Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
5 Novel Klasik Jepang Genre Kriminal karya Seicho Matsumoto
koleksi novel Seicho Matsumoto (dok. Penguin/Tokyo Express | dok. Penguin/Suspicion)
  • Seicho Matsumoto dikenal sebagai penulis legendaris Jepang yang produktif, dengan puluhan novel dan ratusan cerpen bergenre kriminal klasik sejak era 1950-an hingga 1990-an.
  • Lima karyanya yang direkomendasikan meliputi Suspicion, A Quiet Place, Inspector Imanishi Investigates, Tokyo Express, dan Pro Bono—masing-masing menampilkan misteri kompleks serta karakter penuh konflik moral.
  • Novel-novelnya tak hanya fokus pada penyelidikan kejahatan, tetapi juga menyuguhkan kritik sosial tajam terhadap birokrasi, ketimpangan kelas, korupsi, dan tekanan hidup di masyarakat Jepang.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Kalau mengaku penggemar novel kriminal Jepang, cobalah untuk menjelajahi koleksi novelnya Seicho Matsumoto. Ia aktif medio 1950—1990-an dan dikenal sebagai pengarang yang prolifik. Sudah ada puluhan novel dan ratusan cerpen yang ia terbitkan. Beberapa di antaranya telah diterjemahkan dalam bahasa Inggris agar bisa dinikmati khalayak luas.

Jangan berhenti di Keigo Higashino dan Kanae Minato, coba baca juga novel kriminal klasik Jepang legendaris yang ditulis Seicho Matsumoto. Silakan mulai dengan 5 judul berikut.

1. Suspicion

Suspicion karya Seicho Matsumoto (dok. Penguin/Suspicion)

Kumako berhenti bekerja di bar setelah dinikahi duda kaya. Ia percaya hidupnya bakal berubah dan semua akan terkendali. Namun, masa lalunya yang kelam dan erat dengan yakuza ternyata belum berhenti menghantuinya. Ketika suami barunya ditemukan tewas, polisi otomatis mencurigai Kumako sebagai tersangka utama. Pers memperkeruh keadaan, mereka mengulik masa lalu Kumako dan membuat posisinya makin tak menguntungkan.

2. A Quiet Place

A Quiet Place karya Seicho Matsumoto (dok. Penguin/A Quiet Place)

Tsuneo dapat kabar kalau istrinya meninggal karena serangan jantung. Ia buru-buru pulang dari perjalanan dinas untuk segera mengurus pemakaman sang mendiang. Namun, pada fase inilah, ia menemukan banyak keganjilan yang susah dijelaskan. Terutama lokasi kematian sang istri yang menurutnya sangat aneh dan tak sesuai dengan kepribadian yang selama ini ia kenal. Kira-kira fakta apa yang bakal diungkap Tsuneo?

3. Inspector Imanishi Investigates

Inspector Imanishi Investigates karya Seicho Matsumoto (dok. Penguin/Inspector Imanishi Investigates )

Seorang detektif dapat kasus yang cukup menantang. Semua bermula dari ditemukannya sosok jenazah yang sudah susah diidentifikasi karena rusak parah di berbagai bagian. Petunjuk soal jenazah ini juga amat minim, tetapi membuatnya penasaran. Salah satunya karena ada saksi yang mengaku mendengar orang itu berbicara dengan aksen yang mencolok. Kasus ini memaksa sang detektif menjelajahi beberapa kota di Jepang, tepat ketika negara itu mengalami transformasi budaya.

4. Tokyo Express

Tokyo Express karya Seicho Matsumoto (dok. Penguin/Tokyo Express)

Tokyo Express juga sebuah novel investigasi yang dibuka dengan penemuan mayat tak dikenal. Kali ini, jenazah itu sepasang muda-mudi dan penyebab kematiannya jelas, yakni bunuh diri dengan pil sianida. Namun, masih banyak kejanggalan yang membuat tim penyidik tidak puas. Sejauh ini, Tokyo Express adalah novel paling populer dari Seicho Matsumoto. Kepiawaiannya merangkai teka-teki diklaim unggul oleh pembaca.

5. Pro Bono

Pro Bono karya Seicho Matsumoto (dok. Penguin Random House/Pro Bono)

Pro Bono mengikuti Kiriko, perempuan muda yang percaya kalau saudara laki-lakinya adalah korban salah tangkap. Ia berusaha mencari bantuan dari pengacara bernama Otsuka, tetapi kasusnya ditolak karena tak mampu membayar jasa sang pengacara. Singkat cerita, saudara Kiriko dinyatakan bersalah dan divonis hukuman mati. Otsuka meski diliputi rasa bersalah mencoba untuk menghibur diri dan tak ambil pusing. Sampai satu hari Kiriko kembali dalam hidupnya dengan plot balas dendam yang tak diduga-duga.

Bukan hanya soal mencari pelaku dan kebenaran, novel-novel kriminal klasik Seicho Matsumoto dipuji karena komentar sosialnya yang tajam. Sambil menyelidiki kebenaran, ia selalu menyelipkan kritik terhadap birokrasi Jepang, ketimpangan kelas, korupsi, dan tekanan hidup yang tak masuk akal di negeri itu. Gak heran kalau ia dianggap salah satu penulis legenda yang karyanya terasa relevan sampai sekarang.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team