Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Siswa SMA BINUS Diterima di 7 Universitas Top Dunia, Bikin Bangga!
Siswa BINUS Diterima di 7 Universitas Top Dunia (instagram.com/binusschoolserpong)

Kabar membanggakan datang dari salah satu siswa Binus School Serpong, Kayla. Siswi angkatan 2026 ini mencetak prestasi gemilang di bidang pendidikan, yakni berhasil diterima di tujuh universitas ternama dunia untuk tahun ajaran 2026/2027, sebuah pencapaian yang menunjukkan dedikasi dan kerja kerasnya selama menempuh pendidikan.

Beberapa kampus terbaik yang menerima Kayla di antaranya University College London, King’s College London, The University of Edinburgh, Kyoto University, Hong Kong Polytechnic University, Universitas Indonesia, hingga The University of Hong Kong. Simak selengkapnya bagaimana Kayla bisa meraih kesempatan luar biasa tersebut melalui perjalanan akademik, konsistensi belajar, dan berbagai pengalaman yang ia bangun sejak bangku sekolah. Pengalaman ini dibagikan oleh Kayla melalui akun instagram resmi BINUS School Serpong.

1. Di balik kesuksesan Kayla mendapat offering latter dari 7 universitas bergengsi di dunia

Siswa BINUS Diterima di 7 Universitas Top Dunia (instagram.com/binusschoolserpong)

Kayla mengumumkan penerimaannya di sejumlah universitas bergengsi mulai dari inggris, Jepang, hingga Hongkong. Ia mengaku termotivasi setelah melihat para senior mendapat acceptance letter dari kampus impian mereka. Keinginannya semakin kuat setelah ia mengikuti Immersion program di 2025.

“Semuanya dimulai saat saya pertama kali masuk sekolah menengah. Saya sering menonton video para senior yang membuka surat penerimaan mereka, dan sejak saat itu saya terinspirasi untuk menjadi seperti mereka. Motivasi saya semakin kuat ketika mengikuti immersion program pada tahun 2025, di mana saya berkesempatan mengunjungi banyak universitas terbaik di Inggris,” ujarnya.

Dari pengalaman tersebut, keinginan Kayla untuk melanjutkan studi di salah satu universitas terbaik di berbagai belahan dunia semakin besar. Ia pun mulai mendaftar ke berbagai kampus dan berhasil menerima offering letter dari University College London, King’s College London, The University of Edinburgh, Kyoto University, Hong Kong Polytechnic University, Universitas Indonesia, hingga The University of Hong Kong.

2. Lika-liku perjalanan akademik, Kayla juga aktif di berbagai ekstrakurikuler

Siswa BINUS Diterima di 7 Universitas Top Dunia (instagram.com/binusschoolserpong)

Meski telah menerima sejumlah offering latter, namun Kayla mengaku perjalanan pendidikannya tak selalu mulus. Selama menempuh pendidikan di Binus School Serpong sejak Primary 1 pada 2014, Kayla mengaku mempelajari banyak hal berharga yang membentuk dirinya hingga saat ini.

Dalam 12 tahun perjalanannya di BINUS School Serpong, ia belajar bahwa ketekunan dan kemampuan mengatur waktu menjadi dua hal paling penting untuk menghadapi berbagai tantangan akademik maupun kegiatan non akademik. Ia percaya bahwa ketekunan dan manajemen waktu menjadi bekal penting untuk melewati setiap kesulitan tanpa mudah menyerah.

Ia percaya kedua hal tersebut membantunya untuk terus bertahan menghadapi berbagai tantangan dan kesulitan tanpa mudah menyerah. Mulai dari tekanan akademik, kesibukan ekstrakurikuler, hingga tenggat waktu yang padat, semuanya menjadi proses pembelajaran yang membentuk dirinya lebih disiplin dan tangguh.

“Dua hal terpenting yang saya pelajari adalah ketekunan dan manajemen waktu. Ada banyak tantangan dan kesulitan yang saya hadapi selama bersekolah di Binus School Serpong, seperti menyeimbangkan akademik dengan ekstrakurikuler, tekanan belajar, hingga harus memenuhi tenggat waktu yang ketat,” ungkap Kayla.

3. Kegigihan dan time management jadi kunci keberhasilan

ilustrasi kuliah di perguruan tinggi (pexels.com/Ivan Samkov)

Selain berprestasi di bidang akademik, Kayla juga aktif mengikuti berbagai kegiatan ekstrakurikuler. Ia mengaku pengalaman selama bersekolah memberinya banyak makna berharga untuk kehidupan pribadi maupun pendidikan.

“Tips yang ingin saya berikan untuk sesama Binusian (siswa BINUS School), khususnya kelas 10 dan 11, adalah selalu berani mengambil risiko dan jangan takut gagal, karena kita tidak pernah tahu kapan kesempatan akan datang lagi,” tutur Kayla.

Perspektif ini diambil Kayla atas dasar pengalaman pribadinya. Kayla bercerita saat kelas 9 ia sempat takut menghadapi kegagalan sehingga tidak banyak mengikuti kegiatan sekolah. Namun, memasuki kelas 10, ia mulai keluar dari zona nyaman dengan mencoba lebih banyak kesempatan, seperti bergabung dalam beberapa klub dan berbagai aktivitas sekolah.

Dari pengalaman tersebut, Kayla menyadari bahwa kegagalan bukanlah sesuatu yang harus ditakuti, melainkan proses yang dapat dijadikan bahan refleksi dan pembelajaran untuk masa depan. Dari langkah inilah kegigihan dan time management yang menjadi nilai esensial untuknya, terus terasah.

Editorial Team