Rasa iri dan dengki sering datang tanpa kamu undang, bahkan kepada orang yang sebenarnya kamu sayangi. Perasaan itu bisa muncul hanya karena melihat pencapaian orang lain yang tampak lebih cepat. Rasulullah memahami bahwa hati manusia memang mudah goyah jika gak dijaga. Karena itu beliau memberi teladan bagaimana menata batin agar tetap bersih. Iri bukan hanya merusak hubungan, tetapi juga menggerogoti ketenangan diri sendiri. Dari kehidupan Nabi, kita belajar bahwa hati perlu dirawat seperti tubuh. Strategi beliau sangat relevan untuk kamu yang hidup di era penuh perbandingan.
Media sosial membuat banyak orang mudah terjebak melihat hidup orang lain dari layar kecil. Kamu mungkin pernah merasa gak cukup hanya karena membandingkan diri dengan standar maya. Rasulullah mengajarkan cara pandang yang jauh lebih menenangkan. Beliau gak membiarkan iri menguasai langkah dan keputusan. Kalau hati bersih, hidup terasa lebih ringan meski sederhana. Lima strategi berikut bisa menjadi obat bagi penyakit dengki yang sering tak disadari. Semuanya dekat dengan keseharian kamu.
