswa. Dengan begitu, kamu bisa memperkirakan kapan harus kirim aplikasinya, membuat cover letter, membuat esai, dan sebagainya," terangnya.

Baca Juga: Bersiaplah! 6 Beasiswa di Asia yang Akan Segera Tutup di Bulan Maret

Rekomendasi Artikel

Berita Terkini Lainnya