Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Ikut Bimtek? Hindari 7 Kebiasaan Ini Kalau Tak Mau Rugi Waktu

Ikut Bimtek? Hindari 7 Kebiasaan Ini Kalau Tak Mau Rugi Waktu
ilustrasi bimtek (pexels.com/Yan Krukau)
Intinya Sih
  • Bimbingan teknis (bimtek) bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peserta, namun sering tidak dimanfaatkan maksimal karena kurang fokus dan persiapan.
  • Tujuh kebiasaan yang perlu dihindari antara lain datang tanpa tujuan jelas, sibuk dengan ponsel, malu bertanya, tidak mencatat, pasif berdiskusi, tidak mengulas materi, serta menganggap bimtek formalitas.
  • Mengikuti bimtek dengan sikap aktif, fokus, dan reflektif membantu peserta memperoleh manfaat nyata yang bisa diterapkan dalam pekerjaan maupun kehidupan sehari-hari.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Bimbingan teknis atau bimtek menjadi salah satu kegiatan yang sering diikuti oleh pelajar, mahasiswa, ASN, maupun karyawan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan. Melalui kegiatan ini, peserta bisa memperoleh materi terbaru, memahami prosedur kerja, hingga bertukar pengalaman dengan peserta lain. Sayangnya, tidak semua orang bisa memanfaatkan kesempatan tersebut secara maksimal. Ada yang hadir hanya untuk memenuhi kewajiban tanpa benar-benar menyerap isi materi. Akibatnya, ilmu yang didapat cepat terlupakan dan sulit diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Supaya waktu yang kamu luangkan gak terbuang sia-sia, penting untuk mengetahui kesalahan yang sering dilakukan peserta selama mengikuti bimtek. Kesalahan kecil yang terlihat sepele ternyata bisa mengurangi fokus dan efektivitas belajar. Padahal, bimtek biasanya menghadirkan narasumber yang sudah berpengalaman di bidangnya. Kalau kamu mampu menghindari kebiasaan tersebut, manfaat yang diperoleh akan jauh lebih besar. Yuk, simak tujuh kesalahan saat ikut bimtek yang bikin ilmu gak maksimal.

1. Datang tanpa mengetahui tujuan mengikuti bimtek

ilustrasi bimtek
ilustrasi bimtek (pexels.com/MART PRODUCTION)

Banyak peserta datang ke bimtek hanya karena mendapat tugas dari kantor atau instansi. Mereka tidak mencari tahu lebih dulu materi apa yang akan dipelajari selama kegiatan berlangsung. Akibatnya, mereka mengikuti setiap sesi tanpa memiliki target pembelajaran yang jelas. Kondisi ini membuat perhatian mudah terpecah saat pemateri menjelaskan topik tertentu. Padahal, mengetahui tujuan belajar akan membantu kamu lebih fokus pada informasi yang paling relevan. Hasilnya, ilmu yang didapat akan lebih mudah dipahami dan diterapkan.

Sebelum berangkat, luangkan waktu untuk membaca agenda atau silabus bimtek jika tersedia. Catat hal-hal yang ingin kamu pelajari atau masalah yang ingin kamu pecahkan melalui kegiatan tersebut. Cara sederhana ini membuat kamu lebih aktif saat mendengarkan materi. Kamu juga lebih mudah menghubungkan penjelasan narasumber dengan kebutuhan di tempat kerja atau aktivitas sehari-hari. Bimtek pun terasa lebih bermakna karena kamu benar-benar mengetahui manfaat yang ingin dicapai. Kebiasaan ini juga membuat proses belajar menjadi lebih terarah.

2. Terlalu sibuk bermain ponsel selama materi berlangsung

ilustrasi seseorang memegang ponsel (freepik.com/freepik)
ilustrasi seseorang memegang ponsel (freepik.com/freepik)

Godaan membuka media sosial atau membalas pesan sering kali muncul ketika mengikuti bimtek. Banyak peserta menganggap mereka masih bisa mendengarkan materi sambil melihat layar ponsel. Padahal, otak manusia memiliki keterbatasan dalam membagi perhatian secara bersamaan. Akibatnya, informasi penting yang disampaikan narasumber justru terlewat. Kamu mungkin merasa memahami materi, tetapi ternyata hanya menangkap sebagian kecil penjelasan. Hal ini membuat hasil belajar menjadi kurang maksimal.

Gunakan ponsel hanya ketika memang diperlukan untuk mencatat atau mengakses materi pendukung. Aktifkan mode senyap agar notifikasi tidak terus mengganggu konsentrasi. Jika memungkinkan, simpan ponsel di dalam tas selama sesi berlangsung. Cara ini membantu kamu lebih fokus mendengarkan setiap penjelasan yang diberikan. Selain lebih menghargai narasumber, kamu juga akan memperoleh pemahaman yang lebih utuh. Fokus penuh menjadi salah satu kunci agar ilmu lebih melekat dalam ingatan.

3. Malu bertanya saat ada materi yang belum dipahami

ilustrasi seseorang bertanya
ilustrasi seseorang bertanya (pexels.com/Vitaly Gariev)

Masih banyak peserta yang memilih diam meski sebenarnya belum memahami materi. Mereka takut pertanyaannya dianggap terlalu sederhana atau khawatir dinilai kurang kompeten. Padahal, kemungkinan besar peserta lain juga memiliki kebingungan yang sama. Kesempatan bertanya justru menjadi bagian penting dalam proses belajar. Penjelasan tambahan dari narasumber bisa membuat konsep yang rumit menjadi lebih mudah dipahami. Bimtek pun menjadi lebih interaktif dan bermanfaat bagi semua peserta.

Kalau memang masih ragu bertanya di depan banyak orang, kamu bisa mencatat pertanyaan terlebih dahulu. Setelah sesi selesai, manfaatkan waktu istirahat untuk berdiskusi langsung dengan narasumber. Cara ini tetap memberikan kesempatan memperoleh jawaban yang dibutuhkan. Semakin jelas pemahamanmu terhadap materi, semakin besar pula peluang menerapkannya dengan benar. Jangan biarkan rasa malu menghalangi proses belajar. Bertanya adalah tanda bahwa kamu benar-benar ingin berkembang.

4. Tidak mencatat poin-poin penting

ilustrasi seseorang bimtek
ilustrasi seseorang bimtek (pexels.com/Katerina Holmes)

Mengandalkan ingatan saja sering menjadi kesalahan yang disadari setelah bimtek selesai. Materi yang disampaikan dalam waktu beberapa jam tentu sulit diingat seluruhnya. Tanpa catatan, banyak informasi penting akan terlupakan dalam hitungan hari. Padahal, beberapa poin mungkin sangat berguna ketika diterapkan di tempat kerja. Catatan juga membantu kamu mengulang materi tanpa harus mencari sumber lain. Kebiasaan sederhana ini mampu meningkatkan efektivitas belajar.

Kamu tidak harus menulis semua isi presentasi secara lengkap. Cukup catat poin utama, contoh kasus, atau tips praktis yang disampaikan narasumber. Tambahkan simbol atau warna tertentu agar catatan lebih mudah dipahami saat dibaca kembali. Setelah bimtek selesai, luangkan waktu untuk merapikan catatan tersebut. Proses mengulas kembali materi juga membantu memperkuat daya ingat. Dengan begitu, ilmu yang diperoleh tidak mudah hilang begitu saja.

5. Pasif dan enggan berdiskusi dengan peserta lain

ilustrasi diskusi
ilustrasi diskusi (pexels.com/cottonbro studio)

Bimtek bukan hanya tempat mendengarkan materi dari narasumber. Kegiatan ini juga menjadi kesempatan bertemu orang-orang dengan latar belakang dan pengalaman yang beragam. Sayangnya, ada peserta yang memilih diam sepanjang acara tanpa membangun komunikasi. Padahal, diskusi sering menghadirkan sudut pandang baru yang tidak dijelaskan dalam materi utama. Pengalaman peserta lain juga bisa menjadi inspirasi dalam menyelesaikan masalah di tempat kerja. Interaksi seperti ini menjadi salah satu nilai tambah mengikuti bimtek.

Cobalah menyapa peserta lain saat waktu istirahat atau ketika ada sesi kelompok. Bertukar pengalaman membuat pembahasan menjadi lebih hidup dan relevan. Kamu juga bisa memperoleh solusi praktis berdasarkan pengalaman nyata peserta lain. Selain menambah ilmu, jaringan pertemanan profesional pun semakin luas. Relasi tersebut bisa bermanfaat di kemudian hari ketika membutuhkan informasi atau kolaborasi. Jadi, jangan ragu untuk membuka percakapan dengan peserta lain.

6. Tidak mengulas kembali materi setelah bimtek selesai

ilustrasi bimtek
ilustrasi bimtek (pexels.com/Anna Shvets)

Banyak orang merasa proses belajar selesai ketika acara bimtek berakhir. Padahal, materi yang tidak diulang cenderung lebih cepat terlupakan. Otak membutuhkan penguatan melalui proses mengingat kembali informasi yang telah dipelajari. Tanpa pengulangan, pengetahuan baru akan perlahan menghilang dari ingatan. Akibatnya, manfaat bimtek menjadi jauh berkurang. Waktu dan tenaga yang sudah dikeluarkan pun terasa kurang optimal.

Sisihkan waktu beberapa hari setelah bimtek untuk membaca kembali catatan yang sudah dibuat. Jika memungkinkan, praktikkan materi tersebut dalam pekerjaan atau aktivitas sehari-hari. Pengalaman langsung akan membuat pemahaman menjadi lebih kuat. Kamu juga bisa berdiskusi dengan rekan kerja mengenai materi yang diperoleh. Cara ini membantu menemukan bagian yang masih perlu dipelajari lebih lanjut. Semakin sering diulas, semakin lama ilmu tersebut tersimpan dalam ingatan.

7. Menganggap bimtek hanya sebagai kegiatan formalitas

ilustrasi bimtek
ilustrasi bimtek (pexels.com/Matheus Bertelli)

Kesalahan terakhir yang cukup sering terjadi adalah mengikuti bimtek hanya demi mendapatkan sertifikat. Peserta hadir secara fisik, tetapi pikirannya tidak benar-benar terlibat dalam proses belajar. Mereka hanya menunggu acara selesai tanpa berusaha memahami isi materi. Sikap seperti ini membuat kesempatan belajar menjadi terbuang percuma. Padahal, bimtek dirancang untuk meningkatkan kompetensi peserta sesuai bidang masing-masing. Manfaatnya akan terasa jika kamu mengikuti setiap sesi dengan sungguh-sungguh.

Cobalah mengubah pola pikir bahwa setiap bimtek adalah investasi pengetahuan. Ilmu yang kamu pelajari hari ini bisa menjadi bekal menghadapi tantangan pekerjaan di masa depan. Semakin terbuka terhadap pembelajaran baru, semakin besar pula peluang berkembang. Sertifikat memang penting sebagai bukti keikutsertaan, tetapi kemampuan yang bertambah jauh lebih bernilai. Fokuslah pada proses belajar, bukan hanya hasil administrasinya. Dengan begitu, setiap bimtek akan memberikan manfaat yang lebih nyata.

Mengikuti bimtek bukan sekadar hadir di ruang pelatihan hingga acara selesai. Cara kamu mempersiapkan diri, memperhatikan materi, berdiskusi, mencatat, hingga mengulas kembali isi pembelajaran sangat menentukan manfaat yang akan diperoleh. Menghindari tujuh kesalahan di atas dapat membuat proses belajar menjadi lebih efektif dan menyenangkan. Ilmu yang didapat pun lebih mudah dipahami, diingat, serta diterapkan dalam kehidupan sehari-hari maupun dunia kerja. Jadi, saat mendapat kesempatan mengikuti bimtek berikutnya, manfaatkan setiap sesi sebaik mungkin agar pengalaman belajarmu benar-benar memberikan dampak positif.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More