Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Jurusan Peternakan, Ilmu di Balik Sapi Jumbo dan Domba Sehat
ilustrasi mahasiswa peternakan memberi makan sapi (pexels.com/cottonbro studio)
  • Jurusan Peternakan mempelajari ilmu biologi, teknologi pangan, dan keinsinyuran untuk memahami anatomi, nutrisi, genetika, serta kesejahteraan hewan demi menghasilkan ternak sehat dan produktif.
  • Mahasiswa dibekali kemampuan manajemen produksi, desain kandang modern berbasis teknologi digital, hingga pengolahan produk hewani agar bernilai tambah dan memenuhi standar keamanan pangan.
  • Bidang peternakan juga mencakup aspek ekonomi, bisnis, serta pengelolaan limbah ramah lingkungan yang berkontribusi pada keberlanjutan industri pangan dan perekonomian nasional.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Pernah kepikiran siapa sosok di balik sapi jumbo dan domba sehat di momen Iduladha? Di balik prosesnya, ada peran lulusan peternakan dan ilmu yang mereka pelajari. Bukan sekadar tau cara memelihara hewan, tapi ada pemahaman ilmu biologi, teknologi pangan, hingga pengelolaan industri.

Menariknya, bidang ini secara legal termasuk dalam cakupan keinsinyuran menurut Peraturan Pemerintah Nomor 25 Tahun 2019. Jadi, gak heran kalau beberapa materinya cukup dekat dengan dunia sains dan teknik.

Lalu, sebenarnya apa saja yang dipelajari di jurusan peternakan? Yuk, kita bedah satu per satu!

1. Anatomi dan fisiologi, memahami cara kerja tubuh ternak

ilustrasi rangka anatomi hewan ternak (pexels.com/Max Mishin)

Mahasiswa peternakan biasanya mempelajari bagaimana tubuh hewan bekerja, mulai dari sistem pencernaan, pernapasan, reproduksi, hingga proses pembentukan daging, susu, dan telur. Materi ini menjadi dasar penting untuk memahami kondisi kesehatan dan produktivitas ternak.

Pemahaman terhadap fungsi organ dan proses biologis membantu penanganan hewan dilakukan secara tepat sesuai kebutuhannya. Ilmu ini berkaitan dengan penilaian kondisi ternak, termasuk untuk memastikan hewan kurban berada dalam kondisi sehat dan layak.

2. Nutrisi dan ilmu hijauan, menyusun kebutuhan gizi ternak

ilustrasi hewan ternak kelinci makan (pexels.com/Natalia Vol)

Agar hewan ternak memiliki bobot ideal, tidak boleh asal memberi makan. Mahasiswa belajar meracik pakan (ransum) dengan hitungan matematika tertentu agar kebutuhan nutrisi ternak tetap seimbang dan efisien.

Selain itu, ada juga pembelajaran hijauan atau tanaman pakan ternak untuk menjaga ketersediaannya sepanjang tahun. Hal ini penting karena pakan menjadi salah satu komponen terbesar dalam biaya produksi peternakan. Menurut laporan Food and Agriculture Organization (FAO) melalui Jurnal Nutrisi Ternak Tropis, biaya pakan mencakup sekitar 60-70 persen dari total biaya produksi peternakan.

3. Genetika dan pemuliaan ternak, menghasilkan bibit unggul

ilustrasi mahasiswa peternakan belajar ilmu genetika (pexels.com/Artem Podrez)

Pernah lihat sapi kurban dengan ukuran jumbo yang sangat berotot? Nah, mahasiswa peternakan mempelajari bagaimana kualitas ternak dapat ditingkatkan melalui proses pemuliaan dan seleksi genetik. Materinya mencakup pewarisan sifat hingga teknologi reproduksi seperti Inseminasi Buatan (IB). Bidang ini bertujuan menghasilkan ternak dengan kualitas yang lebih baik, dari sisi kesehatan, pertumbuhan, maupun produktivitasnya.

Laporan Pusat Penelitian dan Pengembangan Peternakan menunjukkan bahwa perbaikan genetik memiliki peran dalam peningkatan produksi pangan hewani. Laman Fapet UGM juga melansir, pemanfaatan teknologi reproduksi terbukti mampu melahirkan bibit berkualitas sekaligus meningkatkan produktivitas ternak.

4. Ekologi dan iklim, memahami lingkungan ternak

ilustrasi kuda di area peternakan (unsplash.com/Sergej Karpow)

Peternakan juga berkaitan erat dengan kondisi lingkungan. Mahasiswa mempelajari pengaruh suhu, kelembapan, hingga kondisi iklim terhadap kesehatan dan produktivitas ternak.

Perubahan lingkungan dapat memicu stres pada ternak, menurunkan nafsu makan, hingga mengurangi produksi daging dan susu. Oleh sebab itu, materi ini berkaitan dengan kemampuan untuk memitigasi risiko tersebut melalui pengaturan ventilasi dan tata letak kandang, hingga strategi adaptasi lingkungan.

5. Infrastruktur dan peralatan, mengenal sistem kandang modern

ilustrasi kandang ternak ayam modern (pexels.com/Mark Stebnicki)

Selain mempelajari hewan, mahasiswa peternakan juga dikenalkan pada desain kandang dan berbagai peralatan pendukung produksi. Di era modern, sistem peternakan mulai memanfaatkan teknologi (smart farming) seperti ventilasi otomatis, sensor digital, hingga pemantauan berbasis IoT untuk membantu pengelolaan ternak secara lebih efisien.

Penelitian Fapet UNUD melalui Journal of Animal Husbandry membuktikan bahwa teknologi digital mampu meningkatkan efisiensi produksi, kesejahteraan hewan, hingga menurunkan biaya pengobatan.

6. Manajemen produksi, mengelola sistem peternakan

ilustrasi mengelola produksi usaha peternakan (pexels.com/cottonbro studio)

Jurusan peternakan gak hanya berkaitan dengan hewan, tetapi juga pengelolaan sistem produksi secara menyeluruh. Mahasiswa mempelajari manajemen kandang, pemeliharaan ternak, pengaturan produksi, hingga pengelolaan lingkungan peternakan.

Prinsip efisiensi menjadi inti dari pembelajaran guna mendapatkan hasil pangan maksimal tanpa mengurangi kualitas produk. Pada praktiknya, bidang ini cukup dekat dengan kemampuan problem solving karena banyak keputusan teknis yang harus disesuaikan dengan kondisi di lapangan.

7. Teknologi produk hewani, mengolah hasil ternak jadi lebih bernilai

ilustrasi pengolahan produk hewani daging (pexels.com/Furkan Alakoç)

llmu peternakan nggak berhenti di pintu kandang, tapi berkaitan juga dengan pengolahan hasil ternak seperti susu, daging, dan telur agar memiliki nilai tambah dan lebih aman dikonsumsi. Mahasiswa biasanya belajar mengenai pengolahan pangan, penanganan produk secara higienis, hingga prinsip keamanan pangan atau food safety.

Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2009 menyebutkan, bahwa produk hewani perlu memenuhi standar aman, sehat, utuh, dan halal (ASUH) sebelum sampai ke masyarakat.

8. Ekonomi dan bisnis, memahami industri pangan

ilustrasi usaha industri peternakan (unsplash.com/Ainur Khakimov)

Peternakan merupakan bagian dari industri pangan yang juga berkaitan dengan aspek ekonomi dan bisnis. Oleh karena itu, mahasiswa mempelajari manajemen usaha, strategi pemasaran, hingga kebijakan pangan. Pembelajaran ini membantu memahami bagaimana sistem produksi pangan dijalankan, termasuk tantangan biaya produksi, distribusi, dan kebutuhan pasar.

Menurut data Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian dan GoodStats, sektor peternakan menyumbang sekitar 1,5 hingga 1,6 persen terhadap PDB nasional. Turut berkontribusi terhadap perekonomian nasional melalui penyediaan pangan dan aktivitas industri turunannya.

9. Kesehatan dan etika, menjaga kesejahteraan hewan dan lingkungan

ilustrasi menjaga kesehatan hewan ternak (unsplash.com/Creab ThePolymath)

Selain produksi, jurusan peternakan juga membahas kesejahteraan hewan atau animal welfare. Materi ini berkaitan dengan cara memperlakukan ternak secara layak agar kesehatannya tetap terjaga dan tidak mengalami stres berlebihan.

Di sisi lain, mahasiswa juga mempelajari pengelolaan limbah ternak agar tidak mencemari lingkungan. Limbah peternakan bahkan dapat dimanfaatkan kembali menjadi pupuk organik maupun energi alternatif seperti biogas. Dilansir Cattle Buffalo Club Fapet UNPAD, pemanfaatan limbah ternak berpotensi menurunkan tingkat polusi sekaligus meningkatkan kondisi ekonomi peternak. Konsep ini menjadi bagian penting dalam pengembangan peternakan berkelanjutan yang lebih ramah lingkungan.

Jadi, sudah terjawab kan apa saja yang dipelajari di jurusan peternakan? Ternyata, bidang ini gak hanya berkaitan dengan kandang dan hewan ternak, tetapi juga mencakup pembelajaran tentang pangan, lingkungan, teknologi, hingga sistem industri yang saling berkaitan.

Seiring berkembangnya kebutuhan pangan dan teknologi modern, ilmu peternakan pun terus berkembang menjadi bidang yang semakin luas dan multidisiplin. Setelah membaca artikel ini, apakah pandanganmu tentang jurusan peternakan jadi sedikit berbeda?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team