ilustrasi pelajar yang aktif di kelas (pexels.com/Yan Krukau)
Sistem pendidikan yang diterapkan dalam sekolah Waldorf cukup berbeda dengan sekolah pada umumnya. Sekolah ini lebih mengutamakan alam dibandingkan teknologi. Sehingga, dalam praktiknya siswa mungkin akan belajar di alam dengan menekankan pada seni dan imajinasi. Di tahun-tahun pertama, siswa belum akan belajar membaca atau menulis, melainkan lebih banyak mendengar cerita.
Anak akan mulai belajar bahasa dengan menggunakan metode eurythmy, yakni melalui gerakan yang biasanya diiringi piano di ruangan besar. Nancy Hoose, guru taman kanak-kanak, dikutip NY Times, memaparkan, lewat gerakan tersebut akan muncul suara yang menampilkan nada dan perasaan musik serta ucapan.
Di sekolah Waldorf, guru-guru didorong untuk bisa lebih memahami dan berpartisipasi dalam perkembangan setiap anak. Lingkungan belajarnya dibuat lebih personal, sehingga bisa menciptakan hubungan yang kuat antara guru dengan anak dan anak dengan anak.