Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
5 Buku Cerita untuk Bantu Anak Mengungkapkan Perasaannya, biar Gak Memendam
Cover buku "The Color Monster" & "In My Heart: A Book of Feelings" (kolase foto via Amazon)

Membantu anak untuk mengenali dan mengungkapkan perasaannya memang gak mudah, apalagi jika mereka belum punya cukup kosa kata untuk menjelaskan apa yang mereka rasakan. Banyak anak akhirnya memilih diam, marah, atau menangis tanpa tahu bagaimana cara menyampaikan isi hatinya dengan tepat.

Di sinilah peran buku cerita menjadi sangat penting sebagai jembatan emosi. Berikut ini rekomendasi buku cerita yang bisa membantu anak lebih berani mengungkapkan perasaannya.

1. "The Color Monster" by Anna Llenas

Cover buku "The Color Monster" by Anna Llenas (foto via Amazon)

Buku ini bercerita tentang monster kecil yang merasa bingung karena emosinya bercampur aduk. Ia tidak tahu apakah yang ia rasakan itu marah, sedih, atau takut. Seorang anak perempuan kemudian membantu si monster mengenali setiap perasaan dengan mengelompokkannya berdasarkan warna.

Melalui ilustrasi yang menarik dan penuh warna, anak diajak memahami bahwa setiap emosi punya ‘warna’ dan makna masing-masing. Misalnya, kuning untuk bahagia, biru untuk sedih, merah untuk marah. Pendekatan visual ini membuat anak lebih mudah memahami konsep emosi yang abstrak.

2. "When Sophie Gets Angry—Really, Really Angry" by Molly Bang

Cover buku "When Sophie Gets Angry—Really, Really Angry" by Molly Bang (foto via Amazon)

Cerita ini mengikuti Sophie, seorang anak yang merasa sangat marah ketika mainannya diambil oleh kakaknya. Rasa marah itu digambarkan dengan sangat kuat, hingga Sophie merasa seperti akan meledak.

Alih-alih menahan atau memendam, Sophie memilih menjauh dan menenangkan diri dengan cara yang sederhana, seperti berjalan keluar rumah dan menikmati alam. Perlahan, emosinya mereda dan ia bisa kembali merasa tenang.

3. "In My Heart: A Book of Feelings" by Jo Witek

Cover buku "In My Heart: A Book of Feelings" by Jo Witek (foto via Amazon)

Buku ini menggambarkan berbagai macam perasaan yang ada di dalam hati seorang anak, mulai dari bahagia, sedih, takut, hingga berani. Setiap emosi dijelaskan dengan bahasa yang sederhana dan penuh imajinasi.

Melalui buku ini, anak diajak untuk lebih mengenali apa yang mereka rasakan di dalam hati. Mereka juga belajar bahwa semua perasaan itu normal dan tidak perlu disembunyikan.

4. "The Feelings Book" by Todd Parr

Cover buku "The Feelings Book" by Todd Parr (foto via Amazon)

Buku ini menyajikan berbagai jenis perasaan dengan cara yang ringan dan penuh warna. Mulai dari perasaan senang, sedih, cemburu, hingga bangga, semuanya dijelaskan dengan contoh yang dekat dengan kehidupan sehari-hari anak.

Gaya bahasa yang sederhana membuat anak mudah memahami isi cerita tanpa merasa digurui. Ilustrasinya juga cerah dan ekspresif, sehingga anak bisa langsung mengaitkan gambar dengan emosi yang dimaksud.

5. "Grumpy Monkey" by Suzanne Lang

Cover buku "Grumpy Monkey" by Suzanne Lang (foto via Amazon)

Cerita ini berfokus pada Jim, seekor monyet yang merasa kesal tanpa alasan yang jelas. Meski teman-temannya mencoba menghibur, Jim tetap merasa tidak baik-baik saja. Seiring berjalannya cerita, Jim akhirnya menyadari bahwa tidak apa-apa untuk merasa “grumpy” atau bad mood.

Ia tidak perlu memaksakan diri untuk selalu bahagia demi orang lain. Buku ini memberi pesan penting bahwa anak tidak harus selalu terlihat ceria. Mereka boleh merasa tidak baik-baik saja, dan itu adalah bagian dari proses memahami diri sendiri.

Itulah buku cerita yang bisa membantu anak lebih berani mengungkapkan perasaannya. Dengan memilih buku yang tepat, kamu tidak hanya memberikan hiburan, tapi juga membantu anak membangun kecerdasan emosional sejak dini.

Editorial Team