10 Kosakata Bahasa Lematang yang Terdaftar di KBBI, Tahu Arti Menaba?

Indonesia dikenal sebagai negara dengan kekayaan bahasa daerah yang melimpah, salah satunya bahasa Lematang. Bahasa ini dituturkan oleh masyarakat Melayu Lematang yang bermukim di sekitar Sungai Lematang, Sumatra Selatan, sejak ratusan tahun silam. Mengutip situs Laboratorium Kebinekaan Bahasa dan Sastra, bahasa Lematang sendiri memiliki lima dialek, yakni Pegagan, Lematang Lahat, Lematang Ujan Mas Lama, Rambutan, dan Rambang.
Namun, seiring perkembangan zaman, pemakaian bahasa Lematang makin terdesak oleh bahasa lain, seperti bahasa Palembang dan bahasa Indonesia. Kondisi ini dapat dengan mudah dijumpai pada Kecamatan Lahat yang sekaligus menjadi ibu kota Kabupaten Lahat, yang mana bahasa Palembang lebih kerap digunakan dalam percakapan sehari-hari ketimbang bahasa Lematang.
Oleh sebab itu, upaya pelestarian kosakata bahasa Lematang menjadi penting supaya tidak makin terpinggirkan. Salah satu langkah yang dapat dilakukan ialah mendokumentasikan lema-lema Lematang melalui kamus. Pada pemutakhiran terbaru, KBBI VI Daring telah merekam dan membakukan 92 kosakata bahasa Lematang ke dalam bahasa Indonesia, lho. Penasaran apa saja? Yuk, simak beberapa di antaranya berikut ini!
1. Pertama ada "angenan" yang merujuk kepada keadaan masuk angin lantaran kurang tidur

2. Sementara istilah "bersakat" memiliki arti 'bertengkar (tentang anak-anak)'

3. "Cepos" adalah penyebutan untuk seekor ikan yang timbul di permukaan air

4. Berkelahi dengan tangan kosong dalam bahasa Lematang disebut "goco"

5. KBBI juga membakukan kata "jermon" yang memiliki arti 'tempat babi melahirkan'

6. Berikutnya ada "kelawai" yang mempunyai makna 'saudara kandung perempuan'

7. Sedangkan "longop" didefinisikan sebagai lubang yang dilewati oleh hewan kecil, seperti tikus atau semut

8. Barisan pohon karet sudah menjadi pemandangan familier apabila kamu melewati Lintas Tengah Sumatra. "Menaba" sendiri bermakna 'menyadap karet'

9. Suku Lematang bermukim di daerah sekitar Sungai Lematang, Sumatra Selatan. Tak ayal ada istilah "nitek" yang artinya 'mandi di sungai'

10. Terakhir ada "ulam tarok", yakni lalapan berupa sayuran mentah yang dapat dimakan langsung
Pelestarian bahasa daerah tak harus selalu dilakukan dengan cara besar. Mulai dari mengenal, menggunakan, dan membicarakan kosakata bahasa Lematang bisa menjadi langkah awal yang sederhana. Dari sepuluh kata di atas, adakah yang kamu tertarik untuk pakai dalam obrolan sehari-hari?


















