Di dunia akademik, berdiskusi dan bertukar pikiran menjadi bagian penting untuk mengembangkan ilmu pengetahuan. Namun, ada risiko yang sering gak disadari, yaitu terjebak dalam echo chamber akademik. Kondisi ini terjadi ketika seseorang hanya berinteraksi dengan kelompok atau pandangan yang sama, sehingga informasi yang diterima menjadi terbatas. Akibatnya, perspektif baru sulit masuk dan perkembangan gagasan menjadi terhambat.
Bagi dosen, hal ini bisa berdampak besar pada kualitas pengajaran, penelitian, dan publikasi ilmiah. Semakin sempit sudut pandang, semakin kecil pula peluang untuk menemukan ide inovatif. Menghindari echo chamber bukan berarti meninggalkan identitas akademik, tetapi memperluas ruang interaksi. Berikut enam cara yang dapat membantu dosen keluar dari lingkaran pendapat yang berulang.