Ilustrasi Jumat Agung (unsplash.com/Photo by Gianna B)
Mengutip dari laman resmi Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI), Jumat Agung memiliki arti yang sangat penting karena menjadi dasar terjadinya kebangkitan. Tanpa peristiwa wafatnya Yesus di kayu salib, tidak akan ada perayaan kebangkitan pada hari Paskah.
Salib menjadi pusat kemenangan iman, sebab di sanalah karya penebusan Allah mulai dinyatakan. Sejak manusia jatuh ke dalam dosa, kemuliaan Allah yang sebelumnya ada dalam diri manusia menjadi hilang.
Manusia kemudian kehilangan citra ilahi, menjadi terbatas, rapuh, dan terpisah dari kehidupan kekal. Dampak dosa membuat manusia tidak lagi mampu hidup sesuai dengan kehendak Allah.
Berbagai usaha manusia untuk kembali kepada Allah tidak berhasil, karena dosa telah memisahkan manusia dari sumber kehidupan yang sejati. Namun, karena kasih-Nya yang begitu besar, Allah mengutus Yesus Kristus untuk menebus dosa manusia.
Yesus datang untuk menanggung hukuman yang seharusnya diterima manusia dan memberikan janji kehidupan kekal sebagai gantinya. Ia menghadirkan hidup baru yang penuh berkat, bukan hanya untuk diri sendiri, tetapi juga untuk mewujudkan rencana Allah di dunia.
Manusia yang telah ditebus dipanggil untuk hidup dalam tuntunan Roh dan meneladani kehidupan Kristus. Semua perubahan ini terjadi berkat pengorbanan Yesus pada Jumat Agung.
Melalui peringatan Jumat Agung 2026, kita diingatkan bahwa setiap pengorbanan tidak pernah sia-sia jika dilandasi dengan kasih dan ketulusan. Nilai-nilai yang terkandung di dalamnya dapat menjadi pegangan untuk menjalani kehidupan yang lebih baik dan penuh makna.