ilustrasi maba (pexels.com/Yusuf Çelik)
Beberapa mahasiswa mulai menilai kecocokan jurusan hanya dari satu semester pertama. Padahal pada tahap itu mereka belum mengenal seluruh mata kuliah, dosen, proyek, maupun peluang yang tersedia. Penilaian yang terlalu cepat sering menghasilkan kesimpulan yang kurang utuh.
Tidak sedikit mahasiswa yang sempat merasa salah jurusan pada tahun pertama, tetapi justru menemukan bidang yang disukai setelah mengikuti organisasi, magang, atau proyek tertentu. Pengalaman di kampus sering membuka sisi jurusan yang sebelumnya tidak terlihat. Karena itu, memberi waktu untuk mengenal lingkungan kuliah secara lebih lengkap sering menjadi langkah yang lebih bijak daripada langsung mengambil keputusan besar.
Maba sering merasa salah jurusan di semester pertama adalah pengalaman yang wajar terjadi. Terutama ketika sedang berusaha memahami dunia kampus yang benar-benar baru. Sebelum menyimpulkan salah jurusan, cobalah melihat apakah keraguan tersebut berasal dari jurusannya atau dari proses adaptasi yang masih berlangsung. Setelah mengenal perkuliahan lebih jauh, apakah perasaan itu masih sama atau justru mulai berubah?