Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
7 Contoh Kalimat Retorik: Penjelasan, Fungsi, serta Ciri-cirinya
ilustrasi buku informasi (pexels.com/wallace chuck)
  • Kalimat retorik adalah kalimat pertanyaan yang tidak memerlukan jawaban dan digunakan untuk menegaskan, memperindah tulisan, atau menyampaikan sindiran secara halus.
  • Ciri khas kalimat retorik meliputi bentuk penegasan atau pertanyaan, penggunaan kata tanya, tidak membutuhkan jawaban, serta penutur dan pendengar sama-sama tahu jawabannya.
  • Fungsi utama kalimat retorik mencakup introspeksi diri, sindiran, pemberian nasihat, serta dukungan emosional dalam komunikasi sehari-hari maupun karya sastra.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Tahukah kamu bahwa dalam Bahasa Indonesia, terdapat berbagai macam jenis kalimat. Kalimat-kalimat ini memiliki fungsi dan ciri khasnya masing-masing.

Kalimat dalam yang memiliki fungsi yang cukup unik adalah kalimat retorik atau gaya bertutur. Kalimat ini memiliki tujuan penggunaan yang bermacam-macam. Mulai dari meyakinkan orang lain tentang suatu argumen, menghibur, menginspirasi, atau menyentuh perasaan orang. Agar kalian lebih paham mengenai kalimat ini, yuk, simak penjelasan lengkap dan contoh kalimat retorik di bawah ini!

1. Penjelasan kalimat retorik

ilustrasi buku dan alat tulis (pexels.com/Monstera)

Kalimat retorik merupakan kalimat pertanyaan yang tidak memerlukan jawaban. Pada umumnya, kalimat ini biasa digunakan oleh penulis untuk memperindah gubahan atau karya tulisnya. Selain itu, bisa juga menyatakan kesangsian atau bersifat mengejek.

Kalimat ini retorik ini juga sering digunakan dalam pidato. Tujuannya bukan dimaksudkan untuk bertanya, tetapi untuk menegaskan. Kalimat ini berbeda dengan kalimat pertanyaan lain yang diajukan dengan mengharapkan jawaban.

Biasanya, akan ada suatu pertanyaan yang diajukan untuk mendapatkan jawaban. Namun, kalimat retorik ini biasanya diajukan untuk mengungkit suatu poin.

2. Ciri-ciri kalimat retorik

ilustrasi buku dan laptop (unsplash.com/nick morrison)

Kalimat retorik dapat diidentifikasi karena memiliki ciri-ciri yang sangat jelas. Dikutip dari jurnal ilmiah Kalimat Tanya Dalam Persidangan Di Pengadilan Negeri Banda Aceh, kalimat retorik memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

1. Bentuk kalimat dapat berupa penegasan dan pertanyaan.

2. Kalimat terkadang menggunakan kata tanya di dalamnya.

3. Kalimat tidak memerlukan jawaban.

4. Individu yang bertanya dan yang ditanya sama-sama mengetahui jawabannya.

3. Fungsi kalimat retorik

ilustrasi belajar kalimat tidak efektif (pexels.com/julia m cameron)

Selain untuk menegaskan, kalimat retorik juga memiliki berbagai fungsi lainnya, yaitu sebagai berikut:

1. Fungsi Intropeksi atau refleksi diri

Yaitu proses mengamati diri sendiri, menyadari pikiran batin, keinginan, dan sensasi. Proses tersebut adalah proses mental yang disadari dan biasanya dengan tujuan tertentu berdasarkan pikiran dan perasaan.

2. Fungsi sindiran

Mengungkapkan rasa tidak setuju yang terkesan bertentangan dengan lawan bicara melalui kalimat sindiran halus, baik secara langsung maupun tidak langsung.

3. Fungsi memberi

Nasihat memberikan pelajaran yang baik sehingga dapat dijadikan bahan referensi atau alasan seseorang melakukan sesuatu.

4. Fungsi pendukung

Memberikan berbagai macam informasi, baik itu verbal dan nonverbal yang berupa nasihat, bantuan nyata atau perilaku yang diberikan oleh sekelompok orang yang dekat dan dekat dengan subjek dalam lingkungan sosialnya atau dalam bentuk lain, dapat juga berupa kehadiran apa pun yang dapat memberikan manfaat emosional yang memengaruhi perilaku.

Dalam dunia literatur, kalimat retorik juga digunakan sebagai kalimat persuasif. Kalimat ini sering dipakai dalam pidato, debat, atau bahkan dapat juga digunakan dalam percakapan sehari-hari.

4. Contoh kalimat retorik

ilustrasi belajar (pexels.com/min an)

Agar kalian lebih paham mengenai kalimat retorik, berikut ini adalah 7 contoh kalimat retorik yang bisa kalian coba pahami:

1. Apakah kita hanya akan duduk diam sambil dunia ini runtuh?

2. Apakah pengorbananku tidak terlihat?

3. Apakah kamu ingin menyerah sampai di sini?

4. Kalau begini terus, kapan bisa kayanya?

5. Bagaimana bisa kamu malah pergi di situasi ini?

6. Kamu berharap apa dari dunia ini?

7. Mau sampai kapan kita begini terus?

Jadi, itu dia pengertian, ciri-ciri, fungsi, hingga contoh kalimat retorik yang pastinya sering kalian dengar atau ucapkan tanpa sadar di kehidupan sehari-hari. Dengan memahami bahasa dan mengerti kalimat-kalimat dalam Bahasa Indonesia, kalian tentunya akan lebih mudah menyampaikan pesan kepada orang lain.

Penulis: Rani Purwanti

Editorial Team