TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Gabung di IDN Times

Faktur Komersial: Pengertian, Jenis hingga Cara Membuat!

Tagihan yang diberikan kepada pembeli

Ilustrasi bekerja (pexels.com/Mikhail Nilov)

Tentunya bagi kamu sudah gak asing dengan istilah faktur. Dalam dunia bisnis, ini merupakan bentuk tagihan kepada pembeli. Merujuk Kamus Besar Bahasa Indonesia atau KBBI, faktur adalah daftar barang kiriman yang dilengkapi keterangan nama, jumlah, dan harga yang harus dibayar atau invois.

Lalu apa yang dimaksud dengan faktur komersial? Apa fungsi dan jenis-jenisnya? Untuk itu, kamu bisa menyimak penjelasannya di bawah ini.

1. Apa itu faktur komersial?

ilustrasi akuntan (unsplash.com/Kelly Sikkema)

Mengutip laman Online Pajak, faktur komersial adalah dokumen yang berkaitan dengan transaksi barang atau jasa. Jadi, faktur komersial ini bisa dibilang sebagai dokumen hukum yang ditujukan kepada pelanggan dari pemasok atau penjual. Di dalamnya, terdapat rincian intruksi, persyaratan, hingga pembayaran.

Selain itu, faktur komersial ini juga digunakan sebagai dokumen untuk membuat deklarasi bea cukai. Biasanya, formatnya cukup spesifik, mulai dari transaksi pengiriman, barang yang diangkut, kode sistem, dan lain sebagainya. Jadi, faktur ini sangat penting dalam proses akuntansi maupun administrasi bisnis.

2. Fungsi faktur komersial

Ilustrasi akuntan (pexels.com/@rodnae-prod)

Pada dasarnya fungsi faktur komersial adalah untuk pencatatan pendapatan, pengeluaran, pemantauan stok, dan sebagai bukti pembelian maupun penjualan. Pasalnya, faktur ini akan dibutuhkan untuk keperluan perpajakan dan audit. Tapi selain itu, berikut ini fungsi lain dari faktur komersial.

  • Sebagai bukti transaksi resmi antara penjual dan pembeli.
  • Sebagai dasar pemenuhan kontrak untuk memastikan semua telah disepakati, seperti jumlah barang, kualitas, harga, dan lainnya.
  • Perhitungan bea dan pajak ekspor-impor yang harus dibayar dan dilakukan oleh pihak berwenang.
  • Untuk pemantauan stok dan inventarisasi karena mencantumkan jumlah barang yang diperdagangkan.
  • Sebagai dokumen untuk pembiayaan dan asuransi jika terjadi kerusakan atau kehilangan selama pengangkutan barang.
  • Untuk persyaratan perpajakan di negara pengekspor dan negara impor. Hal ini akan membantu otoritas pajak memverifikasi transaksi dan menghitung pajak yang harus dibayar.
  • Memudahkan pelacakan untuk semua transaksi perdagangan internasional dan audit internal maupun eksternal.
  • Memudahkan proses bea cukai dan mendapatkan izin ekspor-impor dari otoritas yang berwenang.

Baca Juga: Ada Lagi Kasus Pemalsuan Faktur Pajak, Kali Ini Rugikan Negara Rp10 M

3. Jenis-jenis faktur komersial

Ilustrasi akuntan(pexels.com/Mikhail Nilov)

Mengutip karya ilmiah Prosedur Pencetakan Faktur Penjualan pada PT. Kimia Farma Trading and Disribution Cabang Surakarta oleh Elly Agustya Ardy Universitas Sebelas Maret Surakarta, faktur komersial dibagi menjadi dua jenis, yaitu faktur pembelian dan penjualan. Simak penjelasannya di bawah ini.

Faktur pembelian

Sebuah bukti pembelian barang dan jasa yang telah diterima oleh seorang pembeli setelah melakukan suatu pemesanan maupun pembelian suatu barang dan jasa. Selain itu Faktur pembelian digunakan sebagai bukti atas pembelian lunas maupun pembelian kredit. Faktur Pembelian biasanya berisi data pembeli, pembuat faktur, tanggal faktur, nama dan jenis barang, serta nilai barang.

Faktur penjualan

Sebuah barang bukti penjualan barang dan jasa yang digunakan oleh para penjual sebagai bukti pengeluaran barang dagangan, sebagai penagihan (inkaso) apabila suatu perusahaan yang membeli barang tersebut masih mempunyai utang kepada perusahaan.

Rekomendasi Artikel

Berita Terkini Lainnya