Ilustrasi Jumat Agung (unsplash.com/Photo by Alicia Quan)
Ritual penghormatan salib merupakan tindakan simbolis yang mengajak umat untuk menanggapi sabda Tuhan yang telah didengar sebelumnya. Ketika salib ditempatkan di depan altar dan umat menghormatinya dengan membungkuk, berlutut, atau mencium, hal itu bukan sekadar ungkapan duka dan kasih. Tindakan tersebut juga menjadi pernyataan iman dan kepercayaan kepada Kristus yang telah bangkit.
Penghormatan ini berfokus pada kemuliaan Yesus Kristus, bukan pada alat penderitaan itu sendiri. Pada saat ini, koor dapat menyanyikan lagu-lagu yang membantu umat semakin menghayati sengsara Kristus dan menyembah-Nya dengan lebih mendalam.
Setelah penghormatan salib, altar kemudian ditutup dengan taplak putih. Corpral (kain putih berbentuk persegi untuk meletakkan bejana suci) dibentangkan dan buku misa disiapkan. Imam mengenakan velum dan, bersama dua misdinar yang membawa lilin, mengambil sibori berisi hosti yang telah dikonsekrasi pada hari sebelumnya (Kamis Putih) untuk dibawa ke altar. Pada tahap ini, lilin mulai dinyalakan di altar.
Ritus komuni dimulai dengan Doa Bapa Kami dan diakhiri dengan berkat penutup. Imam mengangkat dan merentangkan tangan saat memberikan berkat. Setelah itu, imam dan para pelayan meninggalkan gereja dalam keheningan tanpa lagu penutup, diikuti oleh umat yang juga keluar dengan suasana hening.
Pada akhirnya, mengetahui ibadah Jumat Agung dilaksanakan jam berapa dan kenapa dilaksanakan sore hari bisa membantu kamu memahami makna Jumat Agung itu sendiri. Semoga dengan mengikuti ibadah Jumat Agung, kamu dapat semakin memahami arti kasih dan pengorbanan Yesus Kristus.