Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
5 Novel Feminis dengan Plot Mindblowing, Ada Aja Idenya!
Yesteryear dan She Who Remains (dok. Harper Collins/Yesteryear | dok. Peirene Press/She Who Remains)
  • Lima novel feminis dengan ide unik dan plot tak biasa ini menyoroti isu perempuan melalui pendekatan satir, surealis, hingga alegoris yang menggugah pemikiran pembaca.
  • Setiap karya menghadirkan tokoh perempuan dengan konflik sosial, budaya, dan psikologis yang mencerminkan perjuangan emansipasi serta kritik terhadap norma patriarki.
  • Dari kisah viral hingga finalis penghargaan sastra, deretan novel ini menunjukkan keberagaman cara penulis perempuan mengeksplorasi identitas dan kebebasan dalam konteks modern maupun tradisional.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Ingin membaca novel feminis, tetapi yang pendekatannya gak biasa? Tenang, penulis perempuan gak pernah kehabisan ide segar saat membahas isu-isu kaumnya. Seperti kelima novel yang sudah terbit berikut. Kamu akan dibikin mabuk kepayang karena jalan ceritanya yang nyeleneh, tetapi begitu menggigit.

Ada yang viral, gak sedikit yang masih jarang dibahas. Silakan tambahkan ke daftar bacamu sekarang!

1. Yesteryear (Caro Claire Burke)

Yesteryear karya Caro Claire Burke (dok. Harper Collins/Yesteryear)

Yesteryear adalah novel yang sedang viral di jagat maya. Bergenre satir dan fantasi, kamu akan dibawa ke dalam kehidupan Natalie, seorang perempuan yang bekerja bikin konten cottage-core ala abad ke-19. Kontennya meledak, popularitasnya meroket, hidupnya nyaman, suaminya tampan, anak-anaknya menggemaskan.

Semua menyenangkan sampai ia terbangun dalam kondisi yang berbeda. Dapurnya bukan lagi dapur modern yang didesain bergaya rustic, tetapi benar-benar tradisional. Anak-anaknya tampak tak terurus dan suaminya bekerja sebagai peternak penuh waktu, bukan miliarder seperti yang ia tahu. Ini novel yang menyindir fenomena tradwife dengan cara gak biasa.

2. Women Without Men (Shahrnush Parsipur)

Women Without Men karya Shahrnush Parsipur (dok. Penguin/Women Without Men)

Women Without Men adalah sebuah novel dengan cerita mindblowing berlatarkan Iran. Di tengah instabilitas politik dan keamanan di negeri itu, beberapa perempuan dengan jalan tak terduga menemukan satu sama lain dan membentuk koneksi unik. Mereka memutuskan untuk tinggal bersama, tanpa pria tentunya.

Sebuah keputusan yang cukup berani, mengingat tradisi dan norma setempat yang mempersulit kemungkinan tersebut. Dengan elemen surealisme, novel ini mendorong pembaca untuk memahami sebuah berbagai konsep abstrak tentang emansipasi dan liberasi perempuan.

3. The Vegetarian (Han Kang)

The Vegetarian karya Han Kang (dok. Penguin India/The Vegetarian)

The Vegetarian juga cukup mindblowing. Ditulis oleh pemenang Nobel Sastra 2024, Han Kang, buku ini memakai POV Yeong-hye yang untuk pertama kalinya memutuskan untuk berhenti makan daging setelah dihantui sebuah mimpi mengerikan.

Masalahnya, keputusannya ini tak sejalan dengan prinsip orang-orang di sekitarnya, termasuk sang suami. Ini membuat hubungan mereka memburuk dan perlahan berdampak ekstrem. Mengganggu, tapi bisa jadi contoh penggunaan efektif alegori dalam teknik bercerita.

4. The Bird’s Nest (Shirley Jackson)

The Bird’s Nest karya Shirley Jackson (dok. Penguin/The Bird’s Nest)

Dalam The Bird’s Nest, kamu akan melihat bagaimana masyarakat secara umum sering meremehkan keluhan perempuan. Lakon dalam novel feminis mindblowing ini adalah Elizabeth, perempuan 23 tahun yang mengeluh sakit di beberapa bagian tubuhnya. Ia juga mengidap insomnia kronis yang membuat kondisi fisiknya terus memburuk. Saat dokter umum tak bisa menemukan diagnosis pasti untuknya, Elizabeth dirujuk ke psikiater dan di sinilah beberapa fakta unik baru terungkap.

5. She Who Remains (Rene Karabash)

She Who Remains karya Rene Karabash (dok. Peirene Press/She Who Remains)

She Who Remains adalah salah satu finalis Booker Prize 2026 yang mencuri perhatian. Novel ini mencoba menjelajahi perspektif seorang virgin sworn. Ia merujuk pada fenomena yang umum ditemukan di negara-negara Balkan, yakni perempuan yang memutuskan untuk mengambil peran lelaki untuk berbagai alasan. Biasanya lebih ke tekanan sosial dan ekonomi, seperti mencari nafkah atau memang menghindari pernikahan paksa.

Novel ini memakai POV Bekija yang berganti nama menjadi Matija ketika memilih menjadi sworn virgin. Masalahnya, ia tak benar-benar bisa berintegrasi dengan masyarakat, dikucilkan, dan terasing dari keluarga adalah masalah umum para pelaku tradisi ini.

Novel-novel feminis memang gak ada habisnya. Ada saja ide penulis untuk mengulik isu pelik yang masih menjadi perdebatan itu. Tertarik baca salah satunya? Semoga selalu ada rezeki untuk mengakomodasi hobi bacamu, ya!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team