Catat! Ini 6 Cara Cerdas Membatasi Camilan untuk Anak

Pentingnya orangtua membatasi konsumsi camilan anak agar terhindar dari gangguan pola makan dan risiko obesitas sejak dini.
Enam cara cerdas, mulai dari mengatur waktu ngemil, menyediakan variasi camilan sehat, hingga memberi contoh kebiasaan makan yang baik di rumah.
Orangtua dianjurkan memilih camilan bergizi seperti buah, sayur, kacang-kacangan, sereal gandum, serta produk susu untuk mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.
Anak-anak memang paling senang dengan yang namanya camilan. Gak hanya di rumah, tapi di sekolah pun mereka selalu ingin ngemil. Padahal, membiarkan anak terbiasa dengan camilan bukanlah hal yang baik.
Sebagai orangtua, kamu perlu memperhatikan seberapa banyak dan sering anak ngemil. Camilan yang berlebihan dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan, mulai dari pola makan yang terganggu hingga obesitas.
Nah, karena pentingnya bagi orangtua untuk membatasi camilan anak, berikut ini beberapa cara cerdas yang dapat diterapkan untuk membatasi camilan anak di rumah.
1. Rencanakan waktu pemberian camilan

Orangtua gak perlu sepenuhnya melarang anak-anak untuk ngemil, tetapi buatlah aturan waktu pemberian camilan. Anak-anak biasanya akan mengambil apa saja yang tersedia di atas meja makan atau di dalam lemari es.
Maka, sebaiknya kamu gak menyimpan camilan di tempat yang mudah terjangkau oleh mereka seperti meja makan atau lemari es. Kamu bisa menyembunyikan camilan di tempat khusus, lalu memberikan camilan pada anak sekitar dua jam sebelum jam makan besar.
2. Sediakan variasi camilan untuk anak

Agar anak tidak merasa cepat bosan dan menuntut untuk diberi camilan setiap saat, sebaiknya kamu menyediakan camilan dengan berbagai variasi. Kamu bisa menyediakan lebih banyak variasi camilan sehat, seperti buah-buahan dan sayuran.
Hal ini tentu saja agar anak tidak hanya meminta kudapan yang cenderung tidak sehat seperti keripik dan kue kering terus-menerus.
3. Hidangkan camilan dengan cara yang bervariasi

Buah bisa menjadi salah satu pilihan camilan sehat untuk anak. Kamu bisa menyajikan buah dengan tampilan yang menarik dan lucu, misalnya memotong buah dengan bentuk binatang dalam ukuran kecil sehingga bisa langsung dimakan.
Salah satu pilihannya adalah menyajikan potongan wortel dengan saus rendah lemak atau seledri dengan saus mentega kacang. Sayuran juga bisa dimasak dan dibentuk semenarik mungkin sehingga anak-anak akan lebih semangat untuk memakannya. Dengan demikian anak akan terhindar dari camilan yang kurang sehat, termasuk cokelat dan permen yang tinggi gula.
4. Berikan contoh yang baik

Kamu sebagai orangtua sebaiknya memberikan contoh yang baik pada anak. Jika kamu menginginkan anak berhenti atau punya pola ngemil yang sehat, sebaiknya kamu pun bisa melakukan hal yang sama.
Gak mungkin ‘kan kalau kamu ingin anak ngemil sayuran dan buah, tapi kamu sendiri hobi ngemil keripik dan konsumsi minuman bersoda. Pasalnya, anak sudah pasti akan meniru apa yang dilakukan orangtuanya, apalagi saat berada di rumah bersama-sama.
5. Tawarkan pilihan makanan dari kelompok yang sama

Kamu sebaiknya mencoba untuk selalu menawarkan makanan dari kelompok yang sama. Jangan memberikan pilihan dari jenis kelompok makanan berbeda, contohnya “kamu mau es krim atau pisang?” tetapi sebaiknya “kamu mau pisang atau apel?” atau “kamu mau roti kacang atau roti stroberi?”.
Dengan begitu anak gak akan sembarangan memilih camilan mereka. Sebagai orangtua, kamu juga tetap bisa memantau asupan nutrisi anak. Memberikan opsi antara pisang atau apel berarti memastikan anak tetap mengkonsumsi buah-buahan. Begitu pula ketika kamu memberikan opsi brokoli atau wortel yang tujuannya menjaga asupan sayuran untuk anak.
6. Memilih camilan yang baik

Sebagai orangtua kamu juga harus tahu camilan apa saja yang baik untuk dikonsumsi anak-anak. Camilan yang terbilang baik untuk disajikan di meja makan keluarga meliputi: gandum atau sereal yang mengandung karbohidrat kompleks dan serat tinggi sehingga mampu memberikan asupan energi dalam jangka waktu lama; sayuran dan buah-buahan yang mengandung vitamin, mineral, serat dan nutrisi; kacang-kacangan dan biji-bijian yang mengandung protein dan lemak tak jenuh; serta produk susu seperti yogurt dan keju yang merupakan sumber kalsium, protein dan nutrisi.
Nah, itu tadi beberapa cara cerdas yang bisa orangtua lakukan untuk membatasi konsumsi camilan pada anak-anak. Selama bisa menerapkan cara-cara di atas, anak bisa ngemil dengan teratur dan sehat sehingga kesehatan serta tumbuh kembangnya akan tetap terjaga.