Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Bukan Hanya Bermain, 4 Jenis Buku Ini Bisa Dukung Stimulasi Anak

Iustrasi Anak Membaca Buku Dongeng
Ilustrasi Anak Membaca Buku Dongeng (Unsplash/Ben Mullins)
Intinya sih...
  • Soft Book: Buku yang cocok untuk anak usia 3 bulan, untuk membantu anak memahami warna dan objek.
  • Boardbook: Cocok untuk anak usia 1 tahun ke atas, untuk memberikan pembelajaran audio visual.
  • Buku Dongeng: Cocok untuk anak usia 1 tahun atau lebih, untuk melatih imajinasi, motorik, simpati, dan empati anak.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Pendidikan anak harus diprioritaskan sejak dini. Pembentukan karakter untuk fondasi masa depan dimulai sejak usia 0-5 tahun. Usia ini populer dengan sebutan golden age, karena saat itu perkembangan otak dan fisik berkembang sangat pesat. Momen ini dinilai baik untuk merakit otak dan hati anak, untuk mempersiapkan diri mereka menjadi manusia yang baik.

Cara yang bisa diambil oleh orangtua dalam mendidik anak di usia emas ini, salah satunya adalah dengan memperkenalkan buku pada anak. Sebagai media belajar sederhana yang berguna untuk kebutuhan stimulasi otaknya. Untuk mendukung pertumbuhannya, berikut ini ada empat rekomendasi buku, sebagai media ajar anak di usia emasnya.

1. Soft Book

Anak Memainkan Buku
Anak Memainkan Buku (Unsplash/Izabelly Marquez)

Softbook bisa diberikan sejak anak berusia 3 bulan. Mata anak mulai melihat warna di usia ini. Dengan melihat banyak warna di buku serta padanan gradasi, maka anak juga perlahan akan memahami objek dalam buku. Paduan warna yang cerah membuat anak mengenal warna sejak bayi.

Buku ini bisa diberikan pada anak dengan pendampingan orangtua, tentunya dengan kesabaran, ketelatenan dan interaksi yang baik dari kedua orangtua kepada anak.

2. Boardbook

Buku Anak
Buku Anak (Unsplash/Taylor Heery)

Boardbook memiliki tekstur yang keras dan tebal serta tidak sobek. Biasanya memiliki halaman yang sedikit, gambar yang menarik, ilustrasi yang sederhana, dan buku ini bisa diberikan pada anak berusia 1 tahun ke atas. Pada usia ini, bayi mulai memahami objek dengan bentuk serta warna.

Boardbook dilengkapi dengan bonus pembelajaran melalui audio dan audio visual yang bisa diakses orang ua. Memberikan gambaran dan penguasaan kosakata yang lebih beragam. Orangtua bisa membimbing anak dengan menunjuk beberapa objek di dalam buku, lalu melakukan beberapa kali repetisi untuk satu atau beberapa objek dengan dilakukan secara perlahan.

3. Buku Dongeng

Iustrasi Anak Membaca Buku Dongeng
Ilustrasi Anak Membaca Buku Dongeng (Unsplash/Ben Mullins)

Setelah usianya mencapai 1 tahun atau lebih, orangtua bisa memberikan stimulasi tambahan dengan simulasi di rumah melalui kegiatan sederhana. Contohnya memberikan dongeng pada anak. Orangtua bisa memberikan simulasi kegiatan sehari-hari dengan mendongeng secara langsung pada anak.

Dongeng bisa melatih imajinasi anak sejak dini, langkah ini bisa melatih motorik anak, membentuk simpati dan empati anak melalui segi keteladanan. Orang tua bisa memberikan dongeng dengan bantuan buku dongeng yang sekarang banyak beredar di pasaran. Dongeng yang disampaikan melalui buku dengan ilustrasi sederhana mampu memikat anak dan antusias membaca. Dongeng bisa disampaikan dalam cerita pengantar tidur atau dalam sesi bermain.

4. Busy Book

Anak Memainkan Buku
Anak Memainkan Buku Aktivitas (Unsplash/Josh Duncan)

Busy book memberikan pengalaman baru bagi anak. Buku aktivitas ini sudah banyak beredar di pasaran, dan orangtua cukup menyesuaikan jenisnya saja, buku aktivitas seperti apa yang disukai anak. Busy book memberikan banyak ragam bentuk objek dan tugas sederhana yang harus diselesaikan anak.

Contohnya mencocokkan warna dan bentuk, memberikan anak ruang imajinasi yang lebih luas. Isi buku ini lebih beragam sesuai dengan usia anak. Anak dituntut untuk merangkai puzzle, mengumpulkan potongan-potongan kecil di buku dan merangkainya kembali. Busy book bisa digunakan oleh anak berusia dua tahun ke atas, stimulasi ini bisa diberikan agar anak bisa lebih fokus dan belajar mengendalikan diri.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Nabila Inaya
EditorNabila Inaya
Follow Us

Latest in Life

See More

Bukan Hanya Bermain, 4 Jenis Buku Ini Bisa Dukung Stimulasi Anak

30 Nov 2025, 17:15 WIBLife