Launching Malaka Books di Citywalk Sudirman pada Minggu (15/2/2026). (IDN Times/Adyaning Raras)
Meskipun attention span menurun, hadirnya Malaka Books didorong oleh data Indeks Tingkat Gemar Membaca yang tiap tahunnya meningkat. Artinya, masih ada harapan untuk menumbuhkan kebiasaan membaca.
Indeks Tingkat Gemar Membaca (ITGM) dari 2020 ke 2024 naik sebanyak 4,17 persen. Lalu, Cania dan Abigail ungkap survei yang dilakukan oleh Snapcat pada Oktober 2024. Data menunjukkan bahwa 88 persen memiliki minat membaca dan 42 persen yang membaca setiap hari.
“Ternyata Gen Z yang paling banyak minat membacanya,” ucap Abigail.
Cania percaya kecintaan pada buku masih bisa dipopulerkan lagi. Ia percaya kebiasaan membaca akan meningkatkan attention span sehingga masyarakat Indonesia bisa berpikir lebih dalam.
“Kebiasaan membaca dan mengonsumsi informasi dalam jangka panjang, melatih attention span, dan membuat kita punya kemampuan untuk berpikir mendalam. Yang mana itu adalah syarat minimal untuk bisa belajar, untuk bisa punya keahlian di suatu bidang,” sambung Cania.
Oleh karena itu hadirlah Malaka Books serta platform malakabooks.id sebagai digital library. Membaca bukan sekadar menambah ilmu melainkan melatih otak untuk belajar banyak hal.
“Bukan cuma ilmunya, tapi skills dari membaca itu membentuk sesuatu di otak. Reflective thinking, logical thinking, listening, acquiring vocabulary, dan berimajinasi, “ tutup Sabda PS, founder dan CEO Zenius.