5 Tips Menghadapi Toxic Family saat Momen Lebaran Mendatang

Lebaran seharusnya jadi momen hangat untuk pulang dan bertemu keluarga. Namun, tidak semua orang merasa nyaman saat harus duduk lama di ruang tamu dan menjawab pertanyaan yang itu-itu lagi. Ada yang disindir soal karier, ditanya kapan menikah, sampai dibanding-bandingkan dengan sepupu. Kalau kamu pernah mengalaminya, kamu tahu rasanya bisa campur aduk antara marah, lelah, dan tertekan.
Istilah toxic family memang terdengar keras, tapi pengalamanmu nyata. Ada ucapan yang meremehkan, candaan yang melukai, atau sikap yang membuatmu merasa tidak pernah cukup. Momen yang harusnya jadi perayaan malah berubah jadi sumber cemas. Supaya kamu tetap bisa menjaga kesehatan mental lebaran nanti, yuk, simak lima cara hadapi keluarga toxic tanpa kehilangan kendali diri.
1. Tentukan batasan sebelum hari H

Menghadapi keluarga toxic tidak bisa spontan tanpa persiapan. Kamu perlu tahu dulu topik apa yang sensitif dan respons seperti apa yang ingin kamu berikan. Dengan begitu, kamu tidak mudah terpancing saat momen itu datang. Ini langkah awal dalam cara hadapi keluarga toxic yang lebih sehat.
Kamu boleh menolak menjawab pertanyaan yang terlalu pribadi. Tidak semua hal harus dibahas hanya karena sedang Lebaran. Cukup jawab singkat atau alihkan pembicaraan ke topik yang lebih netral. Menjaga batasan bukan berarti tidak sopan, tapi bentuk menjaga diri sendiri.
2. Latih jawaban singkat tanpa emosi

Komentar menyebalkan sering muncul tiba-tiba. Kalau kamu tidak siap, responsmu bisa meledak atau justru diam memendam kesal. Keduanya sama-sama menguras energi. Karena itu, siapkan kalimat pendek yang tegas tapi tetap tenang.
Misalnya, “Aku lagi fokus ke diri sendiri dulu,” atau “Doakan saja yang terbaik, ya.” Tidak perlu menjelaskan panjang lebar. Kamu tidak sedang sidang skripsi di ruang tamu. Jawaban singkat membuat percakapan cepat selesai tanpa memperpanjang drama.
3. Batasi durasi interaksi

Kamu tidak wajib hadir dari pagi sampai malam kalau situasinya membuatmu tidak nyaman. Mengatur waktu kunjungan adalah bagian dari menjaga kesehatan mental lebaran. Datang, bersilaturahmi, lalu pulang sebelum energi benar-benar habis. Itu bukan tindakan egois.
Kalau memungkinkan, ajak teman atau saudara yang membuatmu merasa aman. Duduk dekat mereka bisa jadi penyangga emosional. Saat suasana mulai tidak enak, kamu punya alasan untuk pindah tempat atau mengakhiri obrolan. Ruang aman itu penting, bahkan di tengah keluarga sendiri.
4. Sadari kamu tidak bisa mengubah mereka

Salah satu sumber lelah terbesar adalah berharap mereka berubah. Kamu ingin dimengerti, dihargai, atau setidaknya tidak dibandingkan lagi. Namun, kenyataannya, perubahan orang lain di luar kendalimu. Yang bisa kamu atur hanyalah responsmu.
Menerima fakta ini memang pahit, tapi membebaskan. Kamu tidak perlu membuktikan apa-apa setiap kali bertemu. Fokus pada bagaimana kamu bersikap dan menjaga emosi. Energi yang biasanya habis untuk marah bisa kamu simpan untuk hal yang lebih penting.
5. Pulihkan diri setelah acara selesai

Setelah hari panjang penuh basa-basi, jangan lupa merawat diri. Kadang tubuhmu terlihat baik-baik saja, tapi pikiranmu lelah. Ambil waktu untuk istirahat tanpa gangguan. Lakukan hal kecil yang membuatmu kembali tenang.
Kamu bisa menonton film favorit, journaling, atau sekadar tidur lebih awal. Validasi perasaanmu sendiri tanpa menyalahkan diri. Menghadapi keluarga toxic itu tidak mudah, jadi wajar kalau kamu butuh waktu untuk recharge. Proses ini bagian penting dari menjaga kesehatan mental lebaran.
Lebaran memang tentang kebersamaan, tapi bukan berarti kamu harus mengorbankan kesehatan mental demi terlihat harmonis. Cara hadapi keluarga toxic bukan soal melawan, melainkan soal menjaga batasan dengan sadar. Kamu berhak merasa aman, bahkan di tengah keluarga sendiri. Yuk, jaga dirimu dengan tegas dan tetap rayakan Lebaran dengan versi terbaikmu.

















![[QUIZ] Pilih Tokoh Upin dan Ipin Favorit, Ungkap Kepribadianmu Sebenarnya!](https://image.idntimes.com/post/20240823/image-8-f545d41ecc4e0684dd882cd375a00f19.jpg)

