ilustrasi ibu dan anak berpelukan (unsplash.com/Eye for Ebony)
Pendekatan positif akan membantu anak untuk tetap merasa bangga dengan usahanya, sehingga ia akan lebih termotivasi untuk mengulangi perilaku baik tersebut. Sebaliknya, hindari memarahi anak pada saat ia lupa merapikan barang, namun justru bantu ia memperbaiki kesalahan dengan memberikan contoh yang benar.
Memberikan apresiasi sederhana, seperti stiker pujian atau ucapan terima kasih bisa meningkatkan kepercayaan diri anak dalam belajar mengatur barang-barangnya. Dengan dukungan yang hangat dan konsisten, maka anak akan memahami bahwa kerapian merupakan kebiasaan positif yang mendapatkan pengakuan dari orangtua.
Mengajarkan anak dalam mengatur barang-barangnya sendiri memerlukan kesabaran, kreativitas, dan konsistensi dari orangtua. Dengan sistem penyimpanan yang tepat dan membangun rutinitas yang baik, maka anak pun akan menganggap bahwa kebiasaan tersebut merupakan sesuatu yang rutin dan terus terbawa sampai dewasa. Melalui proses ini, maka anak bukan hanya belajar merapikan barang, namun juga membangun rasa tanggung jawab dan kemandirian yang baik.