pixabay/Perfecto_Capucine
Selain buku fisik, buku digital atau e-book juga kian dilirik oleh para penerbit mengingat begitu pesatnya adopsi internet di kalangan masyarakat. Meski membawa prospek jangka panjang yang segar dan mengalami pertumbuhan, nyatanya angka penjualannya masih tergolong minim.
IKAPI menulis bahwa penjualan e-book di pasar buku tanah air berkisar kurang dari 2 persen. Meski mendapat 'kue' yang sedikit, hal tersebut tak menyurutkan minat penerbit beralih ke pasar buku digital. Dari 711 penerbit aktif, 20 persen di antaranya mulai merambah e-book.
Membangun kegemaran membaca memang memerlukan kerjasama aktif dari pemerintah, IKAPI, dan masyarakat. Pemberian akses untuk memperoleh buku serta aktif mengampanyekan giat membaca adalah beberapa langkah yang bisa dilakukan bersama demi tumbuhnya minat baca di Indonesia. Namun, membangun kesadaran membaca dari diri sendiri adalah hal terpenting.
Benarkah minat baca Indonesia termasuk yang terendah di dunia | Berdasarkan studi dari Central Connecticut State University bertajuk World's Most Literate Nations, Indonesia pernah berada di peringkat 60 dari 61 negara dalam hal minat baca. Inilah alasan kuat mengapa Hari Buku Nasional terus digaungkan—sebagai pengingat bahwa kita masih memiliki "PR" besar untuk meningkatkan kebiasaan membaca. |
Apa perbedaan Hari Buku Nasional dengan Hari Buku Sedunia? | Perbedaannya terletak pada tanggal dan latar belakang sejarahnya. Hari Buku Nasional diperingati setiap 17 Mei berdasarkan hari lahir Perpustakaan Nasional RI. Sementara Hari Buku Sedunia (World Book Day) dirayakan setiap 23 April oleh UNESCO untuk menghormati kematian tokoh sastra besar seperti William Shakespeare dan Miguel de Cervantes. |
Mengapa angka penerbitan buku di Indonesia masih menjadi tantangan? | Faktanya, jumlah judul buku yang diterbitkan di Indonesia setiap tahunnya masih belum sebanding dengan jumlah populasi penduduk. Tantangan utamanya meliputi biaya distribusi yang mahal ke pelosok daerah, harga kertas yang fluktuatif, serta transformasi digital yang membuat banyak orang lebih memilih membaca konten singkat di media sosial daripada buku fisik. |
Bagaimana peran Perpustakaan Nasional dalam mendukung Harbuknas? | Sebagai jantung dari peringatan ini, Perpusnas kini telah bertransformasi menyediakan layanan digital melalui aplikasi iPusnas. Fakta ini menunjukkan bahwa merayakan Hari Buku Nasional tidak lagi terbatas pada buku fisik, melainkan bisa dilakukan melalui akses ribuan e-book gratis secara legal di mana saja. |