Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
The Faces karya Tove Ditlevsen dan The Ice Palace karya Tarjei Vesaas
The Faces karya Tove Ditlevsen dan The Ice Palace karya Tarjei Vesaas (The Faces karya Tove Ditlevsen dan The Ice Palace karya Tarjei Vesaas, diterbitkan Penguin)

Intinya sih...

  • The Sundial (Shirley Jackson) - Novel horor klasik minim publikasi, berkisah tentang keluarga besar Halloran dan pengakuan Fanny yang menciptakan paranoia.

  • Angel (Elizabeth Taylor) - Novel protagonis korup bernama Angelica, berbakat menjual cerita-cerita meskipun kualitasnya tak brilian.

  • The Besieged City (Clarice Lispector) - Cerita subtil tentang Lucrecia yang menemukan banyak hal soal dirinya sendiri dalam pernikahan.

  • The Sundial (Shirley Jackson) - Novel horor klasik minim publikasi, berkisah tentang keluarga besar Halloran dan pengakuan salah satu tetua mereka yang menciptakan paranoia.

  • Angel (Elizabeth Taylor) - Novel protagonis korup bernama Angelica, berbakat menjual cerita-ceritanya meskipun kualitasnya tak brilian.

  • The Besieged City (Clarice Lispector) - Cerita subtil tentang Lucrecia yang menemukan banyak hal soal dirinya sendiri dalam pernikahan.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Ingin mengurangi screen time saat liburan? Ada banyak kegiatan luring yang bisa dilakukan sebenarnya. Memasak kue, mewarnai, atau mungkin membaca. Kebetulan kalau kamu sedang mencari bacaan seru buat teman liburan, coba koleksi novel klasik dari pengarang perempuan terbaik dunia yang sayangnya masih tergolong underseen alias minim publikasi.

Rekomendasi novel ini bisa jadi obat kejenuhanmu pada novel-novel klasiknya Kafka, Osamu Dazai, dan Dostoevsky yang mungkin sudah kamu tamatkan semua. Mari menjelajah sisi lain literatur klasik lewat lima novel dari pengarang perempuan berikut ini, ya!

1. The Sundial (Shirley Jackson)

The Sundial (The Sundial karya Shirley Jackson diterbitkan Penguin)

The Sundial adalah salah satu novel paling minim publikasi dari pengarang cerita horor klasik Shirley Jackson. Ia berkutat pada keluarga besar Halloran yang pada satu waktu berkumpul untuk menghadiri upacara pemakaman salah satu anggota mereka.

Pada saat itulah, salah satu tetua mereka, Fanny, mengaku bertualang ke sebuah portal magis dan menyaksikan bencana dahsyat yang bakal melanda dunia. Pengakuannya awalnya tak digubris, tetapi lama kelamaan menciptakan paranoia dalam keluarga itu. Spekulatif dan bikin gak nyaman, khasnya Shirley Jackson.

2. Angel (Elizabeth Taylor)

Angel (Angel karya Elizabeth Taylor diterbitkan New York Review Books)

Jangan lewatkan pula novel-novel klasik miliki Elizabeth Taylor. Coba novel satu ini yang berlakonkan perempuan dengan nama Angelica. Tidak seperti namanya, ia dipotret sebagai protagonis yang korup, menyebalkan, arogan, pokoknya bikin pembaca alergi. Ia tinggal bersama sang ibu yang punya toko kelontong, tetapi hatinya berkata ia bisa punya hidup lebih baik dari ini.

Angel memang berbakat, ia berhasil menjual cerita-cerita buatannya, meskipun sebenarnya secara kualitas tidak bisa dibilang brilian. Kuncinya, ia tahu apa yang diinginkan pembaca dan soal kualitas itu nomor kesekian baginya.

3. The Besieged City (Clarice Lispector)

The Besieged City (The Besieged City karya Clarice Lispector diterbitkan New Directions)

The Besieged City adalah cerita Lucrecia, perempuan yang menarik banyak hati lelaki. Ia punya setidaknya tiga pelamar yang serius ingin menikahinya dan Lucrecia akhirnya memilih salah satu dari mereka.

Namun, dalam pernikahan inilah Lucrecia menemukan banyak hal soal dirinya sendiri. Apa yang didambakan dan dipikirkannya ternyata salah dan tak sesuai kenyataan. Kalau mencari novek klasik dengan cerita subtil dari segi plot dan komentar sosial, The Besieged City adalah pilihan tepat buatmu.

4. The Ice Palace (Tarjei Vesaas)

novel The Ice Palace (The Ice Palace karya Tarjei Vesaas diterbitkan Pushkin Press)

Cerita lain yang tak kalah subtil dan mendorongmu berpikir kritis adalah The Ice Palace. Novel ini berfokus pada dua remaja bernama Unn dan Siss yang berkawan baik di sekolah. Satu hari, setelah satu kejadian yang susah dijelaskan, Unn tak tampak di sekolah. Orangtuanya juga tak bisa menemukannya di rumah. Pencarian pun dilakukan dan Siss sepertinya tahu ke mana dan kenapa Unn pergi, tetapi ketakutan dan kebingungannya bikin ia memilih untuk bungkam.

5. The Faces (Tove Ditlevsen)

The Faces (The Faces karya Tove Ditlevsen diterbitkan Penguin)

Motherhood dan kehidupan setelah pernikahan adalah salah satu momen yang cukup sering dibahas pengarang perempuan dalam karya mereka. Seperti Tove Ditlevsen saat menulis The Faces.

Novel klasik ini ia tulis pakai sudut pandang Lise, seorang novelis yang juga istri dan ibu 3 anak. Hidupnya tampak sempurna dari luar, tetapi Lise diam-diam tahu kalau suaminya berselingkuh dan relasinya dengan anak perempuannya sedang tak baik-baik saja. Lama-kelamaan ini berimplikasi terhadap kesehatan mentalnya sendiri.

Kebanyakan novel di atas memang tidak bernuansa ceria. Sebaliknya, cukup mengganggu dan spekulatif, khas kebanyakan novel klasik yang beredar di pasaran. Ini mungkin di luar kebiasaanmu, tetapi tidakkah kamu tertarik buat menantang dirimu tahun ini? Mau baca yang mana dulu, nih?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team