Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
5 Tips Jaga Commute Wellness biar Gak Burnout ke Kantor
ilustrasi tips menjaga commute wellness (pexels.com/Andrew Taylor)

Bangun subuh, lari-lari mengejar jadwal KRL, sampai berdesakan di TransJakarta sudah jadi makanan sehari-hari buat kamu para pejuang rupiah di ibu kota. Perjalanan panjang dari rumah ke kantor kerap terasa melelahkan secara fisik dan mental sebelum tugas kantor yang sebenarnya dimulai. Menjaga commute wellness atau kesejahteraan selama perjalanan kerja sangat penting agar energi kamu gak habis di jalan dan tetap produktif saat sampai di meja kerja.

Kalau masalah ini terus kamu biarkan, rasa lelah yang menumpuk bisa bikin kamu cepat emosional atau bahkan mengalami burnout lebih awal. Kamu bakal merasa setiap hari adalah beban, dan waktu pribadimu seolah habis hanya untuk berpindah tempat saja. Selagi merayakan Mental Awareness Month, yuk, mulai perhatikan kesehatan mental kamu selama di perjalanan agar kualitas hidupmu meningkat dan gak cuma sekadar "bertahan hidup" di tengah kemacetan kota.

1. Kurangi durasi doomscrolling di jalan

ilustrasi membaca buku di kereta (pexels.com/MART PRODUCTION)

Memulai hari dengan melihat berita negatif atau membandingkan hidup dengan orang lain di media sosial bisa merusak suasana hati kamu sejak pagi. Menjaga commute wellness dimulai dengan memberikan jeda bagi otak untuk gak langsung terpapar informasi yang berat atau memicu stres. Kamu bisa mencoba menyimpan ponsel di dalam tas dan membiarkan pikiranmu beristirahat sejenak dari hiruk-pikuk dunia digital. Kebiasaan ini akan membantu sistem saraf kamu tetap tenang sebelum menghadapi tekanan pekerjaan yang menanti di kantor nanti.

Gak perlu merasa tertinggal informasi atau fear of missing out (FOMO) hanya karena gak buka Instagram selama tiga puluh menit di kereta. Cobalah untuk melakukan pengamatan lingkungan sekitar atau sekadar melamun sehat untuk memicu kreativitas yang sering kali muncul saat pikiran sedang rileks. Kalau tangan rasanya gatal ingin memegang HP, kamu bisa menggantinya dengan membaca buku fisik atau e-book yang temanya ringan dan menghibur.

2. Kurasi playlist yang bikin mood naik

ilustrasi kurasi playlist yang bikin mood kamu naik saat naik kendaraan umum (pexels.com/cottonbro studio)

Musik atau suara memiliki pengaruh yang sangat besar terhadap kondisi psikologis seseorang, terutama saat terjebak dalam situasi yang membosankan seperti kemacetan. Mengatur playlist khusus untuk perjalanan berangkat dan pulang kerja menjadi investasi kecil yang berdampak besar bagi kesehatan mental kamu. Kamu bisa memilih lagu-lagu dengan tempo ceria di pagi hari untuk membangkitkan semangat dan lagu yang lebih tenang saat pulang untuk membantu proses dekompresi stres. 

Selain musik, mendengarkan podcast edukatif atau komedi juga bisa jadi alternatif seru supaya waktu di jalan gak terasa sia-sia. Bayangkan kamu sedang belajar bahasa baru atau mendengarkan obrolan lucu teman-teman virtual sambil menunggu bus sampai di halte tujuan. Jangan lupa gunakan noise-canceling earphone kalau ada, supaya kamu benar-benar punya "ruang pribadi" meskipun sedang berada di tengah kerumunan orang banyak.

3. Lakukan peregangan simpel saat duduk atau berdiri

ilustrasi micro-stretching (pexels.com/Joni Tuohimaa)

Duduk terlalu lama di mobil atau berdiri diam dalam waktu lama di transportasi umum bisa bikin otot-otot tubuh terasa kaku dan pegal. Kamu bisa melakukan micro-stretching atau peregangan ringan tanpa harus mengganggu ruang gerak penumpang lain yang ada di sebelahmu. Putar pergelangan kaki secara perlahan, gerakkan bahu ke atas dan bawah, atau lakukan peregangan leher simpel untuk melancarkan aliran darah. Gerakan kecil ini sangat membantu menjaga kebugaran fisik dan mencegah rasa kantuk yang sering menyerang akibat kurangnya aktivitas tubuh.

Gak usah merasa malu atau takut terlihat aneh karena melakukan gerakan-gerakan kecil ini di depan umum. Justru, orang lain mungkin akan terinspirasi untuk ikut bergerak daripada cuma diam mematung menahan pegal di punggung, lho. Kamu juga bisa melatih otot perut dengan teknik pernapasan tertentu yang bisa dilakukan sambil berdiri tegak di tengah bus.


4. Praktikkan mindfulness di tengah keramaian

ilustrasi mindfulness di tengah bus (pexels.com/cottonbro studio)

Mempraktikkan mindfulness bukan berarti kamu harus meditasi duduk bersila dengan mata tertutup di tengah gerbong kereta yang penuh sesak, kok. Cukup dengan menyadari napasmu sendiri dan menerima kondisi sekitar tanpa memberikan penilaian negatif yang berlebihan terhadap keadaan. Saat jalanan macet total, alih-alih mengumpat, cobalah tarik napas dalam-dalam dan embuskan perlahan untuk menurunkan detak jantung yang meningkat akibat stres, ya. 

Guys, fokus pada saat ini akan membantu kamu melepaskan kecemasan tentang tenggat waktu kantor yang membuat dada terasa sesak. Metode ini efektif buat kamu yang gampang tersulut emosi gara-gara ada pengendara lain yang memotong jalan secara sembarangan. Ingat, kamu gak bisa mengontrol perilaku orang lain atau kemacetan kota, tapi kamu punya kendali penuh atas reaksimu sendiri.

5. Siapkan amunisi kenyamanan dalam tas

ilustrasi minum air mineral (pexels.com/Maurício Mascaro)

Kenyamanan fisik sangat berpengaruh pada kenyamanan mental, jadi pastikan kamu membawa "alat tempur" yang lengkap setiap kali berangkat kerja. Hal-hal sederhana seperti botol minum, minyak angin aromaterapi, atau camilan kecil bisa menjadi penyelamat saat perjalanan terasa sangat melelahkan, lho. Aroma lavender atau peppermint yang segar bisa membantu meredakan mual akibat bau tak sedap atau rasa pening karena kurang oksigen di tempat yang ramai. 

Pastikan juga pakaian dan sepatu yang kamu gunakan mendukung aktivitas commuting yang dinamis agar gak menambah beban fisik. Gak ada salahnya membawa kipas angin portable atau payung kecil supaya kamu tetap merasa sejuk dan terlindungi dari cuaca yang gak menentu. Dengan persiapan yang matang, kamu gak akan merasa panik atau kesal saat menghadapi hambatan kecil di tengah jalan. 

Menjaga keseimbangan antara kesehatan fisik dan mental di perjalanan mempunyai peranan penting untuk menjaga kewarasan saat menjalani rutinitas harian. Mulailah terapkan langkah kecil untuk meningkatkan commute wellness kamu esok hari dan rasakan perubahannya pada suasana hatimu. Tetap semangat para pejuang rute harian, kamu hebat sudah berjuang sejauh ini!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

EditorAtqo Sy