Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Kumpulan Novel Misteri Karya Keigo Higashino
Kumpulan Novel Misteri Karya Keigo Higashino (gpu.id)

Intinya sih...

  • Dosa Malaikat (Salvation of a Saint) menyoroti permainan waktu, detail kecil, dan logika yang tampak sepele namun krusial.

  • Kesetiaan Mr. X (Devotion of Suspect X) memperlihatkan duel intelektual antara dua otak jenius dalam bentuk penyelidikan kriminal.

  • Catatan Pembunuhan Sang Novelis (Malice) penuh lapisan kebohongan dan motif tersembunyi, membuat pembaca terus mempertanyakan mana kebenaran dan mana rekayasa.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Bagi pecinta novel misteri, nama Keigo Higashino hampir selalu muncul di daftar bacaan wajib. Penulis asal Jepang yang lahir pada 1958 ini dikenal lewat gaya ceritanya yang cerdas, tenang, dan penuh lapisan psikologis. Latar belakangnya sebagai lulusan teknik turut memengaruhi cara ia membangun cerita misteri, rapi, logis, dan sering kali tak terduga.

Karya-karyanya tidak hanya populer di Jepang, tetapi juga mendunia, termasuk di Indonesia, berkat banyak novelnya yang kini sudah tersedia dalam terjemahan bahasa Indonesia. Mulai dari kisah kriminal klasik, duel intelektual antar jenius, hingga cerita yang menyentuh sisi kemanusiaan, Higashino selalu berhasil menghadirkan misteri yang terasa dekat dan relevan. Berikut delapan rekomendasi novel karya Keigo Higashino yang bisa kamu nikmati dalam versi bahasa Indonesia. Let's scrolling!

1. Dosa Malaikat (Salvation of a Saint)

cover buku Dosa Malaikat atau Salvation of a Saint (gpu.id)

Novel ini berpusat pada penyelidikan kematian seorang pria yang tampak mustahil dilakukan oleh istrinya, karena sang istri memiliki alibi yang nyaris sempurna. Cuplikan ceritanya menyoroti permainan waktu, detail kecil, dan logika yang tampak sepele namun krusial. Pembaca diajak mengikuti cara kerja tim kepolisian, khususnya detektif Kusanagi dalam mengurai kebenaran di balik kejahatan yang “tidak mungkin”.

Gaya ceritanya tenang, dingin, dan sangat rasional. Higashino tidak mengandalkan kejutan berlebihan, tetapi membangun ketegangan lewat penalaran logis dan konflik batin karakter. Misterinya terasa rapi, elegan, dan memuaskan bagi pembaca yang menyukai teka-teki intelektual.

2. Kesetiaan Mr. X (Devotion of Suspect X)

cover buku Kesetiaan Mr. X atau Devotion of Suspect X (gpu.id)

Novel ini membuka cerita dengan identitas pelaku yang sudah diketahui sejak awal, namun justru di situlah kekuatannya. Kisahnya berfokus pada pengorbanan seorang pria jenius matematika demi melindungi perempuan yang dicintainya dari jeratan hukum. Cuplikan ceritanya memperlihatkan duel intelektual antara dua otak jenius, seorang ilmuwan fisika dan matematikawan dalam bentuk penyelidikan kriminal.

Gaya ceritanya emosional namun tetap dingin dan terkontrol. Higashino memadukan logika kejahatan dengan tragedi kemanusiaan, membuat novel ini bukan hanya soal “siapa pelakunya”, tetapi “seberapa jauh seseorang bisa berkorban atas nama cinta”.

3. Catatan Pembunuhan Sang Novelis (Malice)

cover buku Catatan Pembunuhan Sang Novelis Malice (gpu.id)

Novel ini dimulai dari pembunuhan seorang penulis terkenal, dengan tersangka utama adalah sahabat dekatnya sendiri. Cerita disajikan melalui sudut pandang bergantian, pengakuan tersangka dan penyelidikan polisi yang perlahan memperlihatkan bahwa kebenaran tidak sesederhana yang terlihat di permukaan.

Gaya penceritaannya psikologis dan manipulatif, penuh lapisan kebohongan dan motif tersembunyi. Higashino bermain dengan persepsi pembaca, membuat kita terus mempertanyakan mana kebenaran dan mana rekayasa. Ini salah satu novel Higashino yang paling gelap secara psikologis.

4. Pembunuhan di Nihonbashi (The Newcomer)

cover buku Pembunuhan di Nihonbashi atau The Newcomer (gpu.id)

Novel ini mengikuti Detektif Kaga dalam menyelidiki pembunuhan seorang perempuan tua di kawasan Nihonbashi. Cuplikan ceritanya tidak hanya berfokus pada satu tersangka, tetapi menggali kehidupan orang-orang di sekitar korban, termasuk tetangga, keluarga, dan kenalan yang masing-masing menyimpan cerita sendiri.

Gaya ceritanya hangat, observasional, dan sangat manusiawi. Misteri dibangun melalui potongan kisah keseharian, membuat pembaca merasa dekat dengan karakter. Higashino menunjukkan bahwa kejahatan sering kali lahir dari hubungan manusia yang rapuh, bukan dari niat jahat semata.

5. Angsa dan Kelelawar (The Swan and the Bat)

cover buku Angsa dan Kelelawar atau The Swan and the Bat (gpu.id)

Novel ini mengisahkan dua kasus pembunuhan yang terpisah waktu puluhan tahun, namun perlahan terhubung oleh benang merah yang mengejutkan. Cuplikan ceritanya menyoroti dampak kejahatan terhadap keluarga korban dan pelaku, bahkan setelah bertahun-tahun berlalu.

Gaya ceritanya reflektif dan melankolis, dengan fokus kuat pada akibat moral dan emosional dari kejahatan. Higashino membawa pembaca merenungkan keadilan, rasa bersalah, dan luka yang diwariskan lintas generasi.

6. Black Snowman & Pembunuhan di Kota Tak Bernama

cover buku Black Snowman & Pembunuhan di Kota Tak Bernama (gpu.id)

Dalam Black Snowman, Higashino menghadirkan misteri pembunuhan yang melibatkan masa lalu gelap dan rahasia identitas, sementara Pembunuhan di Kota Tak Bernama menawarkan atmosfer sunyi dan penuh kecurigaan di sebuah kota kecil. Cuplikan ceritanya menekankan rasa terasing, trauma, dan identitas yang kabur.

Gaya ceritanya lebih atmosferik dan muram, dengan tempo yang perlahan namun menekan. Higashino membangun ketegangan melalui suasana dan psikologi karakter, bukan sekadar alur cepat.

7. Keajaiban Toko Kelontong Namiya (The Miracles of the Namiya General Store)

cover buku Keajaiban Toko Kelontong Namiya atau The Miracles of the Namiya General Store (gpu.id)

Berbeda dari novel misterinya, buku ini mengisahkan tiga pemuda yang menemukan toko kelontong tua yang bisa menjawab surat dari masa lalu. Cuplikan ceritanya penuh kisah manusia tentang pilihan hidup, penyesalan, dan harapan yang saling terhubung lintas waktu.

Gaya ceritanya hangat, menyentuh, dan penuh empati. Meski minim unsur kriminal, Higashino tetap menghadirkan misteri emosional yang membuat pembaca merenung tentang hidup dan keputusan yang kita ambil.

8. Tragedi Pedang Keadilan

cover buku Tragedi Pedang Keadilan (gpu.id)

Novel ini menyoroti kejahatan dari sudut pandang moral: apa arti keadilan ketika hukum gagal memberi jawaban? Cuplikan ceritanya menampilkan karakter-karakter yang bergulat dengan rasa dendam, keadilan personal, dan konsekuensi dari pilihan ekstrem.

Gaya ceritanya serius dan filosofis, dengan konflik batin yang kuat. Higashino menantang pembaca untuk berpikir ulang tentang benar dan salah, serta batas tipis antara keadilan dan balas dendam.

Delapan rekomendasi novel Keigo Higashino ini mengajak pembaca memahami motif, emosi, dan konsekuensi dari setiap tindakan manusia. Dengan alur yang cermat dan karakter yang kuat, Higashino mampu membuat pembaca terus berpikir bahkan setelah buku ditutup. Tak heran jika karya-karyanya kerap disebut sebagai “misteri yang menguji logika sekaligus perasaan”.

Bagi kamu yang menggemari novel misteri dengan cerita yang cerdas, emosional, dan penuh kejutan halus, delapan novel Keigo Higashino ini bisa menjadi pintu masuk yang sempurna atau justru alasan untuk semakin jatuh cinta pada dunia misteri ala Keigo Higashino. Selamat membaca!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team