Hari-hari awal Ramadan sering jadi momen campur aduk buat orangtua. Anak semangat bangun sahur, tapi siangnya mulai lemas dan bertanya, “Masih lama ya, buka puasanya?” Keluhan kecil seperti itu wajar banget. Namun, kalau dibiarkan, puasa bisa terasa seperti beban, bukan proses belajar yang menyenangkan.
Sebagai orangtua, kamu mungkin pernah tergoda memberi iming-iming hadiah supaya anak kuat puasa. Cara ini memang bisa berhasil sesaat, tapi belum tentu menumbuhkan motivasi dari dalam diri mereka. Ramadan seharusnya jadi ruang belajar tentang makna dan empati, bukan sekadar menahan lapar. Yuk simak lima tips yang bisa kamu coba supaya anak gak gampang mengeluh saat belajar puasa.
