Ketupat selalu hadir sebagai hidangan khas saat Lebaran, lengkap dengan anyaman daun kelapa yang unik dan ikonik. Namun, pernahkah kamu bertanya kenapa ketupat dibungkus dengan anyaman daun kelapa, bukan bahan lain yang lebih praktis? Di balik tampilannya yang sederhana, ternyata ada makna filosofis yang dalam dan sarat tradisi.
Bukan hanya berfungsi sebagai pembungkus, anyaman tersebut juga mengandung nilai budaya yang telah diwariskan dari generasi ke generasi. Setiap lipatan dan bentuknya pun menyimpan makna khusus yang erat kaitannya dengan kehidupan manusia. Lantas, apa sebenarnya filosofi di baliknya dan mengapa tradisi ini masih terus dijaga hingga kini?
