Anak tumbuh gak cuma dari rumah dan sekolah, tapi juga dari lingkungan pertemanannya. Circle pertemanan jadi tempat belajar empati, kerja sama, dan rasa percaya diri sekaligus memberikan pengaruh yang gak sehat kalau orangtua kurang peka. Masalahnya, anak gak bisa menyadari kalau lingkungan pertemanannya berdampak buruk ke sikap dan emosinya. Kadang sikap merka jadi lebih mudah marah, minder, atau takut jadi diri sendiri karena tekanan dari teman.
Di sinilah pentingnya peran orangtua, bukan untuk mengatur, tapi mendampingi dengan cara yang tepat. Edukasi soal pertemanan gak bisa dilakukan sekali dua kali, tapi di bangun lewat obrolan ringan yang konsisten. Anak perlu merasa aman saat bercerita tanpa takut dihakimi. Nah, biar anak gak salah langkah dalam memilih teman, yuk simak beberapa cara yang bisa orangtua terapin berikut ini!
