Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

5 Buku di KawanPuan Reading Club, Masuk Wishlist Sherina Munaf!

5 Buku di KawanPuan Reading Club, Masuk Wishlist Sherina Munaf!
Hood Feminism – Mikki Kendall (amazon.com) dan Honor – Thrity Umrigar (goodreads.com)
Intinya Sih
  • KawanPuan Reading Club dari Kitabisa jadi ruang diskusi aman bagi perempuan dan publik figur untuk membahas buku bertema feminisme, kesehatan mental, serta isu sosial yang relevan.
  • Sherina Munaf dan Hannah Al Rasyid ikut membaca serta merekomendasikan buku-buku seperti The Bell Jar dan Hood Feminism yang menyoroti tekanan mental dan ketimpangan dalam gerakan feminisme.
  • Beberapa buku wishlist Sherina seperti Collapse Feminism, Honor, dan Membisikkan Bekal untuk Perjalanan yang Sangat Jauh mengulas kritik terhadap kapitalisme, patriarki, serta redefinisi nilai seni dari perspektif feminis.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

KawanPuan adalah komunitas yang dibentuk oleh Kitabisa sebagai ruang aman untuk membahas isu perempuan, kesehatan mental, dan berbagai topik sosial. Salah satu programnya yang cukup menarik adalah Reading Club, di mana para anggota dan figur publik berdiskusi tentang buku-buku dengan tema relevan dan sering kali “menggugah”.

Dalam suatu kesempatan, aktris dan penyanyi Sherina Munaf membagikan kegiatan ini di media sosial pribadinya, serta buku-buku yang dibedah dalam acara ini. Berikut 5 buku yang dibedah sekaligus jadi wishlist Sherina!

1. The Bell Jar – Sylvia Plath

The Bell Jar
The Bell Jar – Sylvia Plath (gramedia.com)

Dibaca oleh Sherina, The Bell Jar mengangkat kisah Esther Greenwood, seorang perempuan muda yang tampak “baik-baik saja” dari luar, tapi sebenarnya mengalami tekanan mental yang berat. Novel ini menggambarkan depresi, ekspektasi sosial terhadap perempuan, dan rasa kehilangan arah hidup.

Ditulis dengan gaya semi-autobiografi, buku ini terasa sangat personal dan jujur. Banyak pembaca merasa relate dengan pergulatan batin yang dialami tokohnya. Meski temanya cukup gelap, buku ini membuka ruang refleksi yang dalam tentang kesehatan mental.

2. Hood Feminism – Mikki Kendall

Hood Feminism
Hood Feminism – Mikki Kendall (amazon.com)

Aktris Hannah Al Rasyid juga turut ikut dalam reading club ini dan buku yang dibacanya adalah Hood Feminism. Buku yang ditulis Mikki Kendall ini mengkritik gerakan feminisme arus utama yang sering kali gak inklusif.

Secara singkat, buku ini menyoroti isu-isu mendasar seperti kemiskinan, kekerasan, akses pangan, dan pendidikan yang sering luput dari diskusi feminisme “populer”. Isinya cukup tajam, tapi justru itu yang membuatnya penting.

3. Collapse Feminism – Alice Cappelle

Collapse Feminism
Collapse Feminism – Alice Cappelle (goodreads.com)

Selain membagikan buku yang dibaca, Sherina juga membagikan beberapa wishlist bukunya. Yang pertama adalah Collapse Feminism karya Alice Cappelle. Buku ini menawarkan kritik terhadap arah feminisme modern.

Isinya banyak membahas bagaimana sistem kapitalisme dan budaya digital memengaruhi gerakan feminisme saat ini. Terdapat pertanyaan penting dalam buku ini yakni apakah feminisme masih benar-benar membebaskan, atau justru terjebak dalam sistem yang sama?

4. Honor – Thrity Umrigar

Honor – Thrity Umrigar
Honor – Thrity Umrigar (goodreads.com)

Juga masuk wishlist Sherina Munaf, Honor merupakan novel fiksi yang sarat isu patriarki, budaya, dan keberanian melawan norma yang menindas. Kisahnya tentang Smita, jurnalis India-Amerika yang meliput kasus Meena, wanita Hindu yang diserang keluarga karena menikahi pria Muslim

Ceritanya emosional dan penuh konflik, tapi tetap realistis. Lewat sudut pandang karakter, pembaca diajak melihat kompleksitas antara tradisi dan hak individu. Buku ini cocok untuk kamu yang suka novel dengan isu sosial kuat.

5. Membisikkan Bekal untuk Perjalanan yang Sangat Jauh

Sampul.png
Membisikan Bekal untuk Perjalanan yang Sangat Jauh (peretas.org)

Buku ini juga masuk wishlist Sherina Munaf dan menawarkan pendekatan yang lebih reflektif. Buku ini menawarkan perspektif yang cukup berbeda tentang dunia sastra dan seni. Isinya mengkritik definisi seni konvensional yang selama ini dianggap kaku, eksklusif, dan “abadi”. Sebagai gantinya, buku ini justru mengangkat bentuk karya yang sering dianggap remeh, seperti dongeng, diary, hingga kerajinan tangan, sebagai bagian dari ekspresi sastra perempuan.

Dengan pendekatan feminis, buku ini mencoba meninjau ulang bagaimana karya budaya dinilai dan siapa yang berhak menentukan standar tersebut. Pembaca diajak untuk melihat bahwa pengalaman perempuan juga punya nilai artistik yang setara, meskipun tidak selalu hadir dalam bentuk “resmi”. Isinya cukup reflektif dan kritis, cocok untuk kamu yang tertarik pada isu feminisme, budaya, dan redefinisi makna seni.

Itu tadi 5 buku yang dibedah dan masuk wishlist Sherina dalam Kawanpuan Reading Club. Ada buku yang menarik perhatianmu gak?

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Pinka Wima Wima
EditorPinka Wima Wima
Follow Us

Related Articles

See More