7 Tips Menjaga Semangat Belajar di Tengah Keterbatasan Ekonomi

- Percaya janji orangtua untuk membiayai pendidikan hingga tuntas
- Cari beasiswa untuk meringankan biaya pendidikan
- Juga pendapatan sendiri walau tak banyak
Belajar butuh ketenangan, konsentrasi, dan berbagai bentuk dukungan lingkungan. Salah satu support eksternal yang amat penting ialah pendanaan. Bukan hanya orangtuamu yang memikirkan hal tersebut.
Kamu yang sedang menempuh studi pun mau tak mau tetap kepikiran soal biaya. Terlebih saat kemampuan ekonomi keluarga kurang bagus. Setiap saat dirimu dibuat waswas. Uang semester gak lancar. Begitu pula biaya indekos bila kamu merantau.
Namun, di tengah impitan masalah keuangan begini semangat belajar mesti tetap dijaga. Kamu sudah berjuang buat belajar sampai sejauh ini. Jangan membuat kerja keras sekaligus impianmu terhenti akibat semangat belajar yang drop. Lalu, bagaimana cara menjaga semangat belajar di tengah keterbatasan ekonomi?
1. Percaya janji orangtua untuk membiayai pendidikanmu hingga tuntas

Berapa kali kamu mendengar orangtua berjanji akan membiayai pendidikanmu sampai selesai? Jenjang pendidikan apa pun yang dimaksud orangtua, hindari meragukannya. Sekalipun mereka dalam keterbatasan ekonomi, janji itu pasti lahir dari tekad yang amat kuat.
Bukan cuma dirimu yang bermimpi dapat menempuh pendidikan setinggi-tingginya. Orangtua juga sangat ingin melihatmu sukses baik secara akademik maupun nantinya dalam bekerja. Mereka berjanji sekali saja harus dipercaya. Apalagi bila kamu pernah mendengarnya lagi di lain kesempatan.
2. Cari beasiswa

Janji orangtua buat membiayai studimu hingga tuntas wajib dipercaya. Namun, bukan lantas kamu cuma bisa diam serta menunggu realisasinya. Dirimu pun perlu membersamai perjuangan orangtua.
Tidak hanya dengan belajar, melainkan juga kamu mencoba mendapatkan penghasilan. Tentu caranya harus tetap baik. Sebab cara yang buruk dalam mendapatkan uang malah bakal bikin orangtua sangat sedih serta merasa gagal.
Carilah beasiswa baik dari dalam maupun luar kampus atau sekolahmu. Jika kamu mendapatkan beasiswa, bukan hanya penting untuk meringankan biaya pendidikan. Kamu akan merasa punya tanggung jawab lebih buat menyelesaikan pendidikan sebaik-baiknya.
3. Juga pendapatan sendiri walau tak banyak

Sayangnya, jumlah beasiswa yang diberikan memang terbatas. Sehingga biasanya lebih banyak pendaftar yang tidak memperolehnya sekalipun ekonomi keluarga sama pas-pasan. Seandainya kebetulan dirimu tak mendapatkan beasiswa, jangan menyerah dulu.
Kamu masih bisa menjajal mencari uang sendiri dengan bekerja apa saja terpenting halal dan baik. Dirimu dapat mengambil pekerjaan paruh waktu, usaha kecil-kecilan, atau memanfaatkan media sosial buat mendulang cuan. Berapa pun uang yang berhasil diperoleh seperti pupuk buat semangatmu terus belajar.
4. Sharing dengan guru, dosen, atau teman tepercaya

Di tengah masalah keuangan keluarga yang bikin waswas, kamu butuh teman bicara. Jangan terus memendamnya sekalipun orang lain belum tentu bisa kasih solusi nyata. Minimal agar mereka tahu keadaanmu.
Seandainya situasi keuangan keluargamu terus memburuk, mereka pasti akan berusaha lebih keras buat menolongmu. Meski begitu, pilih dengan cermat kawan curhatmu. Sekalipun pendidik, ada oknum yang justru memanfaatkan kesulitan siswa atau mahasiswanya demi keuntungan pribadi. Seperti iming-iming bantuan biaya pendidikan, tapi berujung pelecehan seksual.
5. Jangan mendengarkan omongan orang yang tidak menyenangkan

Bukan rahasia lagi bahwa ketiadaan harta melimpah kerap membuat orang atau keluarga dipandang lemah. Apalagi saat kesulitan finansial keluargamu tampak cukup jelas oleh tetangga, keluarga besar, dan teman-temanmu. Meski cuma segelintir pasti ada orang yang ucapannya pedas.
Seperti dia mengatakan seharusnya kamu tidak usah berkuliah biar gak membebani orangtua. Padahal, orangtua justru mendukungmu buat terus menuntut ilmu. Juga perkataan sekarang sarjana saja banyak yang menganggur.
Kalah dari orang yang tak bersekolah, tapi pandai cari duit. Apa pun omongan mereka jangan terlalu dipikirkan. Kamu berjalan di jalanmu, bukan di jalan mereka. Makin negatif perkataan mereka, makin dirimu perlu meninggalkannya.
6. Yakin ilmu dapat memutus rantai masalah ekonomi dalam keluarga

Masalah keterbatasan ekonomi memang gak mudah untuk diatasi. Terutama saat persoalan ini menjerat beberapa generasi. Bukan hanya orangtuamu, tapi kakek dan nenekmu pun hidup susah.
Namun, bila penyebabnya ditelusuri biasanya bermuara pada kurangnya akses pendidikan. Satu sisi, ini dapat menjadi penyebab ekonomi keluarga lemah. Di sisi lain, finansial pas-pasan kembali mengakibatkan anak-anak gak mengenyam pendidikan yang memadai.
Bukan cuma apa yang dipelajari olehmu selama bersekolah atau berkuliah yang penting. Namun, lihat perubahan cara pandangmu tentang hidup, dunia, serta masa depan. Juga relasimu meluas dan menjangkau kalangan yang secara sosial serta ekonomi di atas keluargamu. Semua itu amat membantu memutuskan rantai kemiskinan dalam keluarga.
7. Cari inspirasi tentang orang sukses dari keluarga pas-pasan

Khususnya bila teman-temanmu di kampus atau sekolah gak ada yang ekonominya sesusah dirimu. Pasti lebih mudah untukmu kehilangan semangat belajar. Rasanya selalu ada pembenaran jika mereka lebih berprestasi daripada kamu.
Mereka tak mencemaskan apa pun. Tugas mereka murni belajar. Bahkan mereka masih sempat main dan bersenang-senang. Sementara pikiranmu ke mana-mana. Kamu kerap harus membantu orangtua mencari uang.
Temukan sosok inspiratif di luar lingkaran pergaulanmu. Mereka gak hanya sukses secara akademik. Namun, juga berhasil dalam karier walaupun latar belakang keluarganya menengah ke bawah.
Penurunan semangat belajar saat kamu berhadapan dengan masalah ekonomi keluarga amat wajar. Meski demikian, menjaga semangat belajar di tengah keterbatasan ekonomi tetap harus dilakukan karena tidak ada kesulitan yang berlangsung selamanya. Suatu saat kamu akan memetik buah dari kesungguhanmu dalam belajar dan kesabaran menghadapi keadaan di luar harapan.



















