Malam Seribu Jahanam karya Intan Paramaditha (dok. Gramedia Pustaka Utama/Malam Seribu Jahanam )
Kalau Amerika Serikat punya Shirley Jackson, Indonesia punya Intan Paramaditha yang bisa meramu kisah gothic-horror dengan komentar sosial yang nampol. Dalam Malam Seribu Jahanam, kamu akan berkenalan dengan tiga perempuan keturunan Hajjah Victoria. Sang nenek pernah meramal masa depan mereka dan ketiganya sempat yakin kalau itu adalah jalan hidup mereka, meski rasanya masih mengganjal.
Tahun berlalu dan dua dari mereka berhasil menjalankan peran sesuai ramalan si nenek. Sampai satu hari, si bungsu ternyata “memberontak”. Ia melakukan hal yang menyimpang dari ramalan si nenek dan kedua saudarinya pun dibuat repot. Intan Paramaditha tidak mengadopsi kepercayaan supranatural luar negeri, sebaliknya, ia banyak mengusung kearifan lokal dan hal-hal yang lekat dengan kita selaku pembaca lokal.