Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
ilustrasi perempuan jenuh
ilustrasi perempuan jenuh (freepik.com/freepik)

Intinya sih...

  • Kamu masih tertarik kalau topiknya pas di hatiWalau sering mengeluh soal kuliah, ada topik yang diam-diam bikin kamu antusias. Rasa penasaran itu muncul spontan tanpa kamu paksa.

  • Kamu lelah, bukan kehilangan arahCapek fisik dan mental sering menyamar sebagai rasa salah jurusan. Tapi itu tanda kelelahan, bukan kegagalan memilih.

  • Kamu masih membayangkan masa depan di bidang iniMeski sering mengeluh, kamu masih bisa membayangkan dirimu kerja di bidang yang sejalan dengan jurusanmu. Imajinasi ini muncul alami, bukan karena paksaan orang lain.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Masuk semester pertengahan sering bikin kepala penuh tanda tanya. Tugas makin padat, semangat gak lagi seantusias awal kuliah, tapi berhenti juga terasa tanggung. Kamu mulai mempertanyakan pilihan jurusan yang dulu kamu yakini. Rasa ragu ini sering datang diam-diam.

Banyak mahasiswa mengalami fase ini, meski jarang dibicarakan. Jenuh kuliah kerap disalahartikan sebagai tanda salah jurusan. Padahal, bisa jadi kamu cuma lagi capek secara mental dan emosional. Yuk simak lima tanda kalau jurusan kuliahmu sebenarnya gak salah, kamu cuma butuh jeda sebentar.

1. Kamu masih tertarik kalau topiknya pas di hati

ilustrasi laki-laki berdiskusi (freepik.com/katemangostar)

Walau sering mengeluh soal kuliah, ada topik yang diam-diam bikin kamu antusias. Misalnya, kamu bisa betah diskusi panjang di kelas tertentu atau semangat saat mengerjakan tugas spesifik. Rasa penasaran itu muncul spontan tanpa kamu paksa. Ini tanda kuat kalau minat dasarmu masih ada.

Jenuh kuliah biasanya bikin motivasi naik turun, bukan hilang total. Kalau kamu masih menikmati momen belajar tertentu, besar kemungkinan jurusan ini masih relevan. Yang kamu butuhkan mungkin variasi, bukan pelarian. Coba ingat lagi momen kecil yang bikin kamu merasa “oh, ini menarik juga”.

2. Kamu lelah, bukan kehilangan arah

ilustrasi perempuan tidur (pexels.com/Miriam Alonso)

Capek fisik dan mental sering menyamar sebagai rasa salah jurusan. Deadline bertumpuk, organisasi jalan terus, dan hidup gak selalu soal kampus bikin energi terkuras. Akhirnya, semua terasa berat dan membosankan. Tapi itu tanda kelelahan, bukan kegagalan memilih.

Kalau kamu libur sebentar lalu pikiran terasa lebih jernih, itu sinyal penting. Artinya, masalahnya bukan di jurusan, tapi di ritme hidupmu. Cara atasi jenuh kuliah kadang sesederhana istirahat yang cukup. Jangan ambil keputusan besar saat kondisi mental lagi drop.

3. Kamu masih membayangkan masa depan di bidang ini

ilustrasi perempuan berjalan (freepik.com/freepik)

Meski sering mengeluh, kamu masih bisa membayangkan dirimu kerja di bidang yang sejalan dengan jurusanmu. Kamu mungkin masih follow akun profesional di bidang itu atau kepikiran soal karier terkait. Imajinasi ini muncul alami, bukan karena paksaan orang lain. Itu pertanda minatmu belum padam.

Mahasiswa yang benar-benar salah jurusan biasanya sulit membayangkan masa depan di bidang tersebut. Kalau kamu masih punya gambaran, sekecil apa pun, itu valid. Rasa ragu tidak selalu berarti salah jalan. Kadang kamu cuma lagi kehilangan motivasi belajar sementara.

4. Kamu menikmati proses di luar nilai dan IPK

ilustrasi mahasiswa mengerjakan skripsi (freepik.com/pressfoto)

Nilai boleh biasa saja, tapi kamu menikmati proses belajarnya. Kamu senang diskusi, praktik, atau eksplorasi materi di luar kelas. Bahkan saat nilaimu gak sempurna, kamu tetap merasa dapat sesuatu. Ini tanda penting yang sering diabaikan.

Fokus berlebihan pada IPK bisa bikin makna belajar jadi sempit. Padahal, rasa tertarik pada proses adalah pondasi utama. Kalau kamu masih menikmati perjalanan belajarnya, jurusanmu layak dipertahankan. Nilai bisa dikejar, tapi minat sulit dipaksakan.

5. Rasa jenuh datang setelah rutinitas yang monoton

ilustrasi berdiskusi dengan dosen (freepik.com/freepik)

Perhatikan kapan rasa bosan itu muncul. Biasanya jenuh datang setelah rutinitas yang itu-itu saja. Kuliah, tugas, pulang, ulang lagi tanpa variasi bikin siapa pun lelah. Ini bukan soal jurusan, tapi soal kurangnya warna dalam keseharian.

Coba ubah sedikit pola harianmu sebelum menyimpulkan tanda salah jurusan. Ikut kelas tambahan, proyek kecil, atau ngobrol dengan orang baru bisa membantu. Motivasi belajar sering muncul dari pengalaman baru, bukan dari mengganti jurusan. Kadang kamu cuma butuh perspektif segar.

Merasa ragu di tengah perjalanan kuliah bukan berarti kamu gagal memilih. Bisa jadi, itu alarm bahwa kamu butuh jeda. Yuk, validasi perasaanmu tanpa langsung menghakimi diri sendiri. Siapa tahu, yang kamu perlukan cuma napas lebih panjang dan motivasi belajar yang disusun ulang.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

EditorAgsa Tian