Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
ilustrasi salat berjamaah di masjid
ilustrasi salat berjamaah di masjid (pexels.com/Mohammed Alim)

Bulan suci Ramadan akan segera tiba. Umat Islam di seluruh dunia menyambut momen istimewa ini dengan hati yang dipenuhi rasa bahagia dan syukur yang mendalam. Mereka mempersiapkan diri sedemikian rupa bukan hanya untuk berpuasa satu bulan lamanya, tetapi juga agar mampu melaksanakan ibadah-ibadah yang bersifat sunnah, seperti salat tarawih. Rasanya sudah tidak sabar untuk salat tarawih berjamaah di masjid, kan?

Ketika salat tarawih di masjid, banyak orangtua membawa serta anak-anaknya yang masih kecil. Selain bertujuan untuk meraih pahala yang melimpah, ini merupakan waktu yang tepat untuk mengajarkan nilai penting ibadah kepada buah hati. Namun, anak-anak yang masih dalam masa bermain sering kali sulit diatur dan malah ribut, sehingga mengganggu konsentrasi jamaah yang lain. Oleh sebab itu, bila memang ingin ajak anak kecil salat tarawih di masjid, ikuti beberapa tips berikut ini, ya!

1. Beri anak pengertian apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan di masjid

ilustrasi seorang ayah yang sedang mengobrol dengan anaknya saat berbuka puasa (pexels.com/Timur Weber)

Mengajak anak untuk salat tarawih di masjid tentu merupakan hal yang positif, ya. Namun, tidak dapat dimungkiri bahwa pilihan ini juga bisa menimbulkan kekhawatiran tersendiri bagi orangtua. Pasalnya, besar kemungkinan anak akan bertemu anak-anak lain di tempat tersebut. Begitu merasa nyaman, mereka akan mulai bermain bersama, bahkan sampai menyebabkan keributan yang mengganggu ketenangan dalam beribadah.

Nah, sebelum anak diajak pergi ke masjid, orangtua wajib memberikan pengertian dulu tentang hal-hal apa saja yang boleh dan tidak boleh untuk dilakukan di tempat suci tersebut. Pastikan mereka paham betul mengenai aturan mengunjungi masjid, sehingga dapat mencegah berbuat sesuka hati yang mengganggu ketertiban. Dengan begini, orangtua jadi lebih tenang, deh.

2. Pastikan anak selalu berada di sisi orangtua

ilustrasi salat berjamaah (pexels.com/Alena Darmel)

Banyak orangtua lalai dalam mengawasi putra-putrinya saat mengajak mereka pergi salat tarawih di masjid. Begitu sampai tujuan, anak-anak dibiarkan berkeliaran dan bermain dengan teman-temannya. Kalau bisa tenang dan ikut salat, sih, tentu bukan masalah, ya. Sayangnya, anak-anak biasanya cenderung akan memilih bermain dan berlarian penuh semangat, sampai membuat jamaah lain merasa risi.

Mengajak anak pergi ke masjid memang baik, tetapi orangtua harus bertanggung jawab dalam menjaga dan mengawasi buah hatinya. Supaya anak bisa belajar beribadah dengan sebagaimana mestinya dan dapat diawasi dengan mudah, pastikan anak selalu berada di sisi orangtua. Awalnya mungkin anak akan kesal atau memberontak, tetapi lambat laun tentu akan paham, kok.

3. Tunjukkan sikap tegas saat anak terbukti nakal

ilustrasi seorang ibu yang sedang menasihati anaknya (pexels.com/cottonbro studio)

Harus diakui bahwa mengajak anak salat tarawih di masjid merupakan suatu tantangan tersendiri bagi orangtua. Pasalnya, meski anak sudah diberi tahu bahwa harus tenang selama berada di rumah Allah tersebut, tetapi begitu melihat ada teman-temannya, mereka akan berkumpul dan bermain bersama. Masalahnya, tidak jarang anak-anak ini melakukan kegiatan permainan yang berlebihan, bahkan sampai berteriak-teriak atau malah merusak fasilitas di masjid. Kalau sudah begini, tentu akan menimbulkan kerugian, kan?

Tidak dapat dimungkiri bahwa terkadang orangtua memang merasa kesulitan untuk selalu mengawasi gerak-gerik buah hatinya. Namun, bila kemudian anak terbukti nakal, misalnya mengganggu ketenangan, jangan segan untuk menunjukkan sikap tegas. Beri anak nasihat atau hukuman yang tepat, sesuai dengan pelanggaran yang dilakukannya. Hal ini akan membuat anak belajar bahwa ternyata mereka tidak bisa selalu berbuat semaunya, apa lagi saat berada di tempat umum, seperti masjid.

Ajak anak kecil salat tarawih di masjid tentu merupakan hal yang sangat positif, namun orangtua perlu sadar akan tanggung jawabanya dalam mengawasi perilaku buah hati. Mengingat manusia kecil tersebut belum punya pengendalian diri yang sempurna. Jika anak dapat dijaga agar tetap tenang, maka situasi akan kondusif, sehingga momen salat di bulan Ramadan terasa semakin bermakna.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team