ilustrasi misa katolik (unsplash.com/Shalone Cason)
Mengutip laman Universitas Katolik Santo Thomas, Kamis Putih merupakan bagian dari rangkaian Trihari Suci dalam masa Prapaskah yang juga mencakup Jumat Agung dan Sabtu Suci. Dari peristiwa Kamis Putih, terdapat berbagai makna serta nilai kehidupan yang dapat dipetik oleh umat beriman.
Perayaan Kamis Putih menjadi momen untuk mengenang saat-saat terakhir Yesus menjelang wafat-Nya. Pada waktu itu, Yesus mengadakan perjamuan malam terakhir bersama para murid-Nya, di mana Ia membagikan roti Paskah sebelum akhirnya mengalami penyaliban.
Selain itu, Kamis Putih juga mengajak umat meneladani tindakan Yesus yang membasuh kaki para murid-Nya. Tindakan ini pada masa itu dianggap sebagai pekerjaan rendah yang biasanya dilakukan oleh seorang hamba, namun Yesus sebagai Guru justru melakukannya sebagai bentuk kasih dan kerendahan hati.
Peristiwa tersebut menjadi simbol penting tentang sikap merendahkan diri dan melayani sesama. Melalui Kamis Putih, umat juga diajak untuk belajar tentang arti kebersamaan dan hidup sederhana.
Dalam berbagai tradisi, Kamis Putih memiliki beberapa sebutan lain. Hari ini juga dikenal dengan nama Maundy Thursday, Holy Thursday, dan istilah lainnya, tergantung pada budaya dan kebiasaan di masing-masing wilayah.
Sebagai seorang pemimpin, Yesus menunjukkan bahwa posisi yang tinggi bukanlah untuk dilayani, melainkan untuk melayani orang lain. Dari peristiwa Kamis Putih, terdapat banyak nilai yang bisa diteladani, seperti semangat melayani, kerendahan hati, kehidupan doa, kasih bahkan kepada musuh, serta kesadaran bahwa keinginan duniawi yang berlebihan dapat membawa manusia pada kehancuran.