Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
cuplikan adegan dalam film The Long Walk
cuplikan adegan dalam film The Long Walk (dok. Vertigo Entertainment/The Long Walk)

Intinya sih...

  • Carrie terinspirasi dari pengalaman Stephen King saat SMA

  • Thinner diilhami oleh saran dokter untuk menurunkan berat badan

  • The Long Walk terinspirasi dari Perang Vietnam dan ditulis untuk gadis yang disukainya

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Stephen King adalah pencipta beberapa karya paling gak bisa dilupakan dalam genre horor. Siapa yang bisa melupakan wajah Pennywise, badut dari It, yang suka mengintip dari selokan? Gak hanya Pennywise, Stephen King juga menghadirkan buku The Shining dan Hotel Overlook. Ia juga menciptakan The Dark Tower, Carrie, Cujo, dan Christine.

Namun, yang mungkin jarang diketahui oleh beberapa pembaca setia buku-buku Stephen King adalah, bahwa ia sering mengambil inspirasi dari peristiwa di kehidupan nyata, lho. The Shining, misalnya, terinspirasi dari pengalamannya saat menginap di hotel Colorado yang bersalju. Stephen King juga pernah duduk di sebelah seorang laki-laki yang berpakaian seperti Ronald McDonald di pesawat. Ayo, kisah dibuku mana, tuh?

"Saya pikir banyak orang yang memiliki hasrat dengan hal-hal yang menakutkan, dan hal-hal fantastis yang melekat pada kehidupan sehari-hari atau hal-hal biasa," ujar Stephen King kepada Utica Observer-Dispatch.

Nah, berikut lima buku Stephen King yang terinspirasi dari peristiwa di dunia nyata. Seberapa seram, ya?

1. Carrie terinspirasi dari dua gadis yang dikenal Stephen King semasa SMA

cuplikan adegan dalam film Carrie (2013) (dok. Misher Films/Carrie)

Novel pertama Stephen King adalah Carrie, buku klasik ini menceritakan tentang seorang remaja yang dikucilkan. Namun, ia punya kekuatan telekinetik seiring bertambahnya usia. Carrie bisa dibilang merupakan novel epistolary, yang diceritakan dalam bentuk kutipan dari buku harian, surat, memoar, artikel berita, dan banyak lagi. Gaya penulisannya seperti sedang membaca tulisan kejahatan di dunia nyata yang menceritakan tentang pesta prom yang sangat mematikan.

Ternyata, sejarah kelam Carrie didasarkan pada dua gadis yang dikenal Stephen King saat duduk di bangku sekolah menengah ke atas. Dalam bukunya yang berjudul On Writing: A Memoir of the Craft, yang dilansir The Guardian, Stephen King menciptakan Carrie White dari dua orang gadis yang ia sebut "Tina" dan "Sandra." Tina, katanya, adalah korban perundungan. "Bukan karena dia bodoh, dan bukan karena keluarganya aneh, tetapi karena dia mengenakan pakaian yang sama ke sekolah setiap hari," tulisnya.

Sandra, di sisi lain, dibesarkan di keluarga yang sangat religius. "Saya terkejut melihat salib yang tergantung di ruang tamu rumahnya (Sandra), di atas sofa Irving. Jika salib raksasa seperti itu jatuh ketika seseorang sedang menonton TV, orang yang tertimpa pasti akan tewas," kenangnya. Kemudian muncullah Carrie White: seorang gadis yang diintimidasi dan mengenakan pakaian yang sama karena ibunya yang terlalu protektif dan religius.

2. Dokter Stephen King menyarankannya untuk menurunkan berat badan, dan ini menginspirasinya untuk menulis Thinner

cuplikan adegan dalam film Thinner (dok. Spelling Films/Thinner)

Thinner bukanlah salah satu karya Stephen King yang paling terkenal. Buku ini awalnya diterbitkan dengan nama samaran Richard Bachman. Sayangnya, buku ini sangat sensitif karena mengandung tema body shaming.

Thinner berkisah tentang seorang pengacara yang punya kelebihan berat badan. Saat mengendarai mobil, ia gak sengaja menabrak seorang perempuan hingga tewas. Pengacara itu pun dimaki oleh seorang laki-laki dari keluarga korbannya, dengan mengucapkan kata: Thinner. Segera, si pengacara ini menurunkan berat badannya, dan menjadi sangat kurus.

Inspirasi Thinner berasal dari pengalaman nyata yang dialami Stephen King saat ia berobat ke dokter. Di halaman buku di situs webnya, Stephen King menjelaskan, "Dulu berat badan saya 107 kilogram, dan saya perokok berat. Saya pergi menemui dokter dan dia berkata, 'Dengar, bung, trigliserida Anda sangat tinggi. Jika Anda belum menyadarinya, Anda telah memasuki zona serangan jantung.'" Kalimat itu akhirnya masuk ke dalam buku. Begitu pula reaksi Stephen King ketika dia mengikuti saran dokter.

3. Stephen King baru menyadari bahwa Perang Vietnam menginspirasi novel The Long Walk

cuplikan adegan dalam film The Long Walk (dok. Vertigo Entertainment/The Long Walk)

Meskipun Carrie adalah novel pertama Stephen King yang diterbitkan, sebenarnya ia menulis The Long Walk terlebih dulu. The Long Walk sendiri akhirnya diterbitkan dengan nama samaran Richard Bachmann. The Long Walk juga menginspirasi film tahun 2025, yang merupakan salah satu adaptasi terbaik Stephen King dalam beberapa tahun terakhir.

The Long Walk sendiri menggambarkan para pemuda yang berlomba dalam pawai tanpa akhir. Mereka dipaksa berjalan jauh, jika ada yang gak kuat, mereka akan ditembak. Buku ini cukup brutal, karena melibatkan puluhan anak-anak di bawah umur yang mati dengan cara mengenaskan. Uniknya, Stephen King menulis buku tersebut untuk menghibur seorang gadis yang disukainya.

"Saya memberikan tulisan itu kepadanya bab demi bab," katanya kepada Vanity Fair. "Dia menyukainya, dan itu keren. Saya rasa saya tidak pernah berhasil mendapatkan keberuntungan, tetapi saya tentu saja mencoba."

Stephen King menyadari bahwa buku itu secara gak sengaja terinspirasi dari Perang Vietnam. Perang yang sedang berkecamuk pada saat ia menulis tentang para pemuda yang dipaksa mati tanpa alasan demi moral negara. "Saya menulis berdasarkan pengalaman, jadi tentu saja, itu ada dalam pikiran saya. Tapi saya tidak pernah memikirkannya secara sadar," jelasnya kepada majalah tersebut. "Saya menulis sesuatu yang agak brutal. Itu tanpa harapan, dan memang itulah yang saya tulis ketika berusia 19 tahun."

4. The Girl Who Loved Tom Gordon terinspirasi dari pemain bisbol di dunia nyata bernama Tom Gordon

Stephen King di Festival Film Internasional Toronto 2024 untuk film The Life of Chuck (commons.wikimedia.org/Kevin Payravi)

Dalam bukunya yang diterbitkan tahun 1999 berjudul The Girl Who Loved Tom Gordon, Stephen King menulis tentang seorang penggemar tim bisbol Boston Red Sox yang tersesat di hutan belantara Maine. Nah, karena merasa sedang diikuti oleh makhluk jahat, ia berimajinasi sambil mendengarkan pertandingan bisbol di Walkman-nya. Ia pun kehilangan kewarasan.

Bisa dibilang, The Girl Who Loved Tom Gordon adalah salah satu buku Stephen King yang paling suram. Sayangnya, adaptasi buku ini ke layar lebar yang direncanakan oleh Lynne Ramsay, dibatalkan. Semoga aja suatu saat terealisasi, ya.

Stephen King memang diketahui sebagai penggemar berat tim bisbol Boston Red Sox. Saat ia menulis buku itu, Red Sox sedang menjalani musim yang penuh keberuntungan. Di sisi lain, Tom Gordon merupakan tokoh asli dari kehidupan nyata, seorang pelempar yang punya banyak penggemar.

Stephen King dan istrinya adalah penggemar berat Tom Gordon. Tom Gordon sendiri mengungkapkan kepada Fox News bahwa Stephen King dan istrinya sering datang ke pertandingan bisbol untuk menontonnya bermain. "Saya tidak tahu bahwa mereka ternyata menonton semua pertandingan yang ada sayanya," kenangnya.

Mereka bertemu ketika Stephen King ingin meminta izin kepada Tom Gordon untuk memakai namanya dalam buku yang ditulis Stephen King. "Saya beberapa kali bertanya, mengapa saya?" kata Tom Gordon. Ketika buku itu terbit, Tom Gordon bilang kalau ia sangat berterima kasih. "Keluarga King adalah orang-orang yang rendah hati dan bersahaja yang membuat siapa saja jatuh cinta," ujar Tom Gordon. "Dan saya jelas penggemar Stephen King dan saya bersyukur mendapat kesempatan ini."

5. Cujo terinspirasi dari seekor anjing St. Bernard yang hampir menerkam Stephen King

cuplikan adegan dalam film Cujo (dok. Taft Entertainment/Cujo)

Dalam novel Stephen King yang terkenal, yaitu Cujo, seorang ibu dan anaknya terjebak di dalam mobil dan diincar oleh seekor anjing St. Bernard yang mengidap rabies. Cujo sendiri adalah hewan peliharaan keluarga yang disayangi, tetapi saat terinfeksi rabies dari kelelawar, Cujo berubah menjadi anjing berdarah dingin. Cujo adalah buku yang sangat brutal, dan salah satu karya Stephen King yang paling legendaris.

Cujo sendiri terinspirasi dari pengalaman Stephen King di dunia nyata tentang seekor anjing St. Bernard yang menakutkan. Saat Stephen King sedang menaiki sepeda motor, motornya mogok. Ia pun harus mendorongnya sampai ke bengkel. Namun, ia diterkam seekor anjing besar. "Seorang laki-laki berkata, 'Jangan khawatir. Dia tidak menggigit.' Jadi saya mengulurkan tangan untuk mengelusnya, dan anjing itu malah menyerang saya," kenang Stephen King dalam sebuah cerita yang diunggah ke situs webnya.

Meskipun cerita-cerita Stephen King sering menampilkan unsur supernatural, paranormal, dan sesuatu yang susah diterima akal sehat, tapi Stephen King rupanya punya banyak inspirasi dari hal-hal yang dia temui di dunia nyata, lho. Yap, setiap karya memang pasti terinspirasi dengan banyak hal di dunia nyata. Kira-kira kamu gitu juga, gak?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team