Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
5 Kesalahan yang Dilakukan Awardee Beasiswa dan Cara Menghindarinya
ilustrasi mahasiswa (freepik.com/drobotdean)
  • Artikel menyoroti bahwa mempertahankan beasiswa lebih sulit daripada proses seleksi, karena penerima wajib menjaga prestasi akademik sekaligus berkontribusi sosial sesuai tanggung jawab moral dan aturan program.
  • Ditekankan pentingnya memahami kontrak beasiswa, menjaga etika di media sosial, serta membangun jaringan agar tidak kehilangan peluang dan dukungan selama masa studi.
  • Banyak awardee lupa merencanakan masa depan pasca-studi; artikel mengingatkan pentingnya menyiapkan tujuan karier, riset pekerjaan, serta menyusun CV dan portofolio sejak dini.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Beasiswa sering kali menjadi incaran bagi pelajar, terutama yang ingin melanjutkan pendidikan hingga ke luar negeri. Mulai dari persyaratan yang cukup banyak hingga proses seleksi yang sangat ketat merupakan tantangan yang harus dilalui oleh setiap pelamar.

Namun masalahnya, tak sedikit penerima beasiswa (awardee) yang menganggap bahwa seleksi adalah tahap terberat, padahal mempertahankan beasiswa yang berhasil didapatkan justru jauh lebih sulit. Sebagai seorang penerima beasiswa, tentu kamu harus paham bahwa beasiswa yang kamu terima itu bukan semata-mata sebuah pencapaian pribadi, melainkan terdapat aturan yang harus dipatuhi dan tanggung jawab yang harus dipenuhi demi menjaga integritas beasiswa tersebut.

Melakukan pelanggaran dengan sengaja bukan hanya akan mendapat teguran, tetapi juga sanksi yang berat tergantung pada jenis pelanggaran yang telah dilakukan. Supaya hal tersebut tidak terjadi padamu, berikut IDN Times rangkum dari berbagai sumber, beberapa kesalahan yang sering dilakukan awardee beasiswa dan cara menghindarinya.

1. Terlalu fokus akademik, lupa kontribusi sosial

ilustrasi mahasiswa belajar di perpustakaan (freepik.com/jcomp)

Salah satu tanggung jawab utama bagi seorang penerima beasiswa adalah wajib mempertahankan nilai IPK sesuai dengan standar IPK minimal per semester yang telah ditentukan oleh program beasiswa yang diikuti. Namun, bukan berarti kamu hanya fokus pada akademik hingga melupakan kontribusi sosial.

Setiap penerima beasiswa juga diharuskan mengikuti kegiatan di luar akademik, mulai dari yang sederhana seperti bergabung dalam aktivitas organisasi, mengadakan sesi berbagi melalui acara workshop atau seminar, hingga pengabdian terhadap masyarakat sebagai bentuk tanggung jawab moral dan sosial.

Pemanfaatan dana pendidikan lewat beasiswa tidak hanya terbatas pada pencapaian akademik di dalam kelas, melainkan juga keterlibatan aktif dalam berbagai kegiatan positif di luar kelas. Selain membantu mengasah soft skill, penerima beasiswa juga bisa membagikan ilmu pengetahuan yang mereka dapatkan selama masa studi kepada masyarakat luas.

2. Mengabaikan kontrak

ilustrasi mahasiswa menggunakan laptop (pexels.com/Andrea Piacquadio)

Kesalahan selanjutnya yang sering dilakukan oleh awardee adalah mengabaikan kontrak. Seperti yang telah disinggung sebelumnya, memperoleh beasiswa bukan sekadar pencapaian pribadi, melainkan ada tanggung jawab yang harus dipenuhi.

Kontrak di sini ibarat hubungan timbal balik antara pemberi dan penerima beasiswa. Di mana pemberi beasiswa memberikan dana pendidikan kepada penerima, kemudian penerima harus mempergunakan dana tersebut melalui komitmen untuk belajar serta berkontribusi.

Kontrak beasiswa memiliki dasar hukum yang kuat. Dengan kata lain, apabila dilanggar, kamu akan mendapatkan sanksi tegas, bisa dalam bentuk peringatan hingga yang terberat adalah pemberhentian sebagai penerima beasiswa dengan kewajiban pengembalian dana studi yang telah diterima.

Oleh sebab itu, penting untuk membaca kontrak beasiswa berulang kali sampai kamu benar-benar paham mengenai kewajiban, larangan, dan konsekuensi jika melanggar. Selain itu, fokus pada performa akademik, buat kalender beasiswa sendiri agar tidak ada laporan studi yang terlewat untuk diserahkan, serta jaga komunikasi dengan penanggung jawab para penerima beasiswa.

3. Over-sharing di media sosial

ilustrasi media sosial (pexels.com/cottonbro studio)

Kesalahan yang sering dilakukan awardee setelah menerima beasiswa sering kali berkaitan dengan perilaku, contohnya over-sharing di media sosial. Padahal, menjaga etika dalam bermedia sosial sangatlah penting, apalagi jika kamu berstatus sebagai penerima beasiswa.

Ada beberapa alasan kenapa kamu harus menjaga perilaku di media sosial, salah satunya untuk mencegah pandangan negatif publik terhadap dirimu. Kamu harus mengetahui bahwa tujuan utama program beasiswa adalah untuk membantu pelajar agar dapat menempuh pendidikan tinggi dengan aman dan nyaman, terutama tidak terbebani persoalan biaya.

Dengan bijak memanfaatkan fasilitas beasiswa dan bermedia sosial, kamu bukan hanya menunjukkan etika yang baik sebagai seorang awardee, tetapi juga memiliki empati yang besar kepada mereka yang masih berjuang demi mendapatkan akses pendidikan yang layak.

4. Gak membangun network

ilustrasi mahasiswa (pexels.com/Armin Rimoldi)

Tidak membangun netwoking juga menjadi salah satu kesalahan yang kerap dilakukan oleh awardee. Padahal, melalui beasiswa kamu memiliki kesempatan besar untuk menjalin relasi seluas-luasnya, baik dengan teman sesama awardee maupun orang-orang hebat di sekitarmu.

Hal ini bisa membuatmu kehilangan peluang di dunia profesional. Bergaul dengan lingkaran yang itu-itu saja juga berdampak pada cara pandangmu yang sulit berkembang. Selain itu, selalu menutup diri juga akan membuatmu kekurangan dukungan moral yang berakibat pada masalah kesehatan mental selama masa studi.

Oleh karenanya, penting untuk membangun network dari sekarang. Kamu bisa mulai dengan langkah sederhana, seperti menghadiri acara awardee, kemudian berbincang dengan beberapa orang di sana dan mengikuti organisasi.

5. Gak punya rencana pasca-studi

ilustrasi mahasiswa sedang duduk (pexels.com/Charlotte May)

Banyak penerima beasiswa yang terjebak dalam pemikiran bahwa lulus kuliah adalah tujuan akhir. Padahal, lulus kuliah merupakan awal di mana perjalananmu di dunia nyata baru saja dimulai.

Tak sedikit lulusan beasiswa bergensi harus kehilangan momentum emas karena masih memikirkan pekerjaan apa yang sesuai dengan dirinya. Belum lagi, sebagian dari mereka terlalu asyik mengejar nilai akademik sampai lupa mengasah skill praktis yang dibutuhkan industri.

Maka dari itu, ketika sudah memasuki semester akhir, kamu harus mulai memiliki rencana tentang masa depanmu. Tentukan tujuan, apakah setelah lulus nanti kamu akan melanjutkan pendidikan atau langsung terjun ke dunia profesional.

Jangan ragu untuk melakukan riset atau mengecek lowongan pekerjaan, terutama yang berkaitan dengan bidangmu. Dengan begitu, kamu bisa mengetahui kira-kira kualifikasi seperti apa yang dibutuhkan oleh perusahaan terhadap calon kandidat. Terakhir tapi juga penting adalah latihan membuat CV dan portofolio agar rencanamu semakin matang.

Penting diingat bahwa beasiswa lebih dari sekadar program pendanaan pendidikan, tetapi juga upaya untuk mencetak putra dan putri terbaik bangsa agar bisa menjadi agen perubahan yang mampu membawa Indonesia ke arah lebih baik. Oleh sebab itu, bagi kamu yang merupakan salah satu awardee, penting untuk menghindari beberapa kesalahan di atas agar kamu bisa menjalani masa studi dengan aman dan lancar.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team