Keluarga seharusnya jadi tempat paling nyaman untuk menjadi diri sendiri. Tapi kenyataannya, justru di depan keluarga sendiri banyak orang merasa harus pakai topeng. Ada yang gak mau cerita kesulitan finansial ke orangtua, ada yang malu minta maaf ke adik, bahkan ada yang lebih memilih diam daripada bilang sayang ke anggota keluarga sendiri.
Gengsi dalam keluarga ini seperti tembok tak kasat mata yang bikin jarak makin lebar. Padahal mereka tinggal satu atap, tapi hatinya berjauhan. Fenomena ini gak cuma terjadi di keluarga yang bermasalah, bahkan keluarga yang kelihatan harmonis pun bisa punya dinamika serupa. Mari kita bahas lebih dalam kenapa gengsi bisa muncul di lingkungan yang seharusnya paling aman ini.
