Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

7 Kelebihan Anak yang Lahir di Keluarga Besar, Jago Sosialisasi!

7 Kelebihan Anak yang Lahir di Keluarga Besar, Jago Sosialisasi!
ilustrasi keluarga besar (pexels.com/Vanessa Loring)

Lahir di keluarga besar dengan banyak saudara kadang-kadang menjadi momok bagi seseorang. Jumlah anak yang banyak membuat orang tua harus pintar membagi waktu, uang dan kehadiran. Gak jarang anak yang lahir di keluarga besar merasa kurang mendapat perhatian.

Namun kamu gak perlu risau. Lahir di keluarga besar rupanya menumbuhkan beberapa sikap positif yang gak kamu duga, lho. Yuk, kita simak kelebihan anak yang lahir di keluarga besar berikut ini!

1. Memiliki kemampuan komunikasi dan sosialisasi yang baik

ilustrasi keluarga besar (pexels.com/Pixabay)
ilustrasi keluarga besar (pexels.com/Pixabay)

Lahir di keluarga besar, maka semakin banyak orang yang bisa diajak ngobrol. Banyak hal yang perlu diperbincangkan. Gak heran, anak yang lahir di keluarga besar cenderung memiliki kemampuan komunikasi yang lebih baik.

Pengalaman berinteraksi dengan saudara di rentang usia beragam juga memperkaya skil komunikasi. Hal tersebut membuat mereka mudah bersosialisasi dengan orang lain walaupun usianya jauh berbeda.

2. Kemampuan bekerjasama yang lebih baik

ilustrasi keluarga besar (pexeks.com/Kindel Media)
ilustrasi keluarga besar (pexeks.com/Kindel Media)

Tinggal dengan banyak anggota keluarga, tentunya berakibat lebih banyak tugas yang harus dilakukan. Beruntung, hal itu juga menandakan banyak tangan yang bisa ikut bekerja.

Melakukan tugas bersama-sama menjadi hal yang biasa di keluarga besar. Praktik ini membuat anak yang lahir di keluarga besar memiliki kemampuan bekerjasama yang lebih baik, karena mereka telah tahu dinamika dan aturan mainnya.

3. Mudah menemukan resolusi konflik

ilustrasi keluarga besar (pexels.com/João Pedro Lisboa)
ilustrasi keluarga besar (pexels.com/João Pedro Lisboa)

Banyak orang berarti banyak gesekan. Anak yang lahir di keluarga besar sudah sering menghadapi perselisihan. Jika diarahkan dengan baik, maka anak-anak ini memiliki peluang lebih besar untuk memiliki kemampuan resolusi konflik yang lebih baik. 

Campur tangan orang tua sangat penting di sini, ya. Karena jika terjadi ketidakadilan, konflik justru bisa berkembang jadi sibling rivalry.

4. Lebih mandiri

ilustrasi keluarga besar (pexeks.com/Kampus Production)
ilustrasi keluarga besar (pexeks.com/Kampus Production)

Anak dari keluarga besar cenderung tumbuh lebih mandiri. Hal tersebut disebabkan oleh banyak tanggung jawab yang harus dilakukan orang tua, sehingga sulit memberikan bantuan.

Alhasil, anak yang lahir di keluarga besar akan sering mencoba memecahkan masalahnya sendiri yang berujung pada kemandirian. Kemandirian ini akan berguna ketika mereka dewasa kelak. 

5. Lebih sabar

ilustrasi keluarga besar (pexeks.com/Vanessa Loring)
ilustrasi keluarga besar (pexeks.com/Vanessa Loring)

Banyak orang berarti semakin lama kamu harus menunggu giliran. Baik kasih sayang, perhatian atau usaha pemenuhan kebutuhan, harus diberikan satu-persat, yang berarti harus antre, nih.

Anak yang lahir di keluarga besar sudah biasa dengan sistem giliran ini. Jadi, mereka biasanya lebih sabar, ya.

6. Kreatif

ilustrasi keluarga besar (pexeks.com/Yaroslav Shuraev)
ilustrasi keluarga besar (pexeks.com/Yaroslav Shuraev)

Anak-anak yang lahir di keluarga besar akan terbentur dengan keterbatasan, baik secara finansial maupun emosional. Mereka akan berpikir lebih keras untuk bisa memenuhi keinginan mereka dengan cara-cara yang gak biasa. Akibatnya, anak dari keluarga besar biasanya lebih kreatif, nih.

Sabrina Romanoff, PsyD, seorang psikolog klinis mengungkapkan dalam Very Well Mind, "Meskipun mereka mungkin merasa kekurangan dalam hal ini, mereka sering kali berdaya cipta dan mengimbanginya dengan cara yang membantu mereka meraih kesuksesan."

7. Memiliki ketahanan mental

ilustrasi anak bermain (pexels.com/Chevanon Photography)
ilustrasi anak bermain (pexels.com/Chevanon Photography)

Anak-anak yang lahir di keluarga besar akan lebih mahir dalam mengelola stres. Mereka terbiasa menghadapi situasi yang rumit dengan campur tangan banyak pihak, sehingga secara tidak sadar akan mulai beradaptasi dengan ketidakaturan. Ketahanan mental ini akan bermanfaat bagi kehidupan sosial mereka ketika dewasa, nih.

Claudia de Llano, LMFT, seorang terapis pernikahan dan keluarga berlisensi mengungapkan dalam Very Well Mind, "Lebih banyak anggota keluarga berarti lebih sedikit akses langsung ke orang tua. Tetapi hal itu juga dapat berarti belajar untuk tumbuh dan bekerja dengan anggota keluarga lainnya. Bimbingan orang tua yang berkurang dapat mengajarkan anak-anak tentang kemandirian, kesabaran, kepemimpinan, dan kolaborasi."

Lahir di keluarga besar tidak selamanya menimbulkan kerugian. Nyatanya, anak yang lahir di keluarga besar cenderung memiliki kemampuan sosial yang lebih baik. Namun yang patut digarisbawahi adalah peran orangtua dalam menjaga kualitas keluarga, ya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Anita Hadi Saputri
EditorAnita Hadi Saputri
Follow Us