Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

4 Penulis Perempuan yang Menginspirasi Karya Jane Austen

4 Penulis Perempuan yang Menginspirasi Karya Jane Austen
Jane Austen (dok. Britannica) | Elizabeth Inchbald (dok. Wikimedia/Thomas Lawrence)
Intinya Sih
  • Jane Austen dikenal sebagai penulis klasik Inggris dengan gaya elegan dan kritik sosial tajam, namun ia juga terinspirasi oleh sejumlah penulis perempuan pendahulunya.
  • Frances Burney, Maria Edgeworth, Charlotte Smith, dan Elizabeth Inchbald memberikan pengaruh besar melalui karya yang menyoroti kecerdasan perempuan, isu sosial, serta dinamika masyarakat abad ke-18.
  • Pengaruh mereka terlihat dalam karakter dan tema novel Austen seperti Sense and Sensibility serta Mansfield Park yang mencerminkan semangat observatif dan kritik sosial dari para penulis tersebut.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Ketika membicarakan sastra klasik Inggris, nama Jane Austen hampir selalu muncul sebagai salah satu penulis paling berpengaruh. Novel-novelnya seperti Pride and Prejudice, Sense and Sensibility, hingga Emma terkenal karena kisah cinta yang cerdas serta kritik sosial yang halus tapi tajam. Gaya penulisan Austen yang elegan, membuat karya-karyanya tetap dicintai pembaca hingga sekarang.

Namun seperti banyak penulis besar lainnya, Austen juga terinspirasi oleh karya para penulis yang datang sebelum dirinya. Menariknya, beberapa di antaranya adalah penulis perempuan yang kini justru jarang dikenal oleh pembaca modern. Meski nama deretan penulis ini tidak setenar Austen, karya dan gagasan mereka turut membantu membentuk ciri khas novel-novel Austen.

1. Frances Burney

Frances Burney
Frances Burney (dok. Wikimedia)

Frances Burney tumbuh di lingkungan keluarga yang sangat dekat dengan dunia sastra. Sejak kecil ia sudah terbiasa membaca berbagai buku dan mulai menulis cerita sendiri. Bahkan ia sempat menulis novel pertama saat berusia 15 tahun, meski sayangnya ia memutuskan untuk menghancurkannya.

Beberapa tahun kemudian, Burney akhirnya menerbitkan novel debutnya secara anonim berjudul Evelina pada tahun 1778, yang langsung mendapatkan perhatian luas. Novel tersebut dianggap cukup revolusioner pada zamannya karena menampilkan tokoh perempuan yang cerdas serta satir sosial yang tajam terhadap norma masyarakat yang didominasi laki-laki.

Burney kemudian mengungkap identitasnya sebagai penulis dan melanjutkan karier dengan novel lain seperti Cecilia yang bahkan memuat frasa pride and prejudice. Tak heran jika Jane Austen sangat mengagumi karya Burney. Pengamatan tajam terhadap perilaku manusia yang sering muncul dalam novel Burney juga bisa ditemukan dalam karya-karya Austen.

2. Maria Edgeworth

Maria Edgeworth
Maria Edgeworth (dok. Wikimedia/John Downman)

Maria Edgeworth adalah salah satu penulis perempuan yang sangat populer pada masanya, bahkan sempat lebih terkenal secara komersial dibandingkan Jane Austen. Lahir di Inggris dan kemudian besar di Irlandia, Edgeworth banyak terinspirasi oleh kehidupan masyarakat di sekitarnya.

Pengalamannya membantu mengelola perkebunan keluarga, membuatnya memiliki pemahaman mendalam tentang kelas sosial serta dinamika masyarakat. Karya-karya awalnya seperti Castle Rackrent dan Belinda tidak hanya menghibur tetapi juga berani membahas isu sosial dan politik yang cukup sensitif pada masa itu.

Gaya penulisannya yang penuh humor tapi tetap tajam dalam mengamati perilaku manusia, membuat novel-novelnya sangat dihargai. Jane Austen sendiri pernah memuji karya Edgeworth dan bahkan menyebutnya sebagai salah satu penulis favoritnya. Dari Edgeworth, Austen tampaknya belajar bagaimana menciptakan karakter perempuan yang hidup.

3. Charlotte Smith

Charlotte Smith
Charlotte Smith (dok. Wikimedia/Geaorge Romney)

Charlotte Smith dikenal sebagai penulis yang karya-karyanya penuh emosi dan sangat peka terhadap kondisi sosial pada zamannya. Walaupun kini namanya sering kalah populer dibandingkan Jane Austen, pengaruh Smith terhadap sastra Inggris sebenarnya cukup besar.

Salah satu novelnya yang terkenal, Emmeline, menggambarkan ketidakadilan dalam sistem pernikahan dan hukum kepemilikan pada abad ke-18. Karya-karya Smith bahkan sempat memengaruhi tulisan-tulisan awal Austen yang dibuat untuk menghibur keluarganya.

Beberapa tokoh dalam novel Austen juga dianggap memiliki kemiripan dengan karakter yang diciptakan Smith. Misalnya, Marianne Dashwood dalam Sense and Sensibility yang emosional dan sensitif sering dibandingkan dengan karakter dalam karya Smith. Smith membantu membentuk sastra yang kemudian berkembang dalam novel-novel Austen.

4. Elizabeth Inchbald

Elizabeth Inchbald
Elizabeth Inchbald (dok. Wikimedia/Thomas Lawrence)

Elizabeth Inchbald adalah seorang penulis sekaligus dramawan yang terkenal pada akhir abad ke-18. Ia dikenal karena kemampuannya menggabungkan drama yang menarik dengan kritik sosial yang cukup berani. Salah satu karya panggungnya yang paling terkenal, Lovers’ Vows, menjadi pertunjukan teater yang sangat populer di London.

Pengaruh karya Inchbald bahkan terlihat secara langsung dalam novel Austen. Dalam Mansfield Park, keluarga Bertram memutuskan untuk mementaskan Lovers’ Vows, dan proses latihan drama tersebut menjadi bagian penting dalam perkembangan cerita. Melalui adegan ini, Austen menunjukkan bagaimana batasan sosial dan norma masyarakat bisa dengan mudah terguncang.

Melihat kembali pengaruh para penulis perempuan ini juga mengingatkan kita bahwa sejarah sastra tidak hanya dibentuk oleh satu nama besar saja. Dari keempat penulis ini, menurutmu siapa yang paling menarik untuk mulai dibaca karyanya hari ini?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Hella Pristiwa
EditorHella Pristiwa
Follow Us