Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

5 Memoar Perempuan di Balik Kekuasaan, Kekerasan, dan Stigma

ilustrasi perempuan (unsplash.com/@emilianovittoriosi)
ilustrasi perempuan (unsplash.com/@emilianovittoriosi)
Intinya sih...
  • Memoar Mafia Princess: Growing Up in Sam Giancana’s Family karya Antoinette Giancana
  • My Life with the Shah karya Farah Diba
  • Honor Thy Father karya Gay Talese
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Dunia kriminal dan bawah tanah sering digambarkan maskulin, keras, dan penuh kekerasan, seolah tak menyisakan ruang bagi pengalaman perempuan. Padahal, banyak perempuan yang hidup, bertahan, bahkan terjebak di dalam sistem kejahatan karena faktor struktural seperti kemiskinan, relasi kuasa, atau lingkungan sosial.

Memoar menjadi cara penting bagi mereka untuk merekam pengalaman dari sudut pandang orang dalam. Lewat kisah personal, pembaca bisa melihat bagaimana dunia kriminal bekerja dari lapisan paling intim. Lima memoar berikut membuka sisi gelap yang jarang muncul dalam narasi arus utama.

1. Mafia Princess: Growing Up in Sam Giancana’s Family karya Antoinette Giancana

Mafia Princess: Growing Up in Sam Giancana’s Family karya Antoinette Giancana (amazon.com)
Mafia Princess: Growing Up in Sam Giancana’s Family karya Antoinette Giancana (amazon.com)

Memoar ini ditulis oleh putri seorang bos mafia Chicago yang tumbuh di lingkungan kejahatan terorganisir. Antoinette Giancana merekam kehidupan keluarga mafia dari sudut pandang anak perempuan yang hidup dalam ketakutan dan kemewahan semu. Ia menulis tentang kekerasan, rahasia, dan normalisasi kejahatan dalam kehidupan sehari-hari. Buku ini menunjukkan bagaimana dunia kriminal tidak hanya memengaruhi pelaku, tetapi juga keluarga mereka. Memoar ini memberi gambaran langka tentang sisi domestik mafia.

2. My Life with the Shah karya Farah Diba

‘My Life with the Shah’ karya Farah Diba (amazon.com)
My Life with the Shah karya Farah Diba (amazon.com)

Memoar ini menceritakan kehidupan Farah Diba sebagai Permaisuri Iran, dari kemewahan istana sampai runtuhnya rezim Shah Mohammad Reza Pahlavi. Farah menulis pengalamannya hidup di pusat kekuasaan politik, lengkap dengan tekanan, intrik, dan ekspektasi terhadap peran perempuan di lingkungan patriarkal. Buku ini juga merekam masa pengasingan setelah Revolusi Iran 1979. Fokus utamanya ada pada sisi personal, kehilangan, dan identitas, bukan pada dunia kriminal. Memoar ini lebih tepat dibaca sebagai kisah kekuasaan, sejarah, dan ketahanan seorang perempuan.

3. Honor Thy Father karya Gay Talese

Honor Thy Father karya Gay Talese (amazon.com)
Honor Thy Father karya Gay Talese (amazon.com)

Meski ditulis jurnalis, buku ini banyak memuat kisah perempuan dalam keluarga mafia Bonanno. Perempuan digambarkan sebagai penjaga rahasia, pengikat keluarga, sekaligus korban sistem kriminal. Memoar dan wawancara personal memperlihatkan peran tak terlihat perempuan di dunia bawah tanah. Mereka hidup dalam loyalitas paksa dan ketakutan konstan. Buku ini penting untuk memahami dinamika gender dalam kejahatan terorganisir.

4. The Five Families karya Selwyn Raab

The Five Families karya Selwyn Raab (amazon.com)
The Five Families karya Selwyn Raab (amazon.com)

Buku ini mengumpulkan banyak kesaksian, termasuk pengalaman perempuan yang hidup di lingkaran kriminal New York. Mereka bukan pelaku utama, tetapi terdampak langsung oleh kekerasan dan hukum jalanan. Memoar-memoar kecil di dalamnya memperlihatkan bagaimana perempuan sering menjadi silent survivor. Raab menulis dengan pendekatan dokumenter yang kuat. Kisah-kisah ini memberi konteks sosial yang luas.

5. In the Belly of the Beast karya Jack Henry Abbott

 In the Belly of the Beast karya Jack Henry Abbott (penguinrandomhouse.com)
In the Belly of the Beast karya Jack Henry Abbott (penguinrandomhouse.com)

Meski ditulis oleh narapidana laki-laki, buku ini relevan karena memuat korespondensi dan relasi perempuan dengan dunia kriminal penjara. Perempuan hadir sebagai penghubung dunia luar dan dunia bawah tanah. Memoar ini menunjukkan bagaimana perempuan sering terseret dalam ekosistem kriminal tanpa kuasa penuh. Kisah-kisah ini membuka diskusi tentang keterlibatan tidak langsung dalam kejahatan. Relevan untuk memahami posisi perempuan di pinggiran dunia kriminal.

Memoar perempuan di dunia kriminal dan bawah tanah memperlihatkan bahwa kejahatan tidak pernah berdiri sendiri. Ada relasi keluarga, trauma, ketakutan, dan sistem sosial yang menjerat banyak perempuan tanpa mereka menjadi pelaku utama.

Kisah-kisah ini membantu pembaca melihat dunia kriminal sebagai realitas kompleks, bukan sekadar sensasi. Dengan mendengar suara perempuan, narasi tentang kejahatan menjadi lebih manusiawi dan berlapis. Memoar-memoar ini penting untuk memahami sisi gelap yang sering disederhanakan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Siantita Novaya
EditorSiantita Novaya
Follow Us

Latest in Life

See More

[QUIZ] Pilih Satu Tempat Aman Versimu, Apa yang Sedang Kamu Lindungi?

18 Jan 2026, 22:05 WIBLife