Kalau kamu sering mengikuti wawancara publik figur, satu pola ini mungkin terasa familier. Saat ditanya soal buku favorit, judul yang muncul sering terasa itu-itu saja. Ada buku yang direkomendasikan berulang kali oleh aktor, musisi, penulis, sampai content creator. Fenomena ini kerap memicu rasa penasaran. Apakah mereka benar-benar membaca buku yang sama, atau sekadar ikut arus? Pertanyaan ini wajar, apalagi di tengah budaya populer yang serba cepat.
Di balik kesamaan pilihan buku itu, ternyata ada banyak faktor yang bekerja. Mulai dari kebutuhan personal, pengaruh lingkungan, sampai citra yang ingin dibangun. Buku bagi publik figur bukan sekadar bacaan, tapi juga medium refleksi dan identitas. Apa yang mereka baca sering berkaitan dengan fase hidup yang sedang dijalani. Maka, kesamaan buku favorit bukan sekadar kebetulan. Ada pola sosial dan psikologis yang menarik untuk dibahas.
