Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

7 Aktivitas Seru di Taman untuk Melatih Kemampuan Komunikasi Anak

ilustrasi orangtua bermain bersama anak (pexels.com/gustavo-fring)
ilustrasi orangtua bermain bersama anak (pexels.com/gustavo-fring)

Taman bukan sekadar tempat bermain, tetapi juga ruang belajar alami yang kaya akan stimulasi bagi anak. Beragam suara, warna, dan pengalaman di taman bisa menjadi pemicu anak untuk berkomunikasi secara spontan. Jika dimanfaatkan dengan tepat, aktivitas sederhana di taman dapat membantu perkembangan bahasa dan kepercayaan diri anak.

Kemampuan komunikasi anak tidak selalu harus dilatih melalui aktivitas formal. Interaksi ringan yang dilakukan secara konsisten justru lebih efektif untuk memperkaya kosakata dan melatih anak mengekspresikan pikirannya. Berikut beberapa aktivitas seru di taman yang bisa dilakukan orangtua bersama anak.

1. Mengamati bebek atau hewan di taman

anak-anak bermain di taman
ilustrasi anak-anak bermain di taman (pexels.com/anastasiashuraeva)

Hewan selalu menarik perhatian anak, terutama bebek yang bergerak dan bersuara. Saat anak fokus memperhatikan, orangtua bisa mengikuti minat tersebut dengan memberi komentar sederhana. Gunakan kata-kata ekspresif agar anak mudah menirunya.

Menirukan suara hewan juga sangat bermanfaat bagi anak usia dini. Aktivitas ini membantu anak mengenali bunyi dan mengaitkannya dengan objek tertentu. Lama-kelamaan, anak akan lebih percaya diri untuk berbicara dan mengekspresikan rasa penasaran mereka.

2. Mendengarkan suara alam

ilustrasi orangtua bermain bersama anak (pexels.com/gustavo-fring)
ilustrasi orangtua bermain bersama anak (pexels.com/gustavo-fring)

Taman dipenuhi suara alami seperti angin, burung, atau langkah kaki di atas kerikil. Ajak anak berhenti sejenak dan mendengarkan dengan saksama. Setelah itu, tanyakan suara apa yang mereka dengar.

Kegiatan ini membantu anak belajar membedakan bunyi dan memberi nama pada pengalaman tersebut. Orangtua juga bisa memperkenalkan kata baru yang berkaitan dengan suara. Dengan begitu, anak belajar memahami dunia melalui pendengaran dan bahasa.

“Penelitian ini menunjukkan bahwa anak-anak mendapatkan manfaat yang sangat mendalam dan beragam melalui kontak rutin dengan alam,” kata Nigel Doar, Direktur Strategi di The Wildlife Trusts, dikutip dari BBC.

3. Menyentuh dan mengenal benda alam

ilustrasi berkebun bersama anak (pexels.com/rdne)
ilustrasi berkebun bersama anak (pexels.com/rdne)

Selain melihat dan mendengar, anak juga perlu merasakan tekstur benda di sekitarnya. Daun, batu kecil, atau ranting bisa menjadi media belajar yang menyenangkan. Pastikan benda yang disentuh aman untuk anak.

Orangtua dapat meminta anak mendeskripsikan rasa atau bentuk benda tersebut. Misalnya, apakah terasa kasar, halus, atau dingin. Aktivitas ini melatih anak menyusun kata dan mengungkapkan pengalaman secara verbal.

4. Bermain permainan mengingat

ilustrasi orangtua bermain bersama anak (pexels.com/rdne)
ilustrasi orangtua bermain bersama anak (pexels.com/rdne)

Permainan mengingat sangat cocok untuk melatih kemampuan berbahasa anak usia di atas tiga tahun. Orangtua bisa menunjuk beberapa hal di taman lalu mengajak anak mengingatnya saat di rumah. Kegiatan ini melatih daya ingat sekaligus kemampuan menyusun kalimat.

Anak juga belajar mengulang kata-kata baru yang sebelumnya mereka dengar. Pengulangan ini penting untuk membangun kepercayaan diri dalam berbicara. Semakin sering dilakukan, semakin lancar anak berkomunikasi.

5. Bermain saat hujan

ilustrasi anak bermain genangan air sehabis hujan
ilustrasi anak bermain genangan air sehabis hujan (pexels.com/yankrukov)

Hujan tidak selalu harus menjadi penghalang untuk beraktivitas di luar ruangan. Suara hujan dan payung bisa menjadi pengalaman sensorik yang menarik bagi anak. Orangtua bisa menjelaskan apa yang sedang terjadi dengan bahasa sederhana.

Anak yang lebih besar juga biasanya senang bermain genangan air. Aktivitas ini bisa dimanfaatkan untuk memperkenalkan kata-kata baru seperti “basah” atau “cipratan”. Dengan cara ini, anak belajar melalui pengalaman langsung.

“Bunyi cuaca seperti “ciprat”, “tetes”, atau “brrrr” sangat efektif untuk merangsang komunikasi anak,” kata kata Alys Mathers, seorang terapis wicara dan Bahasa, dikutip dari BBC.

6. Bermain di area playground

ilustrasi anak-anak bermain di lapangan  (pexels.com/goumbik)
ilustrasi anak-anak bermain di lapangan (pexels.com/goumbik)

Wahana permainan di taman sangat efektif untuk melatih komunikasi. Saat anak bermain, orangtua bisa menyebutkan aktivitas yang sedang dilakukan, seperti “naik” atau “turun”. Anak akan lebih mudah memahami makna kata melalui gerakan.

Bernyanyi atau membawa mainan favorit juga bisa menambah keseruan. Interaksi yang menyenangkan membuat anak lebih responsif terhadap ajakan berbicara. Tanpa disadari, kemampuan bahasa mereka pun berkembang.

7. Bermain peran atau pura-pura

ilustrasi anak kecil bermain (pexels.com/michaelmorse)
ilustrasi anak kecil bermain (pexels.com/michaelmorse)

Anak usia dua tahun ke atas biasanya mulai menyukai permainan imajinatif. Taman bisa menjadi latar yang sempurna untuk bermain peran. Orangtua bisa mengajak anak menciptakan cerita sederhana.

Dengan bermain peran, anak belajar menggunakan bahasa untuk mengekspresikan ide. Orangtua sebaiknya ikut terlibat agar anak merasa didukung. Semakin aktif interaksi, semakin terasah kemampuan komunikasinya.

Melatih kemampuan komunikasi anak tidak harus selalu dilakukan di dalam rumah. Taman menyediakan ruang belajar yang alami, menyenangkan, dan penuh stimulasi. Dengan keterlibatan aktif orangtua, setiap kunjungan ke taman bisa menjadi pengalaman berharga bagi tumbuh kembang anak.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Pinka Wima Wima
EditorPinka Wima Wima
Follow Us

Latest in Life

See More

Kenapa Penting Meminta Maaf kepada Anak?

07 Jan 2026, 23:54 WIBLife