ilustrasi kegiatan belanja (pexels.com/Alexandra Maria)
Menjadi tipe kosumen dengan daya beli yang paling tinggi, tentu kualitas menjadi hal yang utama, ya. Sekali jatuh cinta dengan value akan produkmu, mereka akan terus menjadi pelanggan yang loyal dan royal, lho.
Kalau kategori sebelumnya perlu pikir panjang saat kamu hendak upgrade kualitas barang. Justru kalangan ekonomi atas ini yang selalu menanti ada gebrakan baru apa lagi pada variasi produkmu, nih.
Dengan begitu, bikin mereka senantiasa menunggu dengan rasa penasaran, menanti-menati dengan penuh imajinasi. Tapi ingat, memang mereka loyal dan royal, namun rasa bosan tak jarang tetap berpeluang bikin ingin coba brand lain yang berpotensi membuatmu kehilangan pelanggan, lho.
Lebih lanjutnya, setimpal dengan berapa pun uangnya bisa dikatakan tak ada masalah bagi kalangan ekonomi atas. Hal ini juga setimpal dengan sulitnya menyasar kalangan atas, mereka gak akan mudah coba-coba hal baru, yang belum kuat terbukti kualitasnya.
Berangkat dari jam terbang pengalamannya sebagai konsumen yang eksklusif. Produk barang atau jasa yang berkualitas tentu menjadi konsumsi mereka dalam keseharian. Jadi, pastikan produkmu benar-benar punya kualitas yang layak bersaing.
Bisa jadi apa yang kamu klaim sudah paling berkualitas itu justru taste-nya gak ada apa-apanya dengan kepuasan yang pernah mereka dapatkan. Sehingga, uji coba untuk mendapatkan hasil produk barang maupun jasa yang berkualitas tinggi itu memegang kendali utama, ya.
Mengingat setiap konsumen punya target nilai produk yang berbeda, tentu sebagai pebisnis harus paham ingin menyasar pasar yang seperti apa. Jadi, jangan salah target dan puaskan sasaran konsumenmu sesuai dengan klasifikasinya, baik mereka yang mengejar kualitas, kuantitas, pun keduanya, ya!