Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

5 Rekomendasi Buku Berlatar Budaya Tionghoa, Bikin Nambah Ilmu!

ilustrasi orang sedang berdoa (pexels.com/@utpal-sarkar-3387216/)
ilustrasi orang sedang berdoa (pexels.com/@utpal-sarkar-3387216/)
Intinya sih...
  • Wild Swans: Three Daughters of China karya Jung Chang
  • The Good Women of China karya Xinran
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Budaya Tionghoa kerap hadir dalam karya sastra dengan lapisan yang kaya, mulai dari tradisi keluarga, struktur sosial, hingga nilai-nilai yang diwariskan lintas generasi. Lewat cerita, pembaca bisa melihat bagaimana identitas Tionghoa dibentuk oleh sejarah panjang, norma kolektif, dan relasi antar anggota keluarga.

Latar budaya ini juga sering digunakan untuk membahas konflik antara tradisi dan perubahan zaman. Tak jarang, kisahnya terasa personal karena berangkat dari pengalaman sehari-hari. Lima buku berikut menghadirkan potret budaya Tionghoa dari berbagai sudut pandang dan periode.

1. Wild Swans: Three Daughters of China karya Jung Chang

Wild Swans: Three Daughters of China karya Jung Chang (amazon.com)
Wild Swans: Three Daughters of China karya Jung Chang (amazon.com)

Buku ini mengikuti kehidupan tiga generasi perempuan Tionghoa dalam satu keluarga. Jung Chang memperlihatkan bagaimana nilai keluarga, posisi perempuan, dan budaya Tionghoa berubah seiring pergantian zaman di China. Cerita personal dipadukan dengan latar sejarah yang kuat. Hubungan ibu dan anak menjadi benang merah yang emosional. Memoar ini sering dijadikan rujukan untuk memahami pengalaman perempuan Tionghoa abad ke-20.

2. The Good Women of China karya Xinran

The Good Women of China karya Xinran (amazon.com)
The Good Women of China karya Xinran (amazon.com)

Buku ini berisi kisah nyata perempuan Tionghoa yang hidup di bawah tekanan norma sosial dan budaya patriarkal. Xinran memberi ruang bagi suara-suara yang jarang terdengar di ruang publik. Ceritanya mencakup pernikahan, cinta, kekerasan, dan tuntutan keluarga. Latar budaya Tionghoa sangat terasa dalam cara para tokohnya mengambil keputusan hidup. Buku ini membuka sisi lain kehidupan perempuan di China.

3. Dream of the Red Chamber karya Cao Xueqin

Dream of the Red Chamber karya Cao Xueqin (amazon.com)
Dream of the Red Chamber karya Cao Xueqin (amazon.com)

Novel klasik ini menjadi salah satu representasi paling lengkap tentang budaya Tionghoa tradisional. Ceritanya menggambarkan kehidupan keluarga bangsawan dengan detail ritual, hierarki, dan relasi sosial. Tema cinta dan kemunduran keluarga berjalan seiring dengan kritik sosial halus. Nilai-nilai Konfusianisme dan tradisi keluarga sangat kental di dalamnya. Buku ini dianggap sebagai puncak sastra klasik Tionghoa.

4. Balzac and the Little Chinese Seamstress karya Dai Sijie

Balzac and the Little Chinese Seamstress karya Dai Sijie (amazon.com)
Balzac and the Little Chinese Seamstress karya Dai Sijie (amazon.com)

Novel ini berlatar China pada masa Revolusi Kebudayaan, tetapi banyak menyoroti benturan antara budaya Tionghoa dan pengaruh sastra Barat. Dua remaja yang diasingkan ke desa harus hidup dalam keterbatasan intelektual dan budaya. Tradisi lokal, sensor, dan kontrol negara menjadi latar penting cerita. Buku ini menunjukkan bagaimana budaya memengaruhi cara berpikir dan bermimpi. Ceritanya ringan, tetapi sarat refleksi.

5. Soul Mountain karya Gao Xingjian

Soul Mountain karya Gao Xingjian (amazon.com)
Soul Mountain karya Gao Xingjian (amazon.com)

Novel ini memadukan perjalanan fisik dengan pencarian identitas diri dalam konteks budaya Tionghoa. Latar alam, kepercayaan lokal, dan tradisi spiritual menjadi bagian penting narasi. Gao Xingjian menulis dengan gaya reflektif dan eksperimental. Buku ini tidak berfokus pada alur konvensional, melainkan pengalaman batin. Cocok untuk memahami budaya Tionghoa dari sisi filosofis dan personal.

Buku-buku berlatar budaya Tionghoa menawarkan cara memahami identitas, tradisi, dan perubahan melalui cerita yang hidup. Dari kisah keluarga hingga pencarian makna, semuanya menunjukkan bagaimana budaya membentuk cara manusia memandang diri dan dunia.

Membaca karya-karya ini membantu pembaca melihat budaya Tionghoa sebagai sesuatu yang dinamis, bukan statis. Tak hanya berakar pada masa lalu, tetapi juga terus bernegosiasi dengan zaman. Lewat cerita, budaya menjadi pengalaman yang bisa dirasakan secara emosional.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Siantita Novaya
EditorSiantita Novaya
Follow Us

Latest in Life

See More

5 Warna Kamar Tidur yang Bisa Menghilangkan Stres, Tidur Jadi Pulas

20 Jan 2026, 22:42 WIBLife