Ilustrasi Kamis Putih (unsplash.com/Photo by Thays Orrico)
Peringatan Kamis Putih ditandai dengan pembasuhan kaki sebagai lambang ajaran tentang melayani. Yesus menunjukkan bahwa seseorang yang memiliki kedudukan bukanlah untuk dilayani, melainkan justru dipanggil untuk melayani orang lain. Selain itu, terdapat beberapa nilai penting yang bisa diteladani, di antaranya:
Mengasihi
Menjelang Paskah, Yesus mengetahui bahwa saat-Nya telah tiba untuk kembali kepada Bapa. Ia tetap menunjukkan kasih-Nya kepada para murid hingga akhir hidup-Nya.
Dalam Injil Yohanes (13:1-20) ditegaskan bahwa Yesus mengasihi murid-murid-Nya yang akan ditinggalkan di dunia. Kasih tersebut tetap nyata meskipun Ia akan kembali kepada Bapa di surga.
Bersedia memberikan pengampunan
Yudas Iskariot, anak Simon, telah dipengaruhi untuk merencanakan pengkhianatan terhadap Yesus. Namun, pelayanan Yesus tetap menunjukkan kepedulian, walaupun Ia sudah mengetahui apa yang akan terjadi, termasuk penyangkalan Petrus.
Meskipun ada pengkhianatan dan kelemahan manusia, kasih Yesus tetap diberikan tanpa syarat. Kasih ini tidak dipadamkan oleh kesalahan, melainkan terus mengalir dengan tulus. Karena itu, manusia diajak untuk meneladani kasih tersebut dengan mau mengampuni tanpa syarat.
Mengasihi melampaui perbedaan status sosial
Yesus sadar bahwa Ia berasal dari Allah dan akan kembali kepada Allah. Namun, Ia tetap merendahkan diri untuk melayani orang lain, termasuk mereka yang secara sosial dianggap lebih rendah.
Kasih Ilahi melampaui batas perbedaan dan menjadikan Tuhan yang mulia sebagai pelayan bagi manusia. Tindakan membasuh kaki menjadi contoh nyata kerendahan hati, karena pada masa itu tugas tersebut biasanya dilakukan oleh seorang hamba kepada tamu.
Kasih Yesus berlaku bagi semua orang tanpa memandang status sosial. Oleh karena itu, umat diajak untuk meneladani kasih tersebut dalam kehidupan sehari-hari, tanpa membedakan kedudukan.
Memiliki sikap melayani
Kerendahan hati Kristus menjadi sarana untuk membersihkan manusia secara rohani. Ia mengajarkan agar para pengikut-Nya memiliki sikap saling melayani dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui pembasuhan kaki, Yesus menunjukkan bahwa pelayanan sejati dilakukan dengan kerendahan hati, bukan untuk mencari kedudukan. Sikap melayani menjadi hal penting yang harus dimiliki oleh setiap umat.
Pelayanan kasih
Pembasuhan kaki yang dilakukan Yesus merupakan bentuk nyata pelayanan kasih kepada para murid-Nya. Tindakan ini menjadi teladan dalam membangun hubungan antar sesama.
Pelayanan kasih tersebut mengajak setiap orang untuk melayani dengan rendah hati. Sikap ini perlu diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari sebagai bentuk kasih kepada sesama.
Melalui perayaan pembasuhan kaki di Kamis Putih, kita diingatkan kembali bahwa kasih tidak cukup hanya diucapkan, tetapi harus diwujudkan dalam tindakan nyata. Kerendahan hati, kepedulian, dan kesediaan untuk melayani menjadi pesan utama yang patut kita renungkan dan jalani bersama.