ilustrasi minum air putih (freepik.com/EyeEm)
Mengutip laman Katolisitas, menurut Stefanus Tay, MTS dan Ingrid Listiati, MTS, sepasangan suami istri awam yang telah menyelesaikan program studi S2 di bidang teologi di Universitas Ave Maria - Institute for Pastoral Theology, Amerika Serikat, dalam berpuasa atau berpantang, kita sendiri boleh menambahkan ‘aturannya’ sesuai dengan kekuatan kita. Kamu boleh saja berpuasa dari pagi sampai siang, atau sampai sore, atau bagi yang kuat bisa sampai satu hari penuh.
Lalu, apakah puasa Katolik boleh minum? Tentu diperbolehkan. Kamu bisa minum sedikit air atau minuman tak berkalori seperti susu, minuman manis, dan sejenisnya. Diperlukan kebijaksanaan sendiri untuk memutuskan hal ini, yaitu seberapa banyak kamu mau menyatakan kasihmu kepada Yesus, dan seberapa jauh itu memungkinkan dengan kondisi tubuhmu. Tapi jika terlalu banyak ‘excuse’, artinya kamu perlu mempertanyakan kembali, sejauh mana kamu mengasihi Yesus dan mau sedikit berkorban demi mendoakan keselamatan dunia.
Apakah puasa katolik boleh minum? Jawabannya adalah ya boleh. Tapi, minuman ini hanya sekadar air, bukan minuman yang mengandung kalori. Paling penting yang perlu disadari, puasa dalam ajaran Katolik lebih menekankan pada pengendalian diri dan kesadaran rohani, bukan sekadar menahan lapar dan haus seperti dalam beberapa tradisi lainnya.