Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Contoh Kalimat Tidak Efektif dengan Pengertian dan Ciri-cirinya
ilustrasi belajar kalimat tidak efektif (pexels.com/RF._.studio)
  • Artikel menjelaskan pengertian kalimat tidak efektif sebagai kalimat yang bertele-tele, ambigu, dan sulit dipahami karena penyampaian gagasan tidak tepat sasaran.
  • Dijabarkan ciri-ciri utama kalimat tidak efektif seperti penggunaan kata berlebihan, tanda baca salah, diksi kurang tepat, serta struktur subjek dan predikat yang tidak jelas.
  • Disajikan sepuluh contoh kalimat tidak efektif yang sering muncul dalam kehidupan sehari-hari sebagai panduan agar pembaca dapat menghindarinya saat menulis.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Kalian mungkin pernah membaca kalimat yang bertele-tele hingga bingung untuk memahami kalimat tersebut. Nah, kalimat yang kalian baca itu merupakan contoh kalimat tidak efektif. Kalimat tidak efketif merupakan penyampaian gagasan yang bertele-tele dan tidak tepat pada inti topik.

Berikut ini merupakan penjelasan, ciri-ciri, serta contoh kalimat tidak efektif yang sering kalian temui di kehiduapn sehari-hari. Langsung simak, yuk!

1. Pengertian kalimat tidak efektif

ilustrasi belajar (pexels.com/Pixabay)

Kalimat tidak efektif merupakan kalimat yang penyampaiannya tidak efektif atau berbelit-belit. Bisa dikatakan, kalimat tidak efektif adalah kalimat yang tidak dapat menyampaikan pesan atau informasi dengan jelas dan tepat sasaran. 

Kalimat tidak efektif biasanya berbentuk terlalu rumit, bertele-tele, atau ambigu. Kalimat ini dapat membuat pembaca atau pendengar kesulitan memahami maksud dari kalimat tersebut. Selain itu, kalimat ini dapat disebabkan oleh kurang tepatnya penggunaan tanda baca dalam kalimat sehingga pembaca sulit memahaminya.

Dalam lingkungan akademik, jenis kalimat seperti ini sangat tidak dianjurkan untuk digunakan. Pasalnya, kalimat jenis ini membuat sebuah hasil tulisan ilmiah menjadi tidak mudah untuk dimengerti oleh kalangan akademisi. Karya ilmiah yang menggunakan kalimat ini, dapat menyebabkan penulisnya mendapatkan reputasi yang buruk.

2. Ciri-ciri kalimat tidak efektif

ilustrasi belajar kalimat tidak padu (pexels.com/Katerina Holmes)

Ciri-ciri kalimat tidak efektif yang utama adalah bertele-telenya penyampaian inti kalimat di dalamnya. Selain itu, kalimat tidak efektif juga banyak menggunakan kata jamak, menggunakan tanda baca yang kurang tepat, dan memiliki subjek dan predikat yang kurang jelas.

Ciri-ciri kalimat tidak efektif juga dapat diidentifikasikan dengan:

1. Unsur kalimat yang tidak jelas.

2. Penggunaan diksi kalimat banyak yang tidak tepat.

3. Penggunaan ejaan Bahasa Indonesia tidak sesuai dengan PUEBI.

4. Tidak ada ide pokok dalam kalimat.

5. Boros penggunaan katanya

3. Contoh kalimat tidak efektif

ilustrasi belajar kalimat tidak efektif (pexels.com/julia m cameron)

Nah, berikut 10 contoh kalimat tidak efektif yang bisa kamu simak. 

  1. Ada banyak macam-macam makanan disediakan oleh restoran itu.

  2. Para tamu-tamu yang hadir dipersilahkan untuk duduk di kursi kembali. 

  3. Handphone adalah merupakan alat untuk komunikasi yang memudahkan kita menghubungi berbagai banyak orang.

  4. Gunung yang sangat amat cantik itu banyak dijadikan tempat favorit wisatawan mancanegara. 

  5. Mobil yang dikendarai oleh Ami memiliki banyak stiker-stiker kartun favoritnya. 

  6. Berbagai macam film-film romantis yang ditayangkan menghibur banyak orang-orang. 

  7. Dalam presentasi itu membicarakan tentang pentingnya generasi bermoralitas tinggi.

  8. Sekumpulan anak lari di halaman belakang sekolahan.

  9.  Meskipun sakit, Budi tetap pergi berangkat kerja.

  10.  Walaupun sangat lelah sekali, Lina tetap ikut membersihkan rumah.

Itu dia penjelasan, ciri-ciri, serta contoh kalimat tidak efektif yang sering kita dengar atau temui di kehidupan sehari-hari. Buat kalian yang sedang mengerjakan tugas kuliah atau sekolah, ingat ya, kalimat ini harus banget kamu hindari sebelum kalian mendapatkan teguran dari guru atau dosen kalian.

Penulis: Rani Purwanti

Editorial Team