Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
cuplikan drakor Undercover Miss Hong
cuplikan drakor Undercover Miss Hong (dok. tvN/Undercover Miss Hong)

Kamu pernah mendengar istilah book smart dan street smart, gak? Istilah ini dipakai untuk menggambarkan cara seseorang memahami dunia. Book smart biasanya dikaitkan dengan kecerdasan akademis yang diperoleh melalui pendidikan formal dan buku pelajaran, sedangkan street smart lebih merujuk pada kecerdasan praktis yang didapat dari pengalaman hidup secara langsung.

Kedua jenis kecerdasan ini sering dianggap bertolak belakang, padahal sebenarnya saling melengkapi. Ada orang yang sangat unggul dalam teori tetapi kurang percaya diri saat menghadapi situasi nyata, dan ada pula yang mahir bersosialisasi namun kurang tertarik pada dunia akademis.

Memahami perbedaan keduanya dapat membantu kita mengenali potensi diri sekaligus mengembangkan kemampuan yang masih perlu dilatih. Nah, berikut ini lima penjelasan soal book smart dan street smart yang perlu kamu ketahui. Keep scrolling!

1. Pengertian book smart dan street smart

Ilustrasi sekelompok cowok sedang bercanda (freepik.com/freepik)

Book smart menggambarkan individu yang memiliki kemampuan belajar secara akademis, mudah memahami konsep teoritis, serta terbiasa berpikir logis dan sistematis. Mereka biasanya unggul di lingkungan yang terstruktur seperti sekolah, kampus, atau pekerjaan yang membutuhkan analisis mendalam dan ketelitian tinggi.

Sementara itu, street smart merujuk pada kemampuan memahami situasi sosial dan menghadapi tantangan kehidupan di lapangan. Orang yang street smart belajar dari pengalaman langsung, interaksi dengan banyak orang, dan kondisi nyata di lapangan. Mereka cenderung fleksibel, cepat beradaptasi, dan mampu membaca situasi dengan baik tanpa harus bergantung sepenuhnya pada teori.

2. Cara menghadapi masalah

ilustrasi cowok cerdas (freepik.com/katemangostar)

Saat menghadapi persoalan, orang yang book smart biasanya mencari solusi berdasarkan referensi atau pengetahuan yang sudah dipelajari. Mereka akan menganalisis masalah secara runtut dan mempertimbangkan berbagai kemungkinan sebelum mengambil keputusan, sehingga hasilnya cenderung lebih terukur dan sistematis.

Sebaliknya, orang yang street smart lebih mengandalkan intuisi dan pengalaman pribadi dalam mengambil keputusan. Mereka mampu menyesuaikan solusi dengan kondisi lapangan yang kerap tidak ideal atau penuh ketidakpastian. Pendekatan ini membuat mereka terlihat lebih spontan, namun sering kali justru efektif karena sesuai dengan realitas yang dihadapi.

3. Kelebihan dan kekurangan masing-masing

ilustrasi seorang cowok sedang berpikir (freepik.com/stockking)

Book smart memiliki kelebihan dalam hal pemahaman teori, kemampuan berpikir kritis, serta ketelitian dalam menyusun rencana. Mereka biasanya unggul dalam bidang yang membutuhkan analisis mendalam seperti pendidikan, penelitian, atau pekerjaan administratif yang membutuhkan ketepatan data.

Namun, book smart juga memiliki keterbatasan jika tidak dibarengi dengan kecakapan sosial. Mereka bisa kesulitan beradaptasi saat situasi berubah secara tiba-tiba atau ketika harus menghadapi konflik interpersonal. Di sisi lain, street smart unggul dalam komunikasi dan kemampuan membaca peluang, tetapi terkadang kurang memperhatikan aspek perencanaan dan detail teknis.

4. Peran dalam dunia kerja dan lingkungan sosial

ilustrasi bekerja keras (freepik.com/freepik)

Dalam dunia kerja, book smart sering terlihat dari individu yang rapi menyusun laporan, memahami prosedur, dan mampu bekerja sesuai standar yang ditetapkan. Mereka berperan penting dalam memastikan sistem berjalan dengan baik dan teratur.

Street smart berperan besar dalam menjaga hubungan antarindividu, menghadapi klien, serta menyelesaikan konflik secara diplomatis. Dalam kehidupan sosial, mereka biasanya lebih mudah membangun relasi dan memahami perasaan orang lain. Kombinasi keduanya sangat dibutuhkan agar sebuah tim atau komunitas dapat berjalan dengan harmonis dan efektif.

5. Mana yang lebih ideal untuk dimiliki?

ilustrasi pertama kali bertemu klien (pexels.com/fauxels)

Tidak ada jawaban mutlak apakah book smart lebih baik daripada street smart atau sebaliknya. Setiap orang memiliki kecenderungan masing-masing tergantung latar belakang pendidikan, lingkungan, dan pengalaman hidup yang dijalani.

Idealnya, seseorang mampu mengembangkan kedua jenis kecerdasan ini secara seimbang. Pengetahuan dari buku dapat menjadi dasar berpikir yang kuat, sementara pengalaman hidup melatih kepekaan dan kebijaksanaan dalam mengambil keputusan. Dengan memadukan book smart dan street smart, seseorang akan lebih siap menghadapi tantangan kehidupan yang kompleks.

Pada akhirnya, memahami apakah diri kita lebih condong ke book smart atau street smart bukan untuk memberi label, melainkan untuk mengenali potensi diri. Kesadaran ini dapat membantu kita memperbaiki kekurangan sekaligus memaksimalkan kelebihan yang sudah dimiliki.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

EditorAtqo Sy